TANGERANG SELATAN— Program bank sampah di SMPN 21 Tangerang Selatan terus berjalan konsisten sejak pertama kali diinisiasi pada 2019. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi kepada para siswa.
Dr. HR Lukman Firdaus M.Si selaku Kepala Sekolah menjelaskan, program bank sampah melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru. Setiap kelas difasilitasi tempat dan kantong plastik untuk mengumpulkan sampah, terutama jenis plastik dan kertas yang memiliki nilai jual.
“Anak-anak biasanya mengumpulkan sampah setiap hari di kelas. Nanti setelah terkumpul, dilakukan penimbangan secara rutin, bisa dua minggu sekali atau sebulan sekali tergantung jumlahnya,” ujar Lukman.
Dalam pelaksanaannya, siswa tidak langsung menerima uang, melainkan menggunakan sistem tabungan layaknya di bank. Hasil dari penjualan sampah akan dicatat dan dibagikan dalam periode tertentu, seperti setiap semester.

Program ini didukung pihak kelurahan setempat. SMPN 21 diketahui bekerja sama dengan Kelurahan Pamulang Timur dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan.
Lukman juga mengatakan pihak Kelurahan Pamulang Timur bahkan memberikan apresiasi berupa hadiah setiap tahunnya kepada pemilik tabungan bank sampah terbanyak.
Koordinator bank sampah sekolah, bersama tim pengelola lainnya, bertanggung jawab dalam mengatur teknis kegiatan, mulai dari penjadwalan penimbangan, dokumentasi, hingga pencatatan tabungan siswa.
Koordinator Bank Sampah SMPN 21 Tangsel, Aidia Musfida S.Pd mengatakan kegiatan bank sampah sempat terhenti saat pandemi COVID-19, kegiatan ini kini kembali aktif dan mendapat respons positif dari siswa. Antusiasme terlihat saat siswa berlomba mengumpulkan sampah, baik dari lingkungan sekolah maupun dari rumah.
“Mindset siswa sekarang berubah. Tidak hanya membuang sampah, tapi juga mengumpulkan, memilah, dan menimbang karena mereka tahu sampah itu punya nilai jual,” jelasnya.
Bahkan, beberapa siswa turut mengumpulkan minyak jelantah dari rumah untuk ditabung, yang kemudian dapat menghasilkan tambahan uang.

Melalui program ini, sekolah berharap siswa dapat terbiasa hidup bersih, disiplin dalam pengelolaan sampah, serta mampu melihat peluang ekonomi dari hal-hal sederhana di sekitarnya.
Selain itu, kegiatan bank sampah juga menjadi bagian dari program Adiwiyata di sekolah, yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Dengan pembiasaan sejak dini, pihak sekolah berharap para siswa dapat terus menerapkan kebiasaan baik ini hingga dewasa dan mampu memanfaatkan potensi kecil menjadi peluang yang bernilai.







