MADINAH – Arab Saudi mulai menyambut kedatangan jemaah haji musim 2026 dengan mendaratnya rombongan pertama di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz. Jemaah asal Pakistan tersebut tiba pada Sabtu, 18 April waktu setempat, setelah menempuh perjalanan dari Bandara Internasional Jinnah.
Sebanyak 160 jemaah diberangkatkan dalam kloter awal tersebut, menandai dimulainya rangkaian kedatangan jemaah dari berbagai negara. Pemerintah Pakistan sendiri tahun ini mendapatkan alokasi kuota mencapai 179.210 jemaah, dengan sebagian besar berada di bawah program pemerintah.
“Pemberangkatan ini menjadi awal dari perjalanan spiritual yang sangat dinantikan. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat,” ujar perwakilan Direktorat Haji Sindh dalam keterangannya, dikutip Aran News, Minggu 19 April.
Selain Pakistan, jemaah dari Bangladesh juga telah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, disusul kedatangan jemaah dari Malaysia dan Turki. Arus kedatangan ini menunjukkan kesiapan Arab Saudi dalam menyambut jutaan tamu dari berbagai penjuru dunia.
Salah satu inovasi yang kembali diandalkan adalah inisiatif Rute Makkah, program unggulan dalam kerangka Visi 2030 Arab Saudi. Program ini memungkinkan seluruh proses keimigrasian dan administrasi diselesaikan sejak di negara asal jemaah.
“Melalui Rute Makkah, kami ingin memastikan jemaah mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman, cepat, dan efisien sejak keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci,” kata pejabat Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
Tak hanya itu, sistem ini juga mencakup pengaturan bagasi yang langsung disesuaikan dengan akomodasi jemaah. Dengan demikian, setibanya di Madinah atau Makkah, jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu lama di bandara.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menegaskan seluruh pintu masuk telah disiapkan secara maksimal dengan dukungan teknologi modern dan personel terlatih. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar proses kedatangan jemaah berjalan lancar dan aman,” tegas otoritas setempat.
Sejak diluncurkan pada 2017, inisiatif Rute Makkah telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah dan terus diperluas ke berbagai negara, termasuk Senegal dan Brunei Darussalam pada tahun ini. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi besar Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji bagi umat Muslim dunia.







