JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir mulai mengalami peningkatan.
PT Kereta Api Indonesia melalui KAI Daop 1 Jakarta mencatat tren kenaikan volume penumpang terjadi sejak 11 Maret hingga awal April 2026.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa pada 11 Maret 2026 terdapat 29.824 pelanggan yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta, sementara jumlah penumpang yang datang mencapai 16.514 orang.
Jumlah tersebut meningkat pada 12 Maret dengan total keberangkatan mencapai 40.178 pelanggan dan kedatangan sebanyak 22.092 pelanggan.
“Peningkatan kembali terjadi pada 13 Maret dengan jumlah keberangkatan mencapai 46.834 pelanggan dan kedatangan 23.549 pelanggan,” ujar Franoto dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
Sementara itu, data sementara pada 14 Maret hingga siang hari menunjukkan jumlah penumpang yang berangkat telah mencapai 49.895 orang, sedangkan jumlah kedatangan tercatat sebanyak 30.841 orang.
Secara kumulatif selama periode 11 hingga 14 Maret 2026, total pelanggan yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 166.821 orang, sementara penumpang yang tiba berjumlah 88.325 orang.
Pada 14 Maret, keberangkatan penumpang terbanyak berasal dari Stasiun Pasar Senen dengan 18.171 pelanggan, disusul Stasiun Gambir sebanyak 17.176 pelanggan. Selanjutnya, keberangkatan juga tercatat dari Stasiun Bekasi sebanyak 6.317 pelanggan, Stasiun Cikarang 3.733 pelanggan, Stasiun Jatinegara 2.512 pelanggan, Stasiun Cikampek 1.160 pelanggan, serta Stasiun Karawang sebanyak 916 pelanggan.
Adapun untuk kedatangan penumpang pada hari yang sama didominasi oleh Stasiun Pasar Senen dengan 10.168 pelanggan, diikuti Stasiun Gambir sebanyak 7.711 pelanggan. Kemudian Stasiun Bekasi mencatat 5.954 pelanggan, Stasiun Jatinegara 4.228 pelanggan, Stasiun Cikarang 1.198 pelanggan, Stasiun Cikampek 887 pelanggan, dan Stasiun Karawang sebanyak 695 pelanggan.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan total kapasitas 1.076.196 kursi untuk perjalanan kereta api jarak jauh. Hingga saat ini, sebanyak 698.021 tiket telah terjual atau dipesan masyarakat.
Dengan demikian, masih tersedia sekitar 377.902 kursi dengan tingkat keterisian sementara mencapai sekitar 65 persen.
Franoto menambahkan bahwa periode dengan penjualan tiket tertinggi terjadi pada 11 hingga 20 Maret 2026 dengan total penjualan mencapai 451.219 tiket.
Beberapa tanggal dengan jumlah penjualan tertinggi antara lain 15 Maret sebanyak 51.044 tiket, 18 Maret sebanyak 49.663 tiket, 19 Maret sebanyak 49.023 tiket, 16 Maret sebanyak 48.669 tiket, serta 17 Maret sebanyak 47.275 tiket.
Menurutnya, pada periode 15 hingga 20 Maret, rata-rata sisa kursi yang tersedia kurang dari 1.000 per hari sehingga sejumlah tanggal keberangkatan sudah mendekati kondisi penuh.
Berdasarkan kelas layanan, kapasitas kursi kelas eksekutif mencapai 510.527 kursi dengan sisa sekitar 225.104 kursi. Untuk kelas ekonomi komersial tersedia 446.965 kursi dengan sisa 124.056 kursi, sedangkan kelas ekonomi bersubsidi atau PSO memiliki kapasitas 118.704 kursi dengan sisa 28.742 kursi.
Meski beberapa tanggal mulai padat, KAI memastikan masyarakat masih memiliki banyak pilihan perjalanan. Untuk keberangkatan pada periode 21 Maret hingga 1 April 2026, masih tersedia sekitar 359.025 kursi yang dapat dipesan oleh calon penumpang.







