TANGERANG SELATAN – Kentang kerap dianggap sebagai makanan yang perlu dihindari oleh orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, tidak semua jenis kentang memberikan efek yang sama terhadap tubuh. Dua jenis yang sering dibandingkan adalah ubi jalar dan kentang putih. Lalu, mana yang sebenarnya lebih baik untuk menjaga gula darah?
Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Ubi jalar maupun kentang putih sama-sama memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh dan tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, asalkan dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Dilansir dari Eating Well, ubi jalar dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang kaya akan nutrisi. Salah satu kandungan utamanya adalah beta-karoten, yaitu senyawa yang akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.
Dalam satu ubi jalar ukuran sedang, kandungan vitamin A bahkan dapat memenuhi lebih dari kebutuhan harian tubuh. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu proses pertumbuhan dan perbaikan sel.
Selain itu, ubi jalar juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin C yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, kalium yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah, serta mangan yang mendukung metabolisme energi.
Ubi jalar juga memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, sekitar 4 gram dalam satu porsi. Serat ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.
Di sisi lain, kentang putih sering dianggap kurang sehat dibandingkan ubi jalar. Padahal, kentang juga memiliki berbagai manfaat nutrisi yang tidak kalah penting.
Salah satu kandungan utama dalam kentang adalah vitamin C. Satu kentang ukuran sedang dapat memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan vitamin C harian. Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan sekaligus meningkatkan sistem imun.
Kentang putih juga dikenal kaya akan kalium, bahkan jumlahnya bisa lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis buah. Mineral ini berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu kerja otot, serta mendukung fungsi saraf.
Selain itu, kentang mengandung pati resisten (resistant starch). Jenis pati ini tidak langsung dicerna di usus kecil, melainkan difermentasi di usus besar dan bekerja mirip seperti serat.
Pati resisten dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus membantu mengontrol kadar gula darah setelah makan. Menariknya, kandungan pati resisten pada kentang bisa meningkat jika kentang dimasak terlebih dahulu lalu didinginkan sebelum dikonsumsi.
Banyak orang beranggapan bahwa ubi jalar selalu lebih baik untuk gula darah dibandingkan kentang putih. Namun kenyataannya tidak selalu demikian.
Dampak suatu makanan terhadap gula darah biasanya diukur menggunakan indeks glikemik (GI), yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.
Nilai indeks glikemik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis ubi atau kentang, metode memasak, hingga makanan lain yang dikonsumsi bersamaan.
Sebagai contoh, ubi jalar yang direbus umumnya memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan ubi jalar yang dipanggang atau digoreng. Hal yang sama juga berlaku pada kentang.
Di sisi lain, kentang putih memiliki kandungan pati resisten yang dapat membantu tubuh mengontrol kadar gula darah setelah makan, terutama jika cara pengolahannya tepat.







