Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan dalam mengakses informasi. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi di internet dan media sosial juga menimbulkan tantangan baru bagi masyarakat, khususnya bagi para pelajar yang aktif menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Tidak semua informasi yang beredar di dunia digital memiliki kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kemampuan literasi digital dan berpikir kritis menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh generasi muda.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIVERSITAS PAMULANG melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupaya memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman literasi digital bagi para pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 November 2025 di SMA Negeri 74 Jakarta dengan mengusung program bertajuk “Pembelajaran Interaktif Berbasis Simulasi untuk Membentuk Karakter Pelajar yang Kritis terhadap Informasi Digital.”
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen UNIVERSITAS PAMULANG, yaitu Sahla Auraqil Jannah, Nadzera Permata Putri, dan Mohamad Ilkham Aufa. Program tersebut bertujuan untuk membantu para siswa meningkatkan kemampuan dalam menyaring, menganalisis, serta mengevaluasi berbagai informasi yang mereka temui di internet maupun media sosial.
Di era digital saat ini, pelajar menjadi salah satu kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi informasi. Berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi sumber informasi yang sering diakses setiap hari. Namun, tanpa kemampuan literasi digital yang baik, pelajar berpotensi menerima informasi secara mentah tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kondisi ini dapat menyebabkan kesalahpahaman bahkan penyebaran informasi yang tidak benar.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa UNIVERSITAS PAMULANG berharap para siswa dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyaring serta mengevaluasi informasi yang beredar di media digital. Kemampuan tersebut menjadi sangat penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Dan kami menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi para siswa. Salah satu metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis simulasi, di mana siswa diajak untuk terlibat secara langsung dalam proses belajar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk berperan sebagai “detektif informasi” yang bertugas menganalisis berbagai contoh berita atau informasi yang beredar di media digital. Siswa diminta untuk mengidentifikasi apakah informasi tersebut termasuk fakta yang valid atau justru merupakan hoaks. Melalui kegiatan simulasi ini, siswa belajar memahami ciri-ciri informasi yang dapat dipercaya serta pentingnya memeriksa sumber informasi sebelum mempercayainya. Selain kegiatan simulasi, program ini juga dilengkapi dengan diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis informasi yang dilakukan oleh para siswa.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Metode pembelajaran yang interaktif membuat suasana kegiatan menjadi lebih menarik dan berbeda dari proses pembelajaran di kelas pada umumnya. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif terlibat dalam menganalisis dan mendiskusikan berbagai informasi yang mereka temui di dunia digital.
Sebagai bagian dari kegiatan PKM, program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNIVERSITAS PAMULANG dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelajar yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik dan mampu menghadapi tantangan informasi di era digital secara lebih cerdas dan bertanggung jawab.
Penulis:
Sahla Auraqil Jannah
Nadzera Permata Putri
Mohamad Ilkham Aufa
Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Universitas Pamulang







