TANGERANG SELATAN – Literasi keuangan adalah salah satu keterampilan dasar yang sangat penting untuk ditanamkan pada usia dini. Sayangnya, tingkat pemahaman anak-anak tentang pengelolaan uang seringkali masih rendah, khususnya minimnya edukasi mengenai hal tersebut yang relevel dengan ketersediaan wujud dan tingkat kematangan pembelajaran.
Menghadapi hal itu, tim mahasiswa dari Program Studi Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) sukses mengadakan Pengabdian pada masyarakat berupa kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) di TPA Yayasan Al-Fityan Huseini, Jakarta Selatan, pada Selasa, 18 November 2025.
Kegiatan ini berjudul Sosialisasi Pentingnya Pengelolaan Keuangan Sejak Dini untuk Anak-Anak ini bertujuan memvisualisasikan anak-anak tentang apakah itu uang, apa itu tabungan, dan menjadikan anak-anak lebih disiplin dalam menggunakan uang saku milik mereka.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Program Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa yang terdiri dari Tatik Apriyani Hidayat (Ketua), Anggita Julianti, Maylani Mega Utami, Sari, dibawah bimbingan dosen Ahmad Syauqi, S.E., M.M., bukanlah program yang semata bersifat teoritis, tetapi program yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini.
Tatik Apriyani Hidayat, sebagai ketua dari kelompok menjelaskan bahwa penentuan TPA Yayasan Al-Fityan Huseini sebagai lokasi pengabdian berdasarkan pentingnya pendidikan nonformal dalam menyebarkan nilai-nilai positif di luar kurikulum sekolah formal. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan sejak dini, sehingga anak-anak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sejak sekarang,” ujarnya dalam laporan kegiatan.
Metode Pembelajaran yang Interaktif dan Islami
Karena mengakui bahwa sasaran si pengamat adalah anak-anak, team pelaksana menggunakan strategi yang komunikatif, interaktif, dan sebagainya. Ada beberapa metode utama yang diterapkan dalam sosialisasi ini:
- Diskusi Interaktif dan Ice Breaking. Pembukaan dilakukan dengan suasana hangat untuk membangun kenyamanan bagi para peserta, agar mereka berani berpartisipasi aktif.
- Presentasi Visual. Bahan penampilan menggunakan media berupa slide dan gambar menarik yang dapat mewakili kehidupan sehari-hari anak, missal contoh uang jajan dan penggunaan celengan.
- Storytelling Islami. Salah satu bagian yang paling diminati adalah kisah Sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf. Melalui kisah ini, anak-anak diajarkan nilai kejujuran, kerja keras dalam mencari harta halal, serta pentingnya berbagi kepada sesama melalui sedekah.
- Praktik Langsung. Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga disimulasikan menabung dan latihan menentukan prioritas belanja.
Membedakan Kebutuhan vs Keinginan
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah kemampuan membedakan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Mahasiswa memberikan contoh nyata: buku sekolah dan makanan sehat adalah kebutuhan, sedangkan mainan baru atau jajan berlebihan seringkali merupakan keinginan.
Dengan demikian, dengan memahami perbedaan ini diharapkan anak-anak tersebut tidak lagi menghabiskan uang dengan impulsive. Selayaknya mereka mulai mengenal kesadaran untuk menyisihkan sebagian uang sakunya ke dalam celengan.
Hasil yang Dicapai: Lebih dari Sekadar Menabung
Berdasarkan pada evaluasi selama kegiatan berlangsung, antusiasme yang ditunjukkan oleh padara peserta sangat luar biasa. Indikator keberhasilan terlihat dari beberapa aspek:
- Peningkatan Pemahaman: Anak-anak mulai memahami fungsi uang dan arti penting menabung sebagai cadangan masa depan.
- Perubahan Sikap: Melalui simulasi, peserta mampu mempraktikkan cara menyisihkan uang saku secara rutin.
- Penanaman Nilai Moral: Selain aspek finansial, anak-anak menyerap nilai kejujuran dan kepedulian sosial melalui konsep berbagi atau bersedekah.
Pihak Yayasan Al-Fityan Huseini menyambut baik inisiatif ini. Program ini dianggap memberikan nilai tambah bagi yayasan dalam membekali keterampilan hidup (life skills) bagi para santri TPA, melengkapi pendidikan keagamaan yang sudah ada.
Manfaat Bagi Mahasiswa dan Akademisi
Bagi para mahasiswa Universitas Pamulang, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain mengasah kemampuan komunikasi dan kerja sama tim, mereka juga belajar bagaimana menyederhanakan konsep akuntansi dan manajemen keuangan agar bisa diterima oleh masyarakat awam, bahkan anak-anak sekalipun.
Harapan ke Depan
Dalam laporan penutupnya, tim Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) memberikan saran agar edukasi literasi keuangan ini tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja. Diperlukan sinergi antara pengelola TPA dan orang tua untuk terus memantau dan memotivasi kebiasaan menabung anak-anak di rumah.
“Harapan kami, kebiasaan menabung yang diajarkan hari ini bisa menjadi karakter yang melekat hingga mereka dewasa nanti. Kesadaran finansial adalah modal penting bagi mereka untuk menghadapi masa depan yang lebih sejahtera,“ tutur Tatik dalam kesimpulan laporannya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi keuangan tidak harus kaku dan membosankan. Dengan metode yang tepat, anak-anak bisa memulai perubahan dalam mengelola keuangan keluarga dimulai dari celengan kecil mereka sendiri.
Penulis:
Tatik Apriyani Hidayat
Mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang
Artikel ini disusun berdasarkan Laporan Akhir Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang Tahun Akademik Ganjil 2025/2026.







