DEPOK – Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menegaskan pentingnya transformasi perguruan tinggi dalam menghadapi era disrupsi global. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam President’s Dialogue Session pada konferensi tahunan Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) 2026 di Hong Kong.
Dalam pidato bertajuk “The Mandate for Future-Proofing Education”, Prof. Heri menyoroti bahwa disrupsi yang dipicu oleh percepatan teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik telah menjadi keniscayaan. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh lagi sekadar menjadi penyampai pengetahuan konvensional.
“Pendidikan tinggi harus melampaui model tradisional. Kita perlu menyiapkan mahasiswa bukan hanya untuk profesi hari ini, tetapi untuk tantangan masa depan yang bahkan belum terdefinisikan,” ujar Prof. Heri dalam forum yang mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi dunia tersebut, Kamis (26/2/2026).
Guna membangun pendidikan yang tangguh (resilient), Prof. Heri memaparkan tiga kapasitas utama yang wajib dimiliki institusi pendidikan di masa depan:
Adaptabilitas: Menekankan pada kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan resiliensi mahasiswa.
Pembelajaran Sepanjang Hayat: Penguatan project-based learning, kolaborasi industri, mobilitas global, serta ekosistem re-skilling dan up-skilling.
Tanggung Jawab: Memastikan inovasi tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan dan inklusi sosial.
Lebih lanjut, Prof. Heri menjelaskan bahwa kekuatan universitas terletak pada keberagaman dan dinamismenya. Dengan kolaborasi internasional yang erat, perguruan tinggi dapat mengubah tantangan disrupsi menjadi peluang strategis.
“Tujuan pendidikan tinggi bukan semata menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi membentuk inovator yang lincah dan warga global yang berintegritas,” tegasnya.
Sebagai informasi, APAIE 2026 merupakan pameran pendidikan internasional bergengsi yang berlangsung pada 23–27 Februari 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre. Mengusung tema “Asia-Pacific Partnerships for the Global Good”, ajang ini dihadiri sekitar 2.500 delegasi dari 65 negara.
Konferensi ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari tren pendidikan lintas batas, kolaborasi riset, hingga kontribusi perguruan tinggi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Partisipasi aktif Rektor UI dalam forum internasional ini mempertegas komitmen Universitas Indonesia untuk terus memperluas jejaring global dan berperan aktif dalam membentuk masa depan pendidikan tinggi yang adaptif dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik maupun dunia.







