JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan merespons perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pemerintah memastikan pelindungan warga negara Indonesia (WNI) menjadi prioritas utama.
Melalui Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) dan seluruh Perwakilan RI di kawasan, Kemlu RI mengimbau WNI agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan perwakilan Indonesia terdekat.
Bagi WNI yang menghadapi kondisi darurat atau mengalami kendala perjalanan, Kemlu RI menyediakan layanan hotline yang dapat dihubungi selama 24 jam. Berikut daftar lengkap nomor darurat yang dapat diakses:
Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI (Jakarta):
+62 812-9007-0027
Perwakilan RI di Arab Saudi:
-
KBRI Riyadh: +966 569173990
-
KJRI Jeddah: +966 503609667
Uni Emirat Arab:
-
KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
-
KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
Qatar:
-
KBRI Doha: +974 44657945 / +974 44664981 / +974 33322875
Kuwait:
-
KBRI Kuwait City: +965 97206060 / +965 97809760
Bahrain:
-
KBRI Manama: +973 38791650
Yordania:
-
KBRI Amman: +962 779150407
Irak:
-
KBRI Baghdad: +964 7769842020
Iran:
-
KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
Lebanon:
-
KBRI Beirut: +961 70817310
Suriah:
-
KBRI Damaskus: +963 954444810
Kemlu RI juga mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana bepergian melalui atau transit di kawasan Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menundanya hingga situasi lebih kondusif.
Pemerintah menegaskan akan terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap dinamika keamanan dan mengambil langkah yang diperlukan demi menjamin keselamatan serta kenyamanan seluruh WNI di kawasan tersebut.







