TANGSELXPRESS – Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan mulai Sabtu (19/9/2026) pukul 00.01 WIB, setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Pembukaan kembali kawasan wisata Bromo dilakukan melalui empat pintu masuk, yakni dari Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.
Kabar dibukanya kembali kawasan Bromo menjadi angin segar bagi wisatawan dan pelaku jasa wisata di sekitar kawasan tersebut. Terlebih, pembukaan kembali dilakukan bertepatan dengan momentum libur akhir pekan.
Di Kabupaten Probolinggo, salah satu akses menuju kawasan Bromo berada di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Wisatawan kembali dapat menikmati sejumlah destinasi unggulan, mulai dari panorama matahari terbit atau sunrise, Pasir Berbisik hingga Kawah Bromo.
Jejak Kebakaran Masih Terlihat
Meski telah dibuka kembali, wisatawan diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Jejak kebakaran masih terlihat di sejumlah titik kawasan Bromo.
Vegetasi yang terbakar menyisakan abu dan menjadi pengingat bahwa sebagian kawasan masih memiliki kondisi yang rawan terhadap kebakaran, terutama dengan keberadaan vegetasi kering.
Kasat Pamobvit Polres Probolinggo AKP Merdhania Previta Shanty mengimbau wisatawan dan masyarakat turut menjaga keamanan serta kelestarian kawasan Bromo selama berwisata.
“Kami mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk tidak menyalakan api di kawasan Bromo. Jangan membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi vegetasi masih kering dan rawan terbakar,” ujar Merdhania.
Menurutnya, dibukanya kembali kawasan wisata Bromo harus dibarengi dengan kesadaran seluruh pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Jangan melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Mari bersama-sama menjaga kawasan Bromo agar kejadian kebakaran tidak kembali terjadi,” katanya.
Pembukaan kembali kawasan Bromo diperkirakan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya pada akhir pekan.
Karena itu, petugas mengingatkan wisatawan agar tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut menjaga kawasan dari potensi kebakaran.
Wisatawan juga diminta mematuhi seluruh ketentuan dan imbauan petugas selama berada di kawasan TNBTS.
Kewaspadaan menjadi penting mengingat sejumlah titik masih menyisakan vegetasi kering yang mudah terbakar.
Dengan kembali dibukanya akses wisata, kawasan Bromo diharapkan kembali menggeliat dan memberikan manfaat bagi wisatawan maupun pelaku ekonomi di sekitarnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta kelestarian lingkungan.







