JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 2,23 juta tiket Angkutan Lebaran 2026 masih tersedia untuk periode keberangkatan Maret hingga April 2026. Masyarakat sudah dapat memesan kursi kereta api sejak sekarang guna mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik dan balik.
Berdasarkan data penjualan per Jumat, 27 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, tren pemesanan menunjukkan angka yang sangat positif, khususnya untuk relasi dari arah Jakarta menuju Surabaya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan momentum libur Lebaran sebaiknya dimanfaatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
“Momentum libur Lebaran dapat dimanfaatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini. Bagi mahasiswa dan pekerja asal Jabodetabek yang saat ini berada di Yogyakarta, Semarang, Solo, maupun Surabaya, ketersediaan tiket untuk perjalanan kembali masih cukup terbuka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Secara keseluruhan, sebanyak 1.870.548 tiket telah terjual dari total 4.105.323 tempat duduk yang disiapkan KAI. Dengan demikian, tingkat okupansi untuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) telah mencapai sekitar 52,60 persen dari total kapasitas.
Sementara itu, penjualan tiket untuk Kereta Api (KA) Lokal masih tercatat 32.995 kursi. Angka tersebut relatif rendah karena pemesanan KA Lokal baru dapat dilakukan tujuh hari sebelum jadwal keberangkatan.
Ketersediaan tiket terbanyak saat ini terpantau pada keberangkatan 1 April 2026 dengan tingkat keterisian baru mencapai 11,06 persen. Adapun untuk jadwal 31 Maret 2026, pemesanan juga masih tergolong rendah.
Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo, menegaskan pihaknya terus memantau dinamika penjualan tiket sekaligus memastikan kesiapan operasional selama masa Angkutan Lebaran.
“KAI terus memantau dinamika penjualan tiket serta memastikan kesiapan operasional agar Angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta memberikan ruang mobilitas yang optimal bagi masyarakat,” katanya.
KAI mengimbau calon penumpang untuk mempertimbangkan tanggal dengan tingkat okupansi rendah guna memperoleh pilihan jadwal yang lebih fleksibel. Operator juga memastikan kualitas pelayanan tetap dijaga agar perjalanan para pemudik dapat berlangsung aman dan nyaman selama periode Lebaran 2026.







