MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang dimiliki oleh civitas akademika.
PKM kali ini menyasar generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja, khususnya siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang diharapkan dapat memperoleh tambahan bekal mengenai persiapan Mental Diri Dalam Zona Lapangan Pekerjaan
Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 di SMK Yapan Indonesia, dengan tema “Mempersiapkan Mental Diri Dalam Zona Lapangan Pekerjaan” Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Nur Istiqomah, dengan anggota pelaksana Alfin Safila dan Nasrullah. Tema ini dipilih sebagai bentuk respons terhadap Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut lulusan SMK memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan teknis.

Dunia industri membutuhkan calon tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara hard skills, tetapi juga memiliki soft skills yang matang, seperti komunikasi, manajemen emosi, pemecahan masalah, adaptasi, dan kerja sama tim. Sayangnya, banyak siswa SMK yang mengalami hambatan mental seperti rasa gugup, kurang percaya diri, takut berbicara di depan publik, serta kesulitan berinteraksi dengan lingkungan baru.
SMK Yapan Indonesia sebagai lembaga pendidikan kejuruan memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan profesional. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembinaan mental, komunikasi, dan soft skills kepada siswa melalui pelatihan yang terarah, interaktif, dan aplikatif. Pelatihan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi sekolah dengan tuntutan dunia kerja.
Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan wawasan dan kesiapan mental siswa SMK Yapan Indonesia. Penyampaian materi mengenai soft skills memberikan pemahaman baru bagi siswa bahwa kesiapan mental merupakan faktor penentu keberhasilan dalam memasuki dunia kerja. Praktik langsung dalam simulasi interview dan public speaking memberikan pengalaman yang nyata, sehingga peserta dapat merasakan bagaimana menghadapi situasi profesional yang sesungguhnya.
Pendekatan partisipatif terbukti efektif karena siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga mempraktikkannya. Bahkan siswa yang awalnya pasif menjadi lebih berani untuk bertanya dan menyampaikan pendapat setelah beberapa kali mengikuti simulasi.
Namun, hambatan seperti rasa cemas dan kurangnya keberanian masih menjadi tantangan utama. Hal ini menunjukkan perlunya pelatihan berkala dan terstruktur agar siswa dapat membangun mental yang lebih stabil dan percaya diri.
Dengan adanya pelatihan ini, siswa mendapatkan bekal penting dalam mengembangkan karakter profesional dan meningkatkan kesiapan kerja. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan kolaboratif antara perguruan tinggi, sekolah, dan dunia industri.
Pelatihan soft skills dan mental diri bagi siswa SMK Yapan Indonesia memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja. Melalui kegiatan yang interaktif dan aplikatif, siswa berhasil memahami pentingnya keterampilan non-teknis dan mulai menumbuhkan mental yang lebih kuat dan adaptif.
Program ini menunjukkan bahwa peningkatan kesiapan mental tidak cukup dilakukan sekali, tetapi memerlukan pembinaan jangka panjang yang terintegrasi dalam aktivitas sekolah. dunia kerja yang terus berubah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mental dan kompetensi siswa dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif dan berbasis teknologi tinggi dan memiliki komunikasi yang baik.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara institusi pendidikan tinggi dengan sekolah menengah dalam rangka menciptakan lulusan yang unggul dan siap kerja. Tim PKM juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, agar dampak positif yang ditimbulkan semakin luas.
Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus informasi bagi masyarakat umum, khususnya civitas pendidikan, tentang pentingnya Mempersiapkan Mental Diri Dalam Zona Lapangan Pekerjaan
Penulis:
Kelompok 5
1. Alfin Safila (Jurusan Manajemen)
2. Nur Istiqomah (Jurusan Manajemen)
3. Nasrullah (Jurusan Manajemen)
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang Prodi Manajemen







