• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Implikasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial terhadap Karakter Bangsa

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juni 20, 2023
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Implikasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial terhadap Karakter Bangsa
100
SHARES
223
VIEWS

BAHASA adalah alat yang kuat dan umum untuk komunikasi manusia. Budaya tercermin dalam bahasa. Akibatnya, bahasa mengandung standar budaya yang mengontrol bagaimana penuturnya berperilaku ketika berbicara.

Media sosial merupakan sarana komunikasi publik online yang efektif di era teknologi informasi ini. Penciptaan opini publik sangat dipengaruhi oleh media sosial di dunia maya, antara lain Twitter, Facebook, blog, dan forum diskusi online.

Platform ini saat ini sangat disukai oleh populasi global. Media sosial dapat digunakan dalam situasi ini untuk berbagai hal, seperti mempromosikan program, membentuk opini, mencitrakan orang atau kandidat, dan menyebarluaskan propaganda politik.

Meningkatnya penggunaan bahasa alay di kalangan remaja merupakan salah satu gambaran spesifik tentang bagaimana media sosial telah menyebabkan bahasa berubah.

Para pakar bahasa beranggapan bahwa fenomena pembentukan bahasa ini merupakan akibat dari pencemaran linguistik. Karena media sosial telah menjadi cara komunikasi yang populer, telah terjadi kontaminasi.

Tentu saja kosakata yang digunakan di media sosial berbeda-beda, beberapa orang menggunakan bahasa gaul, istilah sarkastik, kata-kata dari bahasa lain, dan akronim. Dan setelah melakukan investigasi, kami menemukan bahwa secara umum penggunaan bahasa di media sosial kurang baik dan tidak mengikuti pedoman penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

BACA JUGA :  Menumbuhkan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Mengelola Keuangan Pribadi Siswa

Pemakaian bahasa Indonesia dalam berinteraksi baik secara lisan maupun tulisan lambat laun akan mengubah cara kita berbahasa dan berkomunikasi dengan orang lain.

Sebagian besar remaja saat ini menggunakan frasa yang berasal dari bahasa Inggris, tetapi ada juga individu yang menggunakan istilah slang seperti “sabi”, meskipun kata yang tepat dalam penulisan bahasa Indonesia adalah “bisa”.

Hilangnya kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia—khususnya bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi bangsa dan yang harus kita hargai—adalah akibatnya. Kami putra dan putri Indonesia melestarikan bahasa persatuan Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Sumpah Pemuda III. Tulisan di media sosial seringkali menyimpang dari maksud yang dimaksudkan.

Munculnya ucapan-ucapan sarkastik merupakan tanda dari divergensi tersebut. Menurut data yang terkumpul, banyak pengguna media sosial yang suka mengombinasikan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah saat mengekspresikan emosinya.

BACA JUGA :  Bahaya Merkuri pada Krim Wajah

Salah satu penggunaan bahasa yang digunakan sehari-hari adalah penggunaan bahasa dalam media sosial. Bahasa yang sering kita gunakan di media sosial merupakan bahasa yang tidak baku dan tidak sesuai dengan KBBI.

Orang-orang yang senang bermedia sosial, tentu sudah hafal dengan kosakata baru atau pun singkatan kata yang tidak baku yang seringdigunakan saat berinteraksi melalui media sosial, seperti kata “gue” yang mana kata tersebut merupakan kata dari bahasa gaul yang berasal dari kata “aku”. Dalam kalimat tersebut ada kata “loba” dalam bahasa sunda, yang artinya “banyak” dan ada juga kata “weh” dalam bahasa sunda, yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia “kan”.

Tindakan untuk meningkatkan kesadaran akan nilai karakter bangsa di antara semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Media cetak dan elektronik harus berkontribusi, terutama pengguna media sosial yang jangkauannya luas bahkan global, klaim Tonbuloglu, Dolgun, dan Hasan (2016: 5).

Pembinaan karakter generasi muda dapat dilakukan secara memadai dengan memberdayakan semua aspek, termasuk pemangku kepentingan (orang tua, lembaga pendidikan, ormas, dll), untuk dapat berperan aktif dalam pendidikan karakter.

BACA JUGA :  Remaja Cerdas Finansial: Edukasi Kesadaran Menabung dan Alokasi 50/30/20 dalam Mewujudkan Stabilitas Keuangan Masa Depan

Karakter generasi muda perlu dikembangkan melalui pembudayaan, yaitu melalui pembinaan budi pekerti dan menanamkan nilai-nilai kehidupan sehingga menjadi budaya.

Mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk dan memiliki banyak segi yang terdiri dari banyak suku, ras, dan agama yang berbeda, penting untuk dipahami bahwa bahasa berfungsi sebagai alat interaksi dan komunikasi internasional serta sarana untuk mengekspresikan emosi dan pikiran manusia.

Ini juga membantu orang mengenali dan menerima persamaan dan perbedaan di antara berbagai negara. Jika hal ini diabaikan, kemungkinan besar fungsi negatif Bahasa yakni fungsinya sebagai wahana penyampaian emosi dan gagasan manusia akan terwujud.

Alih-alih berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa bertindak sebagai katalisator konflik yang menyebabkan kesalahpahaman dan ketidaksepakatan di masyarakat, seperti yang terlihat di media sosial.

Penulis:

Aulan Niswah
Prodi Akuntansi S1
Universitas Pamulang

Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.

Tags: Opini mahasiswaRuang Unpamuniversitas pamulangunpam
Previous Post

Pentingnya Motivasi dalam Dunia Organisasi

Next Post

Sekolah Kak Seto: Menyatukan Pendidikan dan Homeschooling dalam Lepas Kenang 2023

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Sekolah Kak Seto: Menyatukan Pendidikan dan Homeschooling dalam Lepas Kenang 2023

Sekolah Kak Seto: Menyatukan Pendidikan dan Homeschooling dalam Lepas Kenang 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com