• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 28 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Ketika Dunia Digital Mempengaruhi Pikiran: Urgensi Digital Wellbeing pada Pelajar

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Januari 23, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
Ketika Dunia Digital Mempengaruhi Pikiran: Urgensi Digital Wellbeing pada Pelajar
220
SHARES
2.7k
VIEWS

PERKEMBANGAN teknologi digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelajar. Hampir semua aktivitas, mulai dari belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, tidak lepas dari smartphone dan internet. Media sosial, game online, dan berbagai aplikasi digital memang memberi banyak kemudahan. Namun, di balik semua manfaat tersebut, ada dampak yang sering luput diperhatikan, yaitu pengaruhnya terhadap kesehatan mental.

Banyak pelajar yang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Mereka terus terhubung dengan dunia digital, tetapi justru merasa lelah, mudah stres, dan sulit fokus. Kondisi inilah yang menunjukkan bahwa penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman tentang digital wellbeing agar tidak berdampak buruk bagi pikiran dan perasaan.

Memahami Sehat Mental di Dunia Digital

Sehat mental di dunia digital bukan berarti harus menjauh dari teknologi. Justru, sehat mental berarti mampu menggunakan teknologi dengan cara yang tepat tanpa merasa tertekan atau kehilangan kendali. Seseorang yang sehat secara mental di era digital mampu mengatur emosinya, tidak mudah cemas karena media sosial, serta tahu kapan harus berhenti dari aktivitas digital.

Di dunia digital, pelajar sering dihadapkan pada berbagai tekanan. Melihat unggahan orang lain yang terlihat lebih sukses atau bahagia bisa menimbulkan rasa minder. Komentar negatif di media sosial juga bisa memengaruhi kepercayaan diri. Belum lagi kebiasaan scrolling tanpa batas yang membuat pikiran terasa penuh dan lelah. Jika hal ini dibiarkan, kondisi mental pelajar bisa terganggu tanpa disadari.

BACA JUGA :  Pementasan Teater Unpam: Ajang Elegan Mahasiswa Melesatkan Bakat Seni

Karena itu, sehat mental di dunia digital juga berkaitan dengan kemampuan menyaring informasi, memilih konten yang bermanfaat, dan mengatur waktu penggunaan gadget. Teknologi seharusnya membantu pelajar berkembang, bukan membuat mereka merasa tertekan.

Tantangan Digital Apa yang Dihadapi Pelajar

Pelajar saat ini hidup di lingkungan digital yang sangat aktif. Informasi datang dari berbagai arah, notifikasi terus berbunyi, dan tuntutan untuk selalu online seolah tidak ada habisnya. Situasi ini membuat banyak pelajar sulit beristirahat secara mental.

Beberapa masalah yang sering muncul antara lain kecanduan gadget, sulit tidur, mudah emosi, dan menurunnya konsentrasi belajar. Selain itu, interaksi sosial secara langsung mulai berkurang karena lebih banyak dilakukan lewat layar. Padahal, hubungan nyata dengan keluarga dan teman tetap penting untuk menjaga kesehatan mental.

Jika pelajar tidak dibekali pemahaman yang cukup, dunia digital bisa berubah menjadi sumber stres. Inilah alasan mengapa edukasi digital wellbeing sangat dibutuhkan, terutama di lingkungan sekolah.

Pendekatan Kegiatan yang Mudah Dipahami dengan Siswa

Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, pendekatan yang digunakan adalah edukatif dan partisipatif. Pendekatan edukatif dilakukan dengan memberikan penjelasan sederhana tentang bagaimana teknologi bisa memengaruhi pikiran dan perasaan. Materi disampaikan menggunakan contoh yang sering dialami siswa, sehingga terasa dekat dan tidak membosankan.

BACA JUGA :  PKM Unpam: Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Keluarga Melalui Investasi Syariah

Pendekatan partisipatif membuat siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga ikut terlibat. Mereka diajak berbagi pengalaman tentang kebiasaan bermain gadget, penggunaan media sosial, serta tekanan yang pernah dirasakan. Dengan cara ini, siswa bisa lebih jujur mengenali kondisi dirinya sendiri.

Selain itu, kegiatan juga dibuat interaktif melalui diskusi ringan, tanya jawab, dan simulasi situasi sehari-hari. Siswa diajak berpikir bagaimana cara menggunakan teknologi dengan lebih sehat, seperti mengatur waktu layar, berani istirahat dari media sosial, dan memanfaatkan gadget untuk hal-hal yang positif.

Mengapa Siswa SMK Menjadi Sasaran Utama?

Siswa SMK berada pada usia remaja dan awal dewasa, masa di mana emosi masih mudah berubah dan tekanan dari lingkungan cukup besar. Selain tuntutan akademik, mereka juga menghadapi tekanan pergaulan dan ekspektasi di media sosial. Jika tidak diarahkan dengan baik, kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan mental mereka.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata itu penting. Mereka belajar bahwa tidak semua hal di media sosial harus diikuti dan tidak semua informasi harus ditelan mentah-mentah. Sikap saling menghargai, empati, dan peduli terhadap kondisi mental diri sendiri maupun teman juga menjadi bagian penting dari digital wellbeing.

BACA JUGA :  Gerakan 'TOS' (Tertib Olah Sampah) Pembentukan Kebiasaan dan Aturan Pemilahan Sampah Rumah Tangga di Lingkungan RT/RW

Pelaksanaan Kegiatan di Lingkungan Sekolah

Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada Jumat, 14 November 2025, di UPTD SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan. Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti rangkaian acara yang dirancang agar suasana tetap santai namun bermakna. Materi disampaikan secara komunikatif, diselingi diskusi dan aktivitas reflektif agar siswa tidak merasa jenuh.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diajak untuk berpikir dan merasakan langsung pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital. Harapannya, kebiasaan positif ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Penutup

Dunia digital memang tidak bisa dihindari, tetapi bisa dikendalikan. Dengan pemahaman digital wellbeing, pelajar dapat tetap sehat secara mental, lebih fokus belajar, dan merasa nyaman dalam menggunakan teknologi. Edukasi yang tepat dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan siswa menjadi kunci agar pesan tentang kesehatan mental benar-benar dipahami dan dijalani. Jika teknologi digunakan dengan bijak, dunia digital justru bisa menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan pelajar.

 

Penulis:

Kelompok 5

  1. Muhamad Budi Nur Sabari (Jurusan Manajemen)
  2. Tesa Afliyenti (Jurusan Manajemen)
  3. Stefania Fredeline Melinda Wattimena (Jurusan Manajemen)

Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Tags: PKM UnpamUrgensi Digital Wellbeing pada Pelajar
Previous Post

Pengenalan Self-Love dan Pengembangan Diri Positif

Next Post

Audiensi Strategis AHY dan Rektor UI Bahas Infrastruktur Berbasis Inovasi

Related Posts

Media Sosial: Jembatan Emas Menuju Branding Kuat dan Kesuksesan Digital
DUNIA KAMPUS

Media Sosial: Jembatan Emas Menuju Branding Kuat dan Kesuksesan Digital

Januari 26, 2026
2.9k
Mempersiapkan Mental Diri dalam Zona Lapangan Pekerjaan
DUNIA KAMPUS

Mempersiapkan Mental Diri dalam Zona Lapangan Pekerjaan

Januari 24, 2026
2.4k
Menumbuhkan Rasa Kepercayaan Diri dalam Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Menumbuhkan Rasa Kepercayaan Diri dalam Berkomunikasi

Januari 24, 2026
2.5k
Mengasah Emosi, Memperkuat Karakter: Pelatihan Kecerdasan Emosional di SMK Yapan Indonesia
DUNIA KAMPUS

Mengasah Emosi, Memperkuat Karakter: Pelatihan Kecerdasan Emosional di SMK Yapan Indonesia

Januari 24, 2026
2.3k
Langkah Bijak Anak Muda dalam Bertindak dan Memutuskan
DUNIA KAMPUS

Langkah Bijak Anak Muda dalam Bertindak dan Memutuskan

Januari 24, 2026
2.4k
Membuka Potensi Kreatif dalam Kehidupan Sehari-hari
DUNIA KAMPUS

Membuka Potensi Kreatif dalam Kehidupan Sehari-hari

Januari 24, 2026
2.4k
Next Post
Audiensi Strategis AHY dan Rektor UI Bahas Infrastruktur Berbasis Inovasi

Audiensi Strategis AHY dan Rektor UI Bahas Infrastruktur Berbasis Inovasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com