• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Pergaulan Bebas dan Krisis Identitas Generasi Muda

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Januari 7, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Pergaulan Bebas dan Krisis Identitas Generasi Muda
225
SHARES
2.9k
VIEWS

SEBAGAI mahasiswa, saya sering melihat bagaimana pergaulan bebas semakin menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Banyak hal yang dulu dianggap melanggar norma kini dianggap biasa, bahkan dianggap sebagai bagian dari gaya hidup anak muda. Pesta minuman keras, pergaulan tanpa batas, budaya hura-hura, hingga perilaku tidak jujur di dunia akademik sering kali dibungkus dengan alasan “menikmati masa muda” atau “sekadar ikut pergaulan”.

Masalahnya, tidak semua orang benar-benar menikmati pergaulan seperti itu. Banyak anak muda yang sebenarnya ikut-ikutan karena tekanan lingkungan. Ada rasa takut dianggap tidak gaul, takut dikucilkan, atau takut kehilangan teman. Akhirnya, seseorang memilih menyesuaikan diri, meskipun harus mengorbankan nilai dan prinsip yang sebenarnya ia yakini. Dari sinilah krisis identitas mulai muncul.

Krisis identitas terlihat ketika generasi muda tidak lagi mengenal dirinya sendiri. Banyak yang hidup berdasarkan penilaian orang lain. Media sosial memperparah keadaan ini. Kita berlomba-lomba menampilkan versi terbaik diri kita di layar, tetapi sering kali lupa membangun diri yang sebenarnya. Validasi dari “like” dan komentar menjadi ukuran harga diri. Ketika pengakuan itu tidak didapat, rasa tidak aman, cemas, dan kosong pun muncul.

BACA JUGA :  Pesan Ganjar Pranowo ke Relawan dan Kader: Rangkul Generasi Muda hingga Emak-emak

Pergaulan bebas sering kali dianggap sebagai bentuk kebebasan. Padahal, kebebasan tanpa arah justru dapat menjerumuskan. Banyak mahasiswa yang akhirnya kehilangan fokus akademik, mengalami masalah mental, atau bahkan merusak masa depannya sendiri karena keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang. Kebebasan yang tidak disertai tanggung jawab justru berubah menjadi beban.

Saya melihat bahwa akar persoalan ini bukan hanya pada individu, tetapi juga pada lingkungan. Kurangnya komunikasi dalam keluarga, minimnya pendidikan karakter, serta sedikitnya teladan yang baik di ruang publik membuat generasi muda kesulitan menemukan panutan. Tidak jarang figur publik justru mempertontonkan gaya hidup yang keliru, tetapi tetap mendapat sorotan dan pujian.

Sebagai mahasiswa, kita berada pada fase penting dalam pembentukan jati diri. Dunia kampus seharusnya menjadi ruang untuk bertumbuh, berpikir kritis, dan membangun karakter. Namun, hal ini hanya bisa terjadi jika kita berani menentukan batas dalam pergaulan. Tidak semua ajakan harus diikuti. Tidak semua kebiasaan harus dianggap normal hanya karena banyak orang melakukannya.

BACA JUGA :  Diskon yang Menggiurkan, Belanja yang Berlebihan: Ketika Flash Sale, Gratis Ongkir, dan Voucher Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Menolak pergaulan bebas bukan berarti anti-sosial atau merasa paling benar. Kita tetap bisa berteman, berdiskusi, bekerja sama, dan bersosialisasi secara sehat. Justru dibutuhkan keberanian untuk berkata “cukup” pada hal-hal yang jelas merusak diri sendiri. Keberanian ini adalah tanda kedewasaan, bukan kelemahan.

Menurut saya, generasi muda perlu kembali membangun identitas yang berakar pada nilai, bukan tren sesaat. Ketika seseorang tahu siapa dirinya dan apa tujuan hidupnya, ia tidak mudah terombang-ambing oleh tekanan lingkungan. Pergaulan pun tidak lagi menjadi ancaman, melainkan sarana untuk saling mendukung dan bertumbuh.

Pada akhirnya, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Jika pergaulan bebas terus dibiarkan tanpa refleksi, krisis identitas akan semakin dalam. Namun, jika generasi muda mau sadar, berani berpikir kritis, dan memegang nilai hidup yang kuat, maka kita tidak hanya akan selamat dari krisis identitas, tetapi juga mampu menjadi generasi yang membawa perubahan positif bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Peringati Hari Palang Merah Indonesia, AHY Kirim Pesan untuk Generasi Muda

Penulis:

Fetrayani Sibarani

Unversitas Pamulang Jurusan Akuntansi

Tags: Generasi MudaKrisis IdentitasPergaulan bebas
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Hujan Ringan Merata

Next Post

Sasar Pembeli Remaja, Toko Diduga Jual Obat Keras di Tangsel Dirazia Polisi

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Jual Obat Keras ke Remaja, Toko Ponsel di Cinere Digerebek Polisi

Sasar Pembeli Remaja, Toko Diduga Jual Obat Keras di Tangsel Dirazia Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com