DI tengah tuntutan dunia kerja yang kian kompetitif, persoalan kesiapan sumber daya manusia tidak lagi bisa ditunda hingga jenjang perguruan tinggi. Banyak lulusan sekolah menengah atas yang secara akademik dinyatakan lulus, namun belum dibekali keterampilan dasar untuk memasuki dunia kerja.
Salah satu celah yang masih sering ditemui adalah minimnya pemahaman siswa mengenai cara menyusun curriculum vitae (CV), surat lamaran kerja, serta portofolio digital yang kini semakin dibutuhkan di era rekrutmen berbasis teknologi.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang di SMA PGRI 22 Serpong. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan CV, Surat Lamaran, dan Portofolio Digital untuk Siswa SMA” kegiatan PKM ini merupakan bagian dari tema “Penyuluhan Cara Memilih Karir Impian Agar Siap Masuk Dunia Kerja”.
PKM ini dilaksanakan pada 11 November 2025, bertempat di SMA PGRI 22 Serpong, Jalan Pahlawan Seribu No. 60, Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sebanyak 25 siswa kelas X (kelas 10) mengikuti kegiatan ini dengan antusias, didukung oleh pihak sekolah yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah, Ibu Dini Pelita Sari, S.Pd., mewakili Kepala Sekolah Bapak Eno Sumarna, M.Pd.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pamulang dengan Wulandari sebagai ketua pelaksana, serta anggota Devi Novitasari dan Eka Aprillia Putri di bawah bimbingan Muhammad Gandung, S.E., M.M. selaku dosen pembimbing. Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan menengah dan kebutuhan riil dunia kerja.
Berdasarkan observasi awal, sebagian besar siswa belum memahami fungsi strategis CV dan surat lamaran sebagai representasi diri di mata dunia kerja. Banyak di antara mereka yang masih menganggap dokumen tersebut sebagai formalitas semata, bukan alat komunikasi profesional yang menentukan peluang diterima atau tidaknya seseorang dalam proses rekrutmen.
Melalui pelatihan ini, siswa dibekali pemahaman dasar mengenai penyusunan CV yang efektif, mulai dari pemilihan informasi yang relevan, struktur penulisan, hingga kesalahan umum yang kerap dilakukan pelamar kerja pemula. Selain itu, siswa juga dilatih menyusun surat lamaran kerja yang komunikatif dan sesuai dengan etika profesional, sehingga mampu menggambarkan motivasi dan potensi diri secara tepat.
Menariknya, pelatihan ini tidak berhenti pada pendekatan konvensional. Siswa juga diperkenalkan dengan konsep portofolio digital sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan dunia kerja modern. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami pentingnya rekam jejak digital, personal branding, serta pemanfaatan platform daring sebagai sarana menampilkan karya, prestasi, dan kompetensi sejak dini.
Pendekatan praktik langsung menjadi salah satu keunggulan kegiatan ini. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penyusunan CV dan portofolio sederhana. Salah satu peserta mengungkapkan kesannya, “Selama ini saya belum pernah membuat CV. Dari kegiatan ini, saya jadi tahu bahwa CV bukan hanya untuk orang yang sudah kerja, tapi bisa disiapkan dari sekarang.”
Peserta lainnya menilai bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru terkait persiapan masa depan. “Saya baru sadar kalau portofolio digital itu penting. Ternyata apa yang kita lakukan sekarang bisa disiapkan untuk nanti,” ujarnya.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesiapan non-akademik. Siswa mulai memahami bahwa dunia kerja menuntut lebih dari sekadar nilai rapor, melainkan juga kemampuan menyusun dokumen profesional, kepercayaan diri, serta kesiapan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kegiatan PKM ini menjadi refleksi bahwa penguatan kesiapan sumber daya manusia tidak bisa hanya dibebankan pada satu jenjang pendidikan. Sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda yang lebih siap, adaptif, dan kompetitif. Membekali siswa SMA dengan keterampilan dasar seperti penyusunan CV, surat lamaran, dan portofolio digital sejak dini merupakan langkah kecil, namun strategis, dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan.
Penulis:
Devi Novitasari
Eka Aprillia Putri
Wulandari
Mahasiswa Program Studi Manajemen Univeritas Pamulang







