TANGSELXPRESS – Pemakaian produk pemutih kulit semakin populer di kalangan masyarakat yang mendambakan kulit cerah dan merata.
Meski manfaatnya menggiurkan, namun tidak sedikit yang mendapatkan efeknya seperti kulit rusak karena memakai produk yang tidak cocok atau kurang tepat.
Perlu diingat bahwa tidak semua produk pemutih kulit aman digunakan. Banyak juga produk yang memiliki kandungan bahan kimia keras, seperti merkuri dan hidrokuinon. Bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan kerusakan kulit apabila dipakai secara berlebihan dan tanpa pengawasan ahli.
Pemakaian produk pemutih kulit yang kurang tepat bisa menyebabkan beberapa efek negatif, seperti kulit menjadi kering, iritasi, hingga hiperpigmentasi. Lantas bagaimana cara mengatasi kulit rusak akibat pemutih?
Berikut ini beberapa cara mengatasi kulit rusak akibat pemutih yang bisa Anda terapkan:
- Hentikan penggunaan produk pemutih
Langkah awal dalam mengatasi kerusakan kulit adalah dengan segera berhenti menggunakan produk pemutih yang dicurigai menjadi sumber masalah.
Perhatikan gejala iritasi seperti kemerahan, sensasi terbakar, atau kulit yang mengelupas. Jika tanda-tanda ini muncul, hentikan pemakaian produk tersebut agar kondisi kulit tidak semakin parah.
- Rajin membersihkan kulit dengan lembut
Kulit yang mengalami kerusakan memerlukan perawatan yang sangat lembut. Pilih pembersih wajah atau sabun dengan formula ringan dan bebas bahan kimia yang keras.
Hindari penggunaan produk yang mengandung alkohol atau pewangi. Kandungan tersebut dapat memperburuk iritasi. Sebagai gantinya, gunakan pembersih berbahan alami seperti lidah buaya atau oatmeal untuk membantu menenangkan kulit.
- Gunakan pelembap yang menenangkan kulit
Pemutih seringkali menyebabkan kulit menjadi kering dan kehilangan kelembapan alaminya. Untuk mengatasi hal ini, gunakan pelembap yang mengandung bahan seperti ceramide, hyaluronic acid, aloe vera atau glycerin untuk menenangkan dan melembutkan kulit.
Produk dengan kandungan tersebut dapat membantu memulihkan lapisan pelindung kulit. Pilihlah pelembap yang hipoalergenik dan bebas pewangi agar risiko iritasi dapat diminimalkan.
- Gunakan tabir surya
Kulit yang mengalami kerusakan akibat pemutih cenderung lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya menjadi sangat penting untuk melindungi kulit.
Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 dan gunakan secara teratur setiap pagi, termasuk saat cuaca mendung. Pastikan memilih produk yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif agar tidak memperburuk kondisi kulit.
- Konsultasikan dengan dokter kulit
Apabila kerusakan kulit sudah cukup serius seperti adanya luka terbuka atau perubahan warna yang mencolok, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.
Dokter dapat memberikan saran perawatan yang tepat, seperti penggunaan krim khusus, peeling kimia ringan, atau terapi laser untuk membantu memperbaiki kondisi kulit.
- Ubah pola makan
Merawat kulit dari dalam sama pentingnya dengan perawatan dari luar. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak antioksidan, seperti buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan yang kaya lemak sehat.
Antioksidan berperan dalam melawan efek negatif radikal bebas yang dapat memperparah kerusakan kulit.
Selain itu, tetaplah menjaga asupan cairan dengan minum air putih yang cukup agar kulit tetap terhidrasi dengan baik.
- Gunakan produk perawatan sesuai kondisi kulit
Setelah berhenti menggunakan pemutih berbahaya, beralihlah ke produk perawatan yang dirancang khusus untuk memulihkan kulit sesuai kondisinya. Pilihlah produk dengan kandungan seperti niacinamide, vitamin C, atau ekstrak teh hijau.
Produk yang memiliki kandungan tersebut dapat membantu memperbaiki tekstur kulit serta mengurangi hiperpigmentasi. Pastikan produk yang dipilih telah terdaftar di BPOM agar keamanannya terjamin.
- Hindari eksfoliasi berlebihan
Eksfoliasi sangat berguna untuk mengangkat sel kulit mati. Namun pada kulit yang mengalami kerusakan, eksfoliasi yang terlalu sering malah dapat memperburuk kondisi kulit.
Sebaiknya gunakan eksfoliator yang lembut dan batasi penggunaannya hanya sekali dalam seminggu. Hindari penggunaan scrub dengan butiran kasar yang berpotensi melukai kulit.







