NILAI Waktu terhadap Uang (Time Value of Money, TVM) adalah konsep fundamental dalam keuangan yang menggarisbawahi bahwa uang yang diterima atau dibayarkan saat ini lebih bernilai dibandingkan dengan jumlah uang yang sama di masa depan.
Hal ini terjadi karena uang yang diterima sekarang dapat diinvestasikan untuk menghasilkan pengembalian (return), sementara uang yang diterima di masa depan terpengaruh oleh berbagai faktor seperti inflasi, yang mengurangi daya beli uang tersebut. Konsep TVM ini sangat penting dalam pengambilan keputusan finansial, baik untuk individu maupun perusahaan, karena membantu merencanakan arus kas, investasi, dan keputusan keuangan lainnya dengan lebih efisien.
TVM berperan besar dalam keputusan perencanaan jangka panjang, seperti pensiun, perencanaan investasi, dan evaluasi proyek. Dalam konteks investasi, konsep ini membantu investor untuk mengevaluasi apakah suatu investasi atau proyek bernilai lebih jika dibandingkan dengan proyek lainnya, berdasarkan waktu pengembalian yang diharapkan.
Semakin cepat uang diterima, semakin besar nilainya. Sebaliknya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menerima uang, semakin kecil nilai pengembalian tersebut, terutama jika ada faktor-faktor eksternal seperti inflasi yang mengurangi daya beli. Oleh karena itu, TVM menjadi dasar yang penting dalam pengambilan keputusan investasi, pengelolaan utang, dan perencanaan pembiayaan dalam jangka panjang.
Fenomena yang dialami oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada kuartal pertama tahun 2024 dapat dihubungkan dengan prinsip TVM, mengingat perusahaan masih menghadapi kerugian namun berupaya memperbaiki posisi finansialnya di masa depan. GOTO mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 937 miliar, meskipun mengalami penurunan kerugian 76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini mengindikasikan adanya perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan arus kas dan efisiensi operasional perusahaan. Pendapatan bersih GOTO tumbuh 22,42%, mencapai Rp 4,07 triliun, sementara transaksi bruto (GTV) juga meningkat sebesar 20% menjadi Rp 116,5 triliun. Ini menunjukkan upaya perusahaan untuk meningkatkan arus kas masa depan melalui peningkatan pendapatan dan volume transaksi.
Penerapan prinsip TVM juga terlihat jelas melalui layanan seperti GoPayLater, yang memungkinkan konsumen untuk menikmati produk atau layanan saat ini dan membayar di masa depan. Meskipun ada bunga atau biaya tambahan, model pembayaran ini memungkinkan GOTO untuk mengelola arus kas dengan lebih baik, serta menciptakan pendapatan tambahan dari layanan yang digunakan oleh konsumen.
Layanan GoPayLater ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan memanfaatkan prinsip TVM untuk meningkatkan nilai jangka panjangnya, dengan memungkinkan pembayaran yang tertunda dan memperoleh pengembalian finansial yang lebih besar dari konsumen di masa depan.
Walaupun GOTO masih mencatatkan kerugian pada kuartal pertama 2024, perusahaan berusaha untuk memperbaiki prospek masa depannya dengan fokus pada efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan. Dalam hal ini, TVM menjadi landasan penting dalam strategi mereka untuk meningkatkan nilai arus kas masa depan. Pengelolaan arus kas yang lebih efisien akan memungkinkan perusahaan untuk meminimalkan dampak kerugian yang terjadi saat ini, serta berinvestasi dalam pengembangan produk dan layanan yang akan menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi di masa depan.
Secara keseluruhan, meskipun GOTO belum mencapai profitabilitas, langkah-langkah yang diambil perusahaan seperti pengelolaan biaya yang lebih efisien, pengembangan layanan inovatif seperti GoPayLater, dan peningkatan pendapatan—memperlihatkan strategi yang jelas untuk menciptakan nilai bagi investor di masa depan. Melalui penerapan prinsip TVM, GOTO berusaha untuk memperbaiki nilai arus kas masa depan, yang akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Menurut kami, GOTO telah menunjukkan langkah positif dalam memanfaatkan prinsip TVM, terutama melalui efisiensi biaya, inovasi layanan, dan upaya peningkatan pendapatan. Meskipun masih merugi, penurunan kerugian yang signifikan dan pertumbuhan transaksi menunjukkan adanya strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan keuangan.
Namun, perusahaan harus segera mencapai profitabilitas agar dampak inflasi tidak semakin mengurangi nilai arus kas masa depan. Dengan manajemen yang hati-hati dan berfokus pada pertumbuhan arus kas, GOTO memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi investor.
Penulis:
- Achmad Rizky Akbar
- Afrilia Dewanty
- Berlian Aprilia Putri
Mahasiswa Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







