TANGSELXPRESS – Keberadaan seorang peretas yang mengaku sebagai Hacker Bjorka dan dugaan kebocoran data institusi Polri menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, sosok yang disebut sebagai Bjorka membantah terlibat dalam kejadian tersebut dan mengklaim bahwa ada orang yang menirunya.
Menindaklanjuti kasus ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini dengan melibatkan beberapa lembaga terkait. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, mengungkapkan bahwa Polri bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mendalami informasi yang ada, Kamis 1 Juni 2023.
“Direktorat Siber Polri sedang mendalami kasus ini, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti BAIS, BSSN, BIN, dan Kementerian Kominfo,” kata Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.
Namun, Ramadhan menekankan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menangani kasus ini guna memastikan kebenarannya. Pendalaman lebih lanjut akan dilakukan oleh Bareskrim, khususnya Dittipidsiber, untuk mengungkap fakta-fakta terkait kasus ini.
Informasi mengenai kebocoran data tersebut muncul melalui unggahan di akun Twitter dengan nama pengguna @darktracer_int yang menunjukkan adanya bocoran data di salah satu forum internet.
“Setelah BreachForums ditutup, banyak forum muncul sebagai pengganti. ExposedForums adalah salah satu forum terbaru yang menjanjikan. Seorang pengguna dengan ID yang sama dengan peretas Indonesia ‘Bjorka’ bergabung di forum ini dan memposting beberapa pesan yang berhubungan dengan pemerintah Indonesia,” tulis akun @darktracer_int.
Namun, Bjorka membantah klaim tersebut melalui channel Telegram ‘Bjorkanism’ dan mengklaim bahwa bukan dirinya yang mengunggah informasi kebocoran data di forum tersebut.
“Setelah forum Breached ditutup, saya tidak memiliki akun lain di berbagai forum alternatif. Jika Anda menemukan seseorang menggunakan namaku, mereka hanyalah peniru,” klaim Bjorka di Channel Telegram.
Kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran dugaan kebocoran data ini. Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait diharapkan dapat membantu mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan menindak tegas pelaku jika terbukti melakukan tindakan ilegal.







