• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Memberi Dukungan pada Ibu Hamil Sangat Penting, Ini Alasannya 

admin by admin
Desember 14, 2022
in KESEHATAN
Reading Time: 3min read
Memberi Dukungan pada Ibu Hamil Sangat Penting, Ini Alasannya 

Ilustrasi Ibu Hamil (Foto: republika.co.id/Pixabay)

72
SHARES
161
VIEWS

TANGSELXPRESS – dr Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG mengatakan, ibu hamil atau baru melahirkan perlu mendapatkan dukungan dan perhatian yang cukup untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Selama masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi pada wanita, mulai dari fisik hingga psikis, serta yang tidak tampak, yaitu perubahan hormonal,” kata dr Ardiansjah dalam siaran pers pada Selasa.

Menurut dia, pada trimester pertama, hormon yang meningkat dalam tubuh wanita antara lain hormon estrogen dan progesteron.

Ditambah lagi, ada pula hormon kehamilan yang muncul, yakni hormon beta chorionic gonadotropin (beta hCG), yang kerap mengakibatkan mual dan muntah.

“Makanya enggak heran trimester pertama sekitar 75-80 persen ibu hamil pasti mual. Nah, yang 20 persen enggak mual atau istilahnya hamil kebo,” ujar dr Dara, sapaan akrab dia.

Ketiga hormon tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan psikis ibu hamil, sehingga jadi lebih sedih, menangis, dan gampang marah-marah.

Ini selaras dengan survei yang dilakukan oleh Teman Bumil terhadap 1.504 ibu hamil, 64,6 persen mengaku lebih mellow dan sering sedih, sementara 38,4 persen mengaku jadi lebih stres selama hamil.

Selain masalah hormonal, ada beberapa faktor eksternal yang menjadi pemicu ibu hamil tidak bahagia atau stres.

Saat ditanyakan oleh Teman Bumil, kondisi finansial yang belum stabil (44,3 persen) berada di urutan pertama.

BACA JUGA :  Bareskrim Polri: 150 Anak Jadi Tersangka Kasus Narkoba

Kemudian, disusul dengan masalah kehamilan yang cukup mengganggu (35,8 persen), belum atau sulit menyiapkan biaya persalinan (23,9 persen), masih harus bekerja atau mengurus seluruh pekerjaan rumah tangga sendirian (21,5 persen), dan menjalani kehamilan sambil mengurus anak (20,7 persen).

Dampak bagi Janin Jika Ibu Tidak Bahagia

Meski kebanyakan terjadi di trimester pertama, kondisi psikis yang naik turun juga bisa berlanjut sampai trimester kedua, bahkan trimester ketiga.

Hal yang paling mengganggu di trimester kedua, ujar dr. Dara, biasanya terkait dengan perubahan bentuk fisik.

Sementara di trimester ketiga, ibu hamil kerap stres terkait proses persalinan yang akan ditempuhnya kelak.

Walau hormon berperan besar, kesedihan pada ibu hamil tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Dampak secara tidak langsung itu ada, ya. Contohnya, ibu-ibu yang bersedih berkepanjangan berpotensi mengalami persalinan prematur. Bisa juga, anaknya kecil. Kita istilahkan BBLR (bayi berat lahir rendah),” kata dr Dara.

Saat para ibu hamil sedih dan banyak pikiran, mereka bisa jadi malas makan atau makan tidak teratur. Akibatnya, janin menjadi kekurangan nutrisi lalu mengalami BBLR.

Ada pula yang sampai tidak menjaga kebersihan diri, yang berisiko tubuh terpapar banyak bakteri.

BACA JUGA :  Lihat Perbedaan Campak dan Cacar Air, Kamu Wajib Tahu!

Bakteri pun bisa masuk dari vagina ke dalam rahim, lalu menginfeksi selaput ketuban, yang memperbesar potensi mengalami ketuban pecah dini dan persalinan prematur.

Setelah melahirkan pun kondisi psikis ibu tidak boleh diabaikan. Jika selama hamil hormon ibu mendadak meningkat, maka seusai bersalin hormon mendadak menurun, yang membuat perasaan jadi tidak menentu. Kondisi ini kita kenal dengan baby blues.

Dari 1.259 partisipan survei Teman Bumil yang memiliki anak 0-5 tahun, sebanyak 44,3 persen mengatakan mereka mengalami baby blues.

Baby blues bisa terjadi 2-3 hari setelah melahirkan lalu berlanjut hingga kurang lebih 2 minggu.

“Normalnya ini akan hilang. Namun bila diabaikan, dapat berlanjut menjadi depresi postpartum. Ini cukup berbahaya karena ibu dapat melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri maupun sang anak,” katanya.

Berdasarkan survei yang dihimpun oleh Teman Bumil, 92,8 persen ibu hamil butuh dukungan suami dan orang terdekat agar bahagia selama menjalani kandungannya.

Sementara kelompok ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun butuh curhat ke suami atau orang terdekat (24,7 persen) dan minta tolong menjaga anak mereka sebentar (31,4 persen) ketika kewalahan dan stres.

Sebanyak 98,1 persen bahkan merasa perlu me time. Itu tandanya, sejak kehamilan hingga merawat anak, ibu butuh support system yang baik.

BACA JUGA :  Ini Lima Manfaat Keju, Bagus Untuk Imunitas Tubuh

Menurut dr Dara, ibu memang sesekali perlu meluapkan apa yang dirasakannya kepada orang di sekitarnya.

Dia pun menyarankan, mereka perlu memahami kondisi sang Ibu, yang tentunya tidak mudah dan banyak tantangan.

Melihat betapa pentingnya support system di dalam kehidupan ibu, aplikasi kehamilan dan parenting Teman Bumil, memberikan inovasi terbaru di tahun ini, yaitu meluncurkan fitur Komunitas sebagai “A Happy Space for Mums”.

“Pemilihan slogan berupa Teman Setia Mums di ulang tahun yang kelima bukanlah suatu kebetulan karena Teman Bumil sendiri memegang komitmen untuk senantiasa memberikan support system terbaik bagi Mums dan si Kecil,” kata Ruth Retno Dewi selaku Chief Strategy Officer Teman Bumil.

Ruth menjelaskan, saat ini, para ibu bisa bergabung di Komunitas Teman Bumil melalui aplikasi maupun WhatsApp Group.

Ada beberapa kategori grup yang bisa dipilih, yaitu promil, hamil, bayi, batita, dan juga balita. Jadi, informasi yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan para ibu dan tentunya bermanfaat.

Ada pula beragam program di dalam Komunitas Teman Bumil, seperti sesi edukasi secara langsung dan gratis dengan para ahli, salah satunya melalui fitur Media Chat Live, bagi-bagi hadiah giveaway, serta kesempatan untuk mengikuti kegiatan eksklusif lainnya di Teman Bumil.

Tags: AnakIbu Hamil
Previous Post

Perlu Diketahui, Ini Bagian Tubuh yang Harus Dibasuh saat Mandi Wajib

Next Post

Preview Prancis vs Maroko: Faktor Mbappe

Related Posts

Benarkah Sering Berhubungan Intim Bisa Memperlambat Menopause?
KESEHATAN

Hari Menopause Sedunia 18 Oktober: Kenali Gejala Perimenopause dan Risikonya

Oktober 18, 2026
2.4k
Jangan Abaikan 10 Gejala Nyeri pada Kaki, No 5 Paling Sering Terjadi
KESEHATAN

Wanita Usia 50 Tahun ke Atas Lebih Rentan Alami Pengapuran Lutut, Ini Penyebabnya

Oktober 17, 2026
2.4k
Ancaman Kemarau Panjang 2026, DKI Siapkan Strategi Pangan dan Solusi Air Alternatif
KESEHATAN

Cuaca Panas Bikin Gampang Marah? Psikolog Ungkap Penyebab dan Cara Mengendalikan Emosi

Oktober 16, 2026
2.5k
Bahaya Sampah Elektronik, Ini Cara Aman Membuangnya
KESEHATAN

Jangan Asal Buang Gadget Bekas! Limbah Elektronik Bisa Ancam Kesehatan Anak

Oktober 15, 2026
2.5k
People Pleasing Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya
KESEHATAN

People Pleasing Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Oktober 13, 2026
2.4k
Cara Menyimpan Sisa Makanan di Rumah agar Tetap Sehat Dikonsumsi
KESEHATAN

Jangan Asal Makan! Ini Batas Aman Menyimpan Makanan Matang di Suhu Ruang

Oktober 12, 2026
2.5k
Next Post
Preview Prancis vs Maroko: Faktor Mbappe

Preview Prancis vs Maroko: Faktor Mbappe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com