TANGSELXPRESS – Kerokan atau kerikan merupakan salah satu pengobatan tradisional di Indonesia. Biasanya, kerokan dibuat masyarakat untuk menghilangkan masuk angin di dalam tubuh.
Namun perlu diketahui, ternyata kerokan memiliki risiko yang cukup mencengangkan, lho! Berikut beberapa fakta kerokan yang berhasil dihimpun TANGSELXPRESS, Kamis 10 November 2022.
*Warna merah saat kerokan berasal dari pendarahan.
Mungkin anda tidak sadar darimana datangnya warna merah pada punggung ketika dikerok, bukan munculnya warna merah tersebut bukan tanpa alasan. Menurut pakar terapi, warna merah muncul akibat pembuluh darah kapiler pada permukaan kulit menjadi melebar.
Lantas, melebarnya pembuluh darah tersebut mengakibatkan pendarahan kecil pada kulit. Maka dari itu, anda harus berhati-hati dalam menggunakan koin, karena bisa menyebabkan iritasi.
*Efek kerokan hanya bertahan sehari.
Memang benar kerokan sangat ampuh dalam mengatasi penyakit ringan seperti flu, demam, pusing, serta masuk angin. TIdak perlu waktu lama, semua penyakit tersebut seakan hilang begitu saja dari tubuh.
Namun, efek tersebut biasanya tidak lama alias sementara. Ada yang mengatakan bahwa efek kerokan hanya bisa bertahan maksimal 24 jam saja.
Untuk itu, setelah kerokan alangkah baiknya anda beristirahat agar kondisi tubuh menjadi bugar.
*Kerokan berisiko membuat pembuluh darah pecah.
Jika anda sangat hobi kerokan, alangkah baiknya untuk selalu berhati-hati dalam melakukannya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa warna merah yang muncul tersebut akibat pendarahan ringan pada pembuluh darah.
Jika anda menggosok tubuh terlalu keras, maka bisa memicu pecahnya pembuluh darah mikro. Untuk itu, jangan pernah menggosok terlalu keras, tapi sewajarnya saja.







