• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Sering Terbangun Panik Saat Tidur? Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Night Terror

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 12, 2026
in KESEHATAN, NEWS, SELEB & GAYA HIDUP
Reading Time: 4min read
Badan Capek Tapi Susah Tidur, Atasi dengan Cara Ini!

Ilustrasi tidur. (Foto: TangselXpress/Hello Sehat)

244
SHARES
2.9k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Pernah tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik beberapa jam setelah tidur? Jika disertai teriakan, keringat berlebih, jantung berdebar, atau bahkan berjalan saat tidur, kondisi tersebut bisa menjadi tanda night terror atau teror malam.

Night terror merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami episode ketakutan atau kepanikan ketika sedang tidur. Kondisi ini termasuk dalam kelompok parasomnia dan berbeda dengan mimpi buruk.

Teror malam umumnya terjadi pada beberapa jam pertama setelah seseorang tertidur, ketika tubuh masih berada dalam tahap tidur lelap. Saat mengalaminya, seseorang dapat berteriak, menangis, bernapas lebih cepat, berkeringat, hingga melakukan gerakan tertentu tanpa sepenuhnya sadar.

Apa Itu Night Terror?

Night terror atau teror tidur merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang mengalami episode ketakutan intens saat tidur. Orang yang mengalaminya dapat tampak terbangun, tetapi sebenarnya belum sepenuhnya sadar.

Berbeda dengan mimpi buruk yang biasanya terjadi ketika seseorang berada pada fase tidur REM dan lebih sering muncul menjelang pagi, night terror umumnya terjadi pada bagian awal malam saat tidur non-REM.

Karena itu, orang yang mengalami teror tidur sering kali tidak mengingat kejadian tersebut secara jelas ketika benar-benar terbangun keesokan harinya.

Gejala Night Terror

Gejala teror tidur dapat berbeda pada setiap orang. Namun, sejumlah tanda yang umum terjadi antara lain:

  • berteriak atau menjerit saat tidur;
  • berkeringat;
  • bernapas dengan cepat;
  • jantung berdebar;
  • tampak kebingungan atau linglung;
  • mata terbuka lebar;
  • menunjukkan ekspresi ketakutan;
  • melakukan gerakan tangan dan kaki;
  • duduk atau bangun secara tiba-tiba;
  • berjalan saat tidur.
BACA JUGA :  Membaca Kepribadian Seseorang Berdasarkan Olahan Telur Favorit, Omelet Atau Orak Arik?

Pada sebagian kasus, seseorang yang mengalami night terror sulit dibangunkan atau tidak merespons ketika diajak berbicara.

Jika episode berlangsung berulang, terjadi dalam waktu lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau sampai menyebabkan cedera pada diri sendiri maupun orang lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Apa Penyebab Night Terror?

Penyebab pasti night terror belum sepenuhnya diketahui. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan proses peralihan antara tidur lelap dan kondisi terjaga.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya teror tidur antara lain:

  • kurang tidur;
  • kelelahan ekstrem;
  • stres;
  • demam;
  • gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea;
  • sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome);
  • efek samping obat tertentu;
  • depresi atau gangguan kecemasan; serta
  • konsumsi alkohol secara berlebihan.

Teror tidur dapat dialami siapa saja, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Risiko juga dapat meningkat jika terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat night terror atau berjalan saat tidur.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Dalam banyak kasus, night terror tidak menimbulkan masalah serius dan dapat berkurang seiring bertambahnya usia, khususnya pada anak-anak.

Namun, episode yang berulang dapat menyebabkan sejumlah masalah, seperti mengantuk berlebihan pada siang hari, sulit berkonsentrasi dan menjalankan aktivitas, hingga cedera akibat bergerak atau berjalan saat tidur.

BACA JUGA :  Bangun Tidur Malah Sakit Kepala? Kenali 6 Penyebab yang Sering Terjadi

Pada orang dewasa, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan rasa malu atau khawatir sehingga memengaruhi kehidupan sosial.

Bagaimana Night Terror Didiagnosis?

Sebagian besar kasus teror tidur dapat dikenali berdasarkan gejala dan riwayat tidur sehingga tidak selalu membutuhkan pemeriksaan khusus.

Dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut apabila episode terjadi berulang, berlangsung dalam waktu lama, mengganggu kualitas hidup, atau terdapat dugaan gangguan tidur maupun kondisi medis lainnya.

Pemeriksaan dapat dilakukan untuk memastikan gejala bukan disebabkan oleh masalah kesehatan lain.

Cara Mengatasi Night Terror

Tidak semua kasus night terror membutuhkan obat. Penanganan biasanya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.

1. Mengatasi kondisi yang mendasari

Jika teror tidur berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti sleep apnea, stres, kecemasan, atau masalah kesehatan lainnya, penanganan akan difokuskan pada kondisi tersebut.

2. Mengelola stres

Stres dan kecemasan dapat menjadi salah satu pemicu. Karena itu, mengelola stres melalui relaksasi, aktivitas yang menyenangkan, konseling, atau terapi psikologis dapat membantu mengurangi episode pada sebagian orang.

3. Membangunkan sebelum episode terjadi

Jika night terror muncul pada waktu yang hampir sama setiap malam, teknik scheduled awakening atau membangunkan secara terjadwal dapat dipertimbangkan.

Dalam metode ini, seseorang dibangunkan sekitar 15 menit sebelum waktu biasanya episode terjadi, kemudian dibiarkan terjaga selama beberapa menit sebelum kembali tidur.

4. Penggunaan obat

BACA JUGA :  Resmi Diluncurkan, Berikut Jenis Pemeriksaan Program Kesehatan Gratis

Obat biasanya bukan pilihan utama untuk menangani night terror, terutama pada anak-anak. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan obat berdasarkan penyebab dan kondisi pasien.

Karena itu, penggunaan obat tidur, obat penenang, maupun antidepresan sebaiknya hanya dilakukan berdasarkan anjuran dokter.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Night Terror?

Ketika anak mengalami teror tidur, orang tua atau pengasuh sebaiknya tetap tenang. Pastikan anak berada di tempat yang aman dan jauhkan benda-benda yang dapat menyebabkan cedera.

Anak tidak perlu dipaksa untuk benar-benar terbangun. Berikan rasa aman dan tunggu hingga episode berakhir. Pastikan lingkungan kamar juga aman, terutama jika anak memiliki kebiasaan berjalan saat tidur.

Cara Mencegah Night Terror

Tidak ada cara yang dapat menjamin teror tidur sepenuhnya tidak terjadi. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi risikonya, antara lain:

  • menerapkan jadwal tidur yang teratur;
  • memastikan waktu tidur cukup;
  • menghindari alkohol dan membatasi kafein menjelang tidur;
  • menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan nyaman;
  • menyingkirkan benda yang berpotensi menyebabkan cedera di sekitar tempat tidur;
  • mengelola stres melalui olahraga ringan, meditasi, relaksasi, atau aktivitas yang disukai; serta
  • menangani gangguan kesehatan yang dapat memicu teror tidur.

Jika night terror terjadi berulang kali, semakin sering, menyebabkan cedera, atau mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Tags: berjalan saat tidurcara mengatasi night terrorgangguan tidurgangguan tidur malam.gejala night terrornight terrornight terror pada anakparasomniapenyebab night terrorsleep terrorteror malamteror tidur
Previous Post

Peran Strategis Public Affairs dalam Sebuah Korporasi: Bukan tentang Siapa Kenal Siapa

Next Post

KPK Gadungan Sekap Lansia di Apartemen Serpong, Kerugian Korban Capai Rp300 Juta

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Polres Tangsel Ungkap Proses Mediasi Guru Dilaporkan Ortu ke Polisi Masih Buntu

KPK Gadungan Sekap Lansia di Apartemen Serpong, Kerugian Korban Capai Rp300 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com