TANGSELXPRESS – Pernah tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik beberapa jam setelah tidur? Jika disertai teriakan, keringat berlebih, jantung berdebar, atau bahkan berjalan saat tidur, kondisi tersebut bisa menjadi tanda night terror atau teror malam.
Night terror merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami episode ketakutan atau kepanikan ketika sedang tidur. Kondisi ini termasuk dalam kelompok parasomnia dan berbeda dengan mimpi buruk.
Teror malam umumnya terjadi pada beberapa jam pertama setelah seseorang tertidur, ketika tubuh masih berada dalam tahap tidur lelap. Saat mengalaminya, seseorang dapat berteriak, menangis, bernapas lebih cepat, berkeringat, hingga melakukan gerakan tertentu tanpa sepenuhnya sadar.
Apa Itu Night Terror?
Night terror atau teror tidur merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang mengalami episode ketakutan intens saat tidur. Orang yang mengalaminya dapat tampak terbangun, tetapi sebenarnya belum sepenuhnya sadar.
Berbeda dengan mimpi buruk yang biasanya terjadi ketika seseorang berada pada fase tidur REM dan lebih sering muncul menjelang pagi, night terror umumnya terjadi pada bagian awal malam saat tidur non-REM.
Karena itu, orang yang mengalami teror tidur sering kali tidak mengingat kejadian tersebut secara jelas ketika benar-benar terbangun keesokan harinya.
Gejala Night Terror
Gejala teror tidur dapat berbeda pada setiap orang. Namun, sejumlah tanda yang umum terjadi antara lain:
- berteriak atau menjerit saat tidur;
- berkeringat;
- bernapas dengan cepat;
- jantung berdebar;
- tampak kebingungan atau linglung;
- mata terbuka lebar;
- menunjukkan ekspresi ketakutan;
- melakukan gerakan tangan dan kaki;
- duduk atau bangun secara tiba-tiba;
- berjalan saat tidur.
Pada sebagian kasus, seseorang yang mengalami night terror sulit dibangunkan atau tidak merespons ketika diajak berbicara.
Jika episode berlangsung berulang, terjadi dalam waktu lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau sampai menyebabkan cedera pada diri sendiri maupun orang lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Apa Penyebab Night Terror?
Penyebab pasti night terror belum sepenuhnya diketahui. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan proses peralihan antara tidur lelap dan kondisi terjaga.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya teror tidur antara lain:
- kurang tidur;
- kelelahan ekstrem;
- stres;
- demam;
- gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea;
- sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome);
- efek samping obat tertentu;
- depresi atau gangguan kecemasan; serta
- konsumsi alkohol secara berlebihan.
Teror tidur dapat dialami siapa saja, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Risiko juga dapat meningkat jika terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat night terror atau berjalan saat tidur.
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Dalam banyak kasus, night terror tidak menimbulkan masalah serius dan dapat berkurang seiring bertambahnya usia, khususnya pada anak-anak.
Namun, episode yang berulang dapat menyebabkan sejumlah masalah, seperti mengantuk berlebihan pada siang hari, sulit berkonsentrasi dan menjalankan aktivitas, hingga cedera akibat bergerak atau berjalan saat tidur.
Pada orang dewasa, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan rasa malu atau khawatir sehingga memengaruhi kehidupan sosial.
Bagaimana Night Terror Didiagnosis?
Sebagian besar kasus teror tidur dapat dikenali berdasarkan gejala dan riwayat tidur sehingga tidak selalu membutuhkan pemeriksaan khusus.
Dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut apabila episode terjadi berulang, berlangsung dalam waktu lama, mengganggu kualitas hidup, atau terdapat dugaan gangguan tidur maupun kondisi medis lainnya.
Pemeriksaan dapat dilakukan untuk memastikan gejala bukan disebabkan oleh masalah kesehatan lain.
Cara Mengatasi Night Terror
Tidak semua kasus night terror membutuhkan obat. Penanganan biasanya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.
1. Mengatasi kondisi yang mendasari
Jika teror tidur berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti sleep apnea, stres, kecemasan, atau masalah kesehatan lainnya, penanganan akan difokuskan pada kondisi tersebut.
2. Mengelola stres
Stres dan kecemasan dapat menjadi salah satu pemicu. Karena itu, mengelola stres melalui relaksasi, aktivitas yang menyenangkan, konseling, atau terapi psikologis dapat membantu mengurangi episode pada sebagian orang.
3. Membangunkan sebelum episode terjadi
Jika night terror muncul pada waktu yang hampir sama setiap malam, teknik scheduled awakening atau membangunkan secara terjadwal dapat dipertimbangkan.
Dalam metode ini, seseorang dibangunkan sekitar 15 menit sebelum waktu biasanya episode terjadi, kemudian dibiarkan terjaga selama beberapa menit sebelum kembali tidur.
4. Penggunaan obat
Obat biasanya bukan pilihan utama untuk menangani night terror, terutama pada anak-anak. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan obat berdasarkan penyebab dan kondisi pasien.
Karena itu, penggunaan obat tidur, obat penenang, maupun antidepresan sebaiknya hanya dilakukan berdasarkan anjuran dokter.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Night Terror?
Ketika anak mengalami teror tidur, orang tua atau pengasuh sebaiknya tetap tenang. Pastikan anak berada di tempat yang aman dan jauhkan benda-benda yang dapat menyebabkan cedera.
Anak tidak perlu dipaksa untuk benar-benar terbangun. Berikan rasa aman dan tunggu hingga episode berakhir. Pastikan lingkungan kamar juga aman, terutama jika anak memiliki kebiasaan berjalan saat tidur.
Cara Mencegah Night Terror
Tidak ada cara yang dapat menjamin teror tidur sepenuhnya tidak terjadi. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi risikonya, antara lain:
- menerapkan jadwal tidur yang teratur;
- memastikan waktu tidur cukup;
- menghindari alkohol dan membatasi kafein menjelang tidur;
- menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan nyaman;
- menyingkirkan benda yang berpotensi menyebabkan cedera di sekitar tempat tidur;
- mengelola stres melalui olahraga ringan, meditasi, relaksasi, atau aktivitas yang disukai; serta
- menangani gangguan kesehatan yang dapat memicu teror tidur.
Jika night terror terjadi berulang kali, semakin sering, menyebabkan cedera, atau mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.







