TANGSELXPRESS – Bupati Banyumas Sadewo Trilaksono mengungkap perkembangan kondisi korban insiden robohnya tribun VIP GOR Satria Purwokerto saat berlangsungnya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026. Dari sekitar 90 orang yang menjadi korban, sebagian mengalami patah tulang, sementara seorang ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan dipastikan dalam kondisi aman.
Insiden terjadi pada Minggu (26/7/2026) dan menyebabkan puluhan penonton harus mendapatkan penanganan medis. Seluruh korban telah dievakuasi dan dirujuk ke 11 rumah sakit di wilayah Kabupaten Banyumas.
“Total 90 korban, tetapi saya belum update hari ini. Saya minta update pasti, yang sudah rawat jalan berapa, rawat inap berapa dan yang masih proses observasi ada berapa. Ada ibu hamil 8 bulan, tetapi posisi aman,” kata Sadewo kepada wartawan, Senin (27/7/2026) dilansir dari Beritasatu.com.
Menurut Sadewo, kondisi korban bervariasi, mulai dari luka ringan, pingsan, hingga patah tulang. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.
“Kebanyakan patah tulang, yang pulang juga banyak, pingsan juga,” ujarnya.
Para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RS DKT, RS Elisabeth, RS Geriatri, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi Husada, RS Ortopaedi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Sinar Kasih, JIH, dan RSUD Banyumas.
Sesaat setelah kejadian, Sadewo langsung mengunjungi sejumlah rumah sakit untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan yang optimal. Dalam proses evakuasi, lebih dari 20 unit ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke berbagai rumah sakit.
Ia juga mengajak pihak penyelenggara Kejurnas Drift untuk ikut menjenguk korban yang masih menjalani perawatan. Menurutnya, penyelenggara bersikap kooperatif dan menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Semua yang belum pulang saya kunjungi satu per satu dan saya mengajak pihak penyelenggara menjenguk. Dan mereka bertanggung jawab,” katanya.
Untuk menangani dampak kejadian, Pemerintah Kabupaten Banyumas membentuk dua tim. Tim pertama bekerja sama dengan Polresta Banyumas untuk menyelidiki penyebab robohnya tribun VIP, sedangkan tim kedua dipimpin langsung oleh Bupati guna memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan dan pendampingan yang diperlukan.
“Saya putuskan dibagi dua tim. Tim satu tentunya dari Polres akan melakukan investigasi. Sudah dilakukan dan belum selesai. Jadi nanti kesimpulannya apa, ya menunggu hasil dari Polres,” ujar Sadewo.
Pemerintah daerah juga terus memperbarui data korban, baik yang menjalani rawat inap, rawat jalan, observasi, maupun yang telah diperbolehkan pulang.
Hingga kini, penyebab pasti robohnya tribun VIP GOR Satria Purwokerto masih dalam penyelidikan Polresta Banyumas. Pemerintah memastikan proses investigasi tetap berjalan bersamaan dengan penanganan seluruh korban.
“Dengan kurun waktu yang sama, pihak Polresta juga tetap melakukan investigasi. Namun yang jelas tidak ada yang menghendaki ini terjadi, namanya musibah,” tutup Sadewo.







