TANGSELXPRESS – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan telah diterima pemerintah pada Minggu, 26 Juli.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan proses administrasi pengunduran diri Perry akan segera ditindaklanjuti pada Senin, 27 Juli.
“Kemudian sesuai mekanisme dan undang-undang yang berlaku, terutama kita mengacu ke Undang-Undang Bank Indonesia, maka yang pertama, Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama tujuh tahun lamanya,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Bank Indonesia, dikutip Senin, 27 Juli.
Prasetyo menjelaskan, sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur BI untuk sementara akan diemban oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
“Yang dimaksud Deputi Gubernur Senior tersebut adalah Ibu Destry Damayanti,” kata Prasetyo.
Dengan demikian, Destry Damayanti akan menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Bank Indonesia hingga mekanisme pengisian jabatan definitif dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perjalanan Karier Perry Warjiyo
Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo pada 1959. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1982, kemudian melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master pada 1989 serta Ph.D. pada 1991.
Karier Perry di Bank Indonesia dimulai pada 1984 dan terus berkembang di berbagai bidang strategis, mulai dari riset ekonomi, kebijakan moneter, hubungan internasional, transformasi organisasi, pengelolaan devisa, hingga kebijakan makroprudensial.
Sebelum menjadi Gubernur BI, ia menjabat sebagai:
- Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2013–2018.
- Asisten Gubernur Bidang Kebijakan Moneter, Makroprudensial, dan Internasional sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada 2009–2013.
- Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) yang mewakili 13 negara anggota South-East Asia Voting Group pada 2007–2009.
Perry kemudian dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2018–2023 dan kembali dipercaya memimpin BI pada periode 2023–2028 sebelum memutuskan mengundurkan diri.
Raih Berbagai Penghargaan Nasional dan Internasional
Selama memimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
- Pemimpin Terpopuler di Media Pemberitaan Online (Indonesia Government Awards 2023).
- Anugerah Hamengku Buwono IX dari Universitas Gadjah Mada (2022).
- Governor of the Year Asia-Pacific dari Global Markets (2019).
- Tokoh Syariah Anugerah Syariah Republika (2019).
Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia juga memperoleh sejumlah penghargaan internasional, antara lain:
- The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA).
- Best Asset Owner in Southeast Asia dari Asian Investor.
- The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Banker.
- Certified World Class dari Contact Center World.
- Gold Winner – Stevie Asia Pacific Award for Innovation in Technology Development.
Pemerintah menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry Warjiyo selama memimpin Bank Indonesia dan memastikan proses transisi kepemimpinan akan berjalan sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.







