• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Eco-Creative Digital Learning: Membangun Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan Anak

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juni 26, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
Eco-Creative Digital Learning: Membangun Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan Anak
210
SHARES
2.4k
VIEWS

PERKEMBANGAN teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter anak. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat dalam mempermudah akses informasi dan pembelajaran, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan berupa menurunnya aktivitas kreatif secara langsung serta berkurangnya interaksi anak dengan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, diperlukan upaya yang mampu mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dengan pengembangan kreativitas dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Kreativitas merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang sangat penting untuk dimiliki oleh generasi muda. Kreativitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan ide baru, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah, berinovasi, dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi kehidupan. Anak-anak yang memiliki pola pikir kreatif cenderung lebih adaptif terhadap perubahan, mampu berpikir kritis, serta memiliki kepercayaan diri dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas perlu dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik usia anak.

Selain kreativitas, kesadaran terhadap lingkungan juga menjadi isu penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Berbagai permasalahan lingkungan seperti peningkatan jumlah sampah, pencemaran, dan penggunaan sumber daya yang tidak bijaksana menunjukkan perlunya pendidikan lingkungan yang berkelanjutan.

Anak-anak perlu diperkenalkan pada nilai-nilai kepedulian lingkungan agar mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi limbah, serta memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab. Pembentukan kesadaran lingkungan sejak usia dini diharapkan dapat melahirkan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan.

BACA JUGA :  Analisis Laporan Keuangan 

Dalam era digital saat ini, proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada metode konvensional. Pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan minat belajar anak melalui penyampaian materi yang lebih interaktif dan menarik.

Video edukasi, permainan pembelajaran, presentasi visual, serta berbagai media digital lainnya dapat membantu anak memahami materi dengan lebih mudah. Namun demikian, penggunaan teknologi digital perlu diimbangi dengan kegiatan nyata yang melibatkan pengalaman langsung agar anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tema Eco-Creative Digital Learning: Membangun Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan Anak, mahasiswa berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang memadukan pembelajaran lingkungan, aktivitas kreatif, dan pemanfaatan media digital secara sederhana. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk edukasi interaktif, permainan, praktik pemanfaatan barang bekas, pembuatan karya kreatif, serta pengenalan konsep promosi dan komunikasi sederhana melalui media digital yang sesuai dengan usia peserta.

Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas anak, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung terbentuknya generasi muda yang kreatif, inovatif, peduli lingkungan, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, konsep Eco-Creative Digital Learning dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di era digital.

BACA JUGA :  Paylater dan Pinjaman Online: Kemudahan Transaksi atau Ancaman bagi Masa Depan Finansial Generasi Muda?

Kegiatan yang kami lakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Taman Baca PEKA sebagai berikut :

  • Eco Learning (Edukasi Lingkungan Interaktif)

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenal jenis-jenis sampah, serta cara sederhana untuk menjaga kelestarian lingkungan. Materi disampaikan melalui cerita, video edukatif, gambar menarik, dan sesi tanya jawab agar mudah dipahami oleh anak-anak.

  • Creative Recycling Workshop

Anak-anak diajak untuk memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik, kardus, kertas bekas, atau tutup botol menjadi berbagai karya kreatif yang memiliki nilai guna. Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan menarik.

  • Eco Challenge Game

Kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif bertema lingkungan, seperti lomba memilah sampah organik dan anorganik, kuis lingkungan, atau permainan kelompok yang mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta dengan cara yang menyenangkan.

  • Digital Creativity Learning

Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital secara positif melalui pembuatan foto atau video sederhana hasil karya mereka. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa teknologi dapat digunakan sebagai sarana belajar dan berbagi pesan positif tentang lingkungan.

  • Eco-Creative Showcase

Pada akhir kegiatan, setiap kelompok atau peserta mempresentasikan hasil karya yang telah dibuat. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menjelaskan fungsi, manfaat, dan proses pembuatan karya mereka. Kegiatan ini bertujuan melatih kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta memperkenalkan konsep promosi sederhana sesuai bidang pemasaran yang dipelajari oleh mahasiswa pelaksana.

BACA JUGA :  Edukasi Manajemen Keuangan Dini melalui Metode Giving, Saving, and Spending

Selama kegiatan berlangsung anak – anak dan masyarakat setemapat menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Mereka aktif mengikuti kegaiatan yang sudah kami siapkan dalam memperhatikan modul ata video yang kami siapkan, aktif bertanya dan berinteraksi pada saat materi disampaikan, aktif dalam mendesai, menyusun dan menghias kerajinan tangan yang dibuat melalui limbah yang ada seperti botol bekas, kaleng minuman, kertas dan lain lain.  

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar membuat kerajinan tangan, tetapi juga memahami bahwa sebuah karya sederhana dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikembangkan dengan kreativitas dan ketekunan. Pendekatan pembelajaran praktik seperti ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik, imajinasi, serta rasa percaya diri anak. Temuan serupa juga banyak diterapkan dalam berbagai kegiatan PMKM mahasiswa yang berfokus pada kreativitas dan pengembangan keterampilan dan karakter  anak-anak.

Pihak pengelola Taman Baca PEKA menyambut baik kergiatan yang dilakukan teman taman Mahasiswa Universitas Pamulang. Pihak pengelola berharap kegiatan seperti ini dapat diteruskan dan dilaksanakan sebagai bentuk nyata kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan keterampilan dan kreativitas masyarakat serta karakter anak-anak melalui kegaiatan seperti ini.

Kegiatan PMKM ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen mahasiswa Universitas Pamulang dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui program-program yang mendukung pengembangan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan generasi muda.

 

Penulis:

Lucky Firmansyah (221010551312)

Suhartini (231010501519)

Jihan Raphaela Uzlah (231010502062)

Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang Tangerang Selatan

Previous Post

Naik DAMRI ke Baduy Cuma Rp1, Simak Jadwal dan Destinasi Wisata di Banten

Next Post

Mengelola Rezeki dengan Bijak: Bukan Sekadar Angka, Tapi Soal Amanah

Related Posts

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Pembatasan Perdagangan: Tarif
DUNIA KAMPUS

Pembatasan Perdagangan: Tarif

Oktober 20, 2026
2.4k
Jenis-Jenis Pasar Modal
DUNIA KAMPUS

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Oktober 20, 2026
2.4k
Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan
DUNIA KAMPUS

Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
Mengelola Rezeki dengan Bijak: Bukan Sekadar Angka, Tapi Soal Amanah

Mengelola Rezeki dengan Bijak: Bukan Sekadar Angka, Tapi Soal Amanah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com