JAKARTA – Pemerintah berkomitmen untuk terus memangkas masa tunggu keberangkatan haji sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan setelah penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dinilai berlangsung lancar dan mendapatkan respons positif dari para jamaah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan masa tunggu haji. Saat ini, masa tunggu haji nasional disebut telah berkurang dari sebelumnya mencapai 47 tahun menjadi sekitar 26 tahun.
“Capaian ini mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo. Namun, Presiden menilai upaya tersebut perlu terus dilanjutkan. Karena itu, Presiden menginstruksikan kementerian/lembaga terkait untuk menyusun mekanisme dan mencari berbagai alternatif solusi agar masa tunggu haji dapat dipersingkat lebih lanjut,” kata Qodari, Senin 22 Juni.
Menurut Qodari, pemerintah tidak ingin berhenti pada capaian yang telah diraih. Berbagai inovasi dan perbaikan yang diterapkan pada musim haji tahun ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan guna memberikan pelayanan yang semakin optimal bagi jemaah Indonesia.
Pada penyelenggaraan haji 2026, sebanyak 220.247 jemaah haji reguler Indonesia berhasil menunaikan ibadah di Tanah Suci. Tahun ini juga menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seluruh penyelenggaraan haji dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah yang dibentuk pada 2025.
Qodari menjelaskan sejumlah terobosan yang diterapkan pemerintah sepanjang musim haji 2026. Di antaranya percepatan proses penerbitan visa, distribusi Kartu Nusuk sejak jemaah masih berada di Indonesia, optimalisasi layanan fast track atau Makkah Route, serta peningkatan kualitas layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
“Komitmen pemerintah sangat jelas, prioritas pemerintah adalah kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan para jemaah selama beribadah,” ujarnya.
Peningkatan layanan tersebut juga dirasakan langsung oleh sejumlah jemaah yang telah kembali ke Indonesia. Mereka menilai pelayanan kesehatan, penyediaan konsumsi, hingga pendampingan petugas selama berada di Tanah Suci mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan berbagai perbaikan yang telah dilakukan, pemerintah optimistis kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia akan terus meningkat. Di sisi lain, upaya memperpendek masa tunggu juga diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.
“Kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji ke depan akan semakin baik, semakin nyaman, dan semakin membawa berkah bagi bangsa kita,” kata Qodari.







