• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Piala Dunia 2026 Bisa Picu Serangan Jantung? Dokter Ungkap Risikonya

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juni 14, 2026
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Piala Dunia 2026 Bisa Picu Serangan Jantung? Dokter Ungkap Risikonya
256
SHARES
2.2k
VIEWS

JAKARTA – Euforia dan ketegangan yang menyertai pertandingan Piala Dunia 2026 ternyata tidak hanya memengaruhi suasana hati para penggemar, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

Mengutip Euronews Health, Sabtu, 13 Juni, para ahli jantung mengingatkan bahwa pertandingan sepak bola yang sarat emosi dapat memicu risiko kesehatan serius pada kelompok tertentu.

“Emosi yang kuat, baik positif maupun negatif, dapat menjadi faktor risiko pencetus kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung,” kata Paola Santalucia, ahli jantung dan anggota dewan European Heart Network.

Santalucia menjelaskan bahwa momen-momen menegangkan seperti kemenangan tim nasional, adu penalti, atau jalannya pertandingan yang penuh tekanan dapat memberikan dampak signifikan bagi penderita penyakit jantung. Risiko serupa juga meningkat pada individu dengan hipertensi, obesitas, maupun kebiasaan merokok.

Saat emosi memuncak, tubuh akan merespons dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, serta produksi hormon stres seperti kortisol. Dalam kondisi tertentu, detak jantung bahkan dapat mencapai 150 kali per menit, setara dengan aktivitas fisik intens seperti berlari cepat.

BACA JUGA :  Maskapai Garuda Indonesia Ungkap Alasan Penyebab Keterlambatan Pemulangan Jamaah Haji

Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian terbaru yang memanfaatkan perangkat wearable, seperti jam pintar dan alat pemantau kesehatan lainnya. Studi itu mengamati perubahan detak jantung dan tingkat stres selama final Piala Jerman 2025, lalu membandingkannya dengan kondisi normal peserta selama 12 pekan.

“Dampak paling besar terjadi pada fans yang menonton langsung di stadion sambil minum bir,” kata Christian Deutscher, profesor ekonomi olahraga di Bielefeld University, Jerman, kepada Euronews Health. Ia menambahkan, cuaca panas turut memperberat respons tubuh terhadap tekanan emosional.

Meski demikian, peningkatan respons fisiologis tidak hanya dialami penonton di stadion. Mereka yang menyaksikan pertandingan dari rumah juga mengalami kenaikan detak jantung yang setara dengan aktivitas berjalan kaki, walaupun secara fisik tidak melakukan banyak gerakan.

BACA JUGA :  Tampil di Piala Dunia 2026, Penjualan Labubu Melejit hingga 30 Kali Lipat

Menurut Deutscher, momen yang paling memengaruhi kondisi tubuh justru sering kali bukan saat gol tercipta. Situasi penuh ketidakpastian seperti adu penalti, pemeriksaan VAR, atau bola yang membentur tiang gawang dapat memicu lonjakan respons tubuh yang lebih besar.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa sepak bola bukanlah penyebab utama masalah kesehatan tersebut. Faktor yang berperan adalah bagaimana tubuh merespons ledakan emosi yang muncul selama pertandingan berlangsung.

“Stimulasi adrenergik berada pada titik maksimal: tekanan darah sangat tinggi, detak jantung tinggi, adrenalin dan kortisol melonjak,” kata Dan Atar, profesor kardiologi di Oslo University Hospital, Norwegia dikutip Euronews.

Pada sebagian kecil kasus, kondisi tersebut dapat memicu pecahnya plak aterosklerotik, yaitu penumpukan lemak dan zat lain di dinding arteri. Jika plak pecah, risiko terjadinya serangan jantung akan meningkat secara signifikan.

BACA JUGA :  Kecelakaan Beruntun Terjadi di Pintu Tol Halim, Penyebabnya...

Atar menegaskan bahwa menonton sepak bola tetap aman bagi mayoritas masyarakat. Reaksi berupa rasa tegang, gugup, atau bahagia saat menyaksikan pertandingan merupakan respons normal tubuh terhadap situasi emosional.

Namun, risiko dapat meningkat apabila emosi yang tinggi disertai konsumsi alkohol, paparan cuaca panas, kebiasaan merokok, penggunaan zat stimulan, atau adanya riwayat penyakit jantung.

Santalucia mengimbau para penggemar sepak bola, khususnya yang memiliki faktor risiko, untuk tetap menikmati pertandingan dengan bijak. Ia mengingatkan pentingnya mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung yang sangat cepat dan tidak teratur.

Tags: Gejala Penyakit Jantung Bawaanjadwal Piala Dunia 2026
Previous Post

MD Pictures Rilis Perumahan Laddaland, Film Horor Psikologis Adaptasi Thriller Thailand

Next Post

Pelatihan Soft Skill (Komunikasi dan Kerja Tim) untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa

Related Posts

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
Next Post
Pelatihan Soft Skill (Komunikasi dan Kerja Tim) untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa

Pelatihan Soft Skill (Komunikasi dan Kerja Tim) untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com