TANGERANG SELATAN – Penjualan berbagai produk Labubu dilaporkan mengalami lonjakan signifikan setelah karakter populer milik Pop Mart tersebut tampil dalam seremoni pembukaan FIFA World Cup 2026. Kenaikan permintaan bahkan disebut mencapai 30 kali lipat di sejumlah platform e-commerce di China.
Laporan Yicai Global yang dikutip pada Selasa, 16 Juni menyebutkan bahwa peningkatan penjualan terjadi hanya beberapa hari setelah upacara pembukaan Piala Dunia pada 12 Juni 2026. Tak hanya penjualan, pencarian produk terkait Labubu di berbagai situs belanja online China juga melonjak hingga 300 persen.
Dalam acara pembukaan tersebut, dua maskot Labubu tampil di hadapan publik dunia. Momen itu dimanfaatkan oleh Pop Mart dan FIFA untuk meluncurkan kolaborasi bertajuk The Monsters x FIFA Series.
Koleksi spesial tersebut menghadirkan berbagai produk, mulai dari boneka vinyl plush hingga blind box. Blind box merupakan produk koleksi dengan isi yang dirahasiakan hingga kemasan dibuka oleh pembeli.
Salah satu produk yang paling banyak dicari adalah Catch the Win Vinyl Plush Doll, boneka Labubu yang mengenakan jersey Piala Dunia dan membawa trofi.
Popularitas produk tersebut turut memicu kenaikan harga di pasar sekunder atau pasar jual beli kembali. Harga sejumlah koleksi Labubu langsung meroket setelah kemunculannya di pembukaan Piala Dunia.
Boneka Catch the Win Vinyl Plush Doll yang sebelumnya dijual seharga 599 yuan atau sekitar 89 dolar AS, kini diperdagangkan kembali dengan harga mencapai 660 yuan atau lebih.
Sementara itu, di platform fesyen China Poizon, item rahasia langka dari koleksi gelas kaca The Monsters x FIFA Series dijual dengan harga antara 359 yuan hingga 479 yuan. Nilai tersebut meningkat enam hingga tujuh kali lipat dibandingkan harga ritel awal yang hanya 59 yuan atau sekitar 9 dolar AS.
Fenomena ini menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari ajang olahraga berskala global seperti Piala Dunia. Tidak hanya sektor tiket, hak siar, dan sponsor yang memperoleh keuntungan, tetapi juga produk-produk koleksi yang terkait dengan acara tersebut.
Meski demikian, pelaku industri mengingatkan para kolektor untuk tetap berhati-hati. Produk yang sedang viral sering kali mengalami lonjakan harga dalam waktu singkat, tetapi nilainya dapat kembali turun setelah antusiasme pasar mereda.
Karena itu, para penggemar disarankan membeli produk koleksi berdasarkan minat dan kesukaan pribadi, bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan dari tren yang sedang berlangsung.







