TANGERANG SELATAN – Di balik momen haru pertemuannya dengan Ressa Rizky, Denada ternyata menyimpan perjuangan panjang melawan tekanan batin dan rasa bersalah yang telah ia rasakan selama bertahun-tahun.
Sahabatnya, Risna Ories, mengungkapkan bahwa sebagai seorang ibu tunggal, Denada harus menanggung seluruh beban hidup seorang diri. Kondisi tersebut berdampak pada pekerjaannya hingga kesehatan mentalnya yang sempat terguncang akibat perasaan bersalah di masa lalu.
Menurut Risna, Denada bahkan memaknai berbagai cobaan, termasuk hujatan dari publik, sebagai bentuk penebusan atas kesalahan yang pernah ia rasakan. Ia berharap apa yang dijalani saat ini dapat meringankan pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan kelak.
Tekanan mental yang cukup berat membuat Denada akhirnya mencari bantuan profesional. Ia juga didorong oleh orang-orang terdekat untuk berbagi cerita agar beban emosionalnya dapat berkurang.
Dalam situasi tersebut, Denada mengambil langkah berani dengan memilih untuk jujur kepada putrinya, Aisha, mengenai keberadaan Ressa Rizky. Ia bahkan langsung menemui sang anak di Singapura setelah kabar tersebut mulai diketahui publik, demi memastikan Aisha tidak mendapatkan informasi dari pihak lain.
Proses penyampaian hal sensitif itu pun dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Denada berkonsultasi dengan psikolog untuk menentukan cara terbaik agar kondisi mental Aisha tetap terjaga.
Ia berupaya memastikan setiap langkah yang diambil tidak mengganggu tumbuh kembang sang anak. Karena itu, semua proses dijalani sesuai arahan ahli demi menjaga kondisi emosional Aisha.
Ke depan, Denada berencana mempertemukan kedua anaknya. Ia bahkan telah mengajak Ressa Rizky untuk datang ke Singapura agar bisa bertemu langsung dengan Aisha.
Komunikasi antara kedua pihak pun mulai terjalin, termasuk melalui panggilan video bersama keluarga. Tak hanya itu, Denada juga menunjukkan komitmennya untuk mendukung dan membantu Ressa meraih impian yang sempat tertunda.







