TANGERANG SELATAN – Penggunaan media sosial diketahui memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental. Studi terbaru dalam World Happiness Report mengungkap bahwa platform seperti Instagram dan TikTok berpotensi meningkatkan risiko gangguan mental dibandingkan aplikasi lain.
Dalam laporan yang dikutip dari The Guardian, disebutkan bahwa kedua platform tersebut dinilai lebih berdampak negatif dibanding Facebook dan WhatsApp. Hal ini berkaitan dengan sistem algoritma yang membuat pengguna terus menerus terpapar konten tanpa henti.
Paparan konten yang berulang ini dapat memicu perasaan tidak puas hingga menurunkan kesejahteraan mental. Berbeda dengan WhatsApp dan Facebook yang lebih menekankan fungsi komunikasi, sehingga dinilai memiliki dampak yang relatif lebih positif terhadap kepuasan hidup.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dan TikTok berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah, serta meningkatnya risiko masalah kesehatan mental, terutama di kalangan anak muda. Hal ini diperparah dengan banyaknya konten dari influencer yang kerap memicu perbandingan sosial.
Selain jenis platform, durasi penggunaan juga menjadi faktor penting. Direktur Wellbeing Research Centre di University of Oxford, Jan-Emmanuel De Neve, menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dalam jumlah moderat justru memberikan hasil yang lebih baik.
Ia menyarankan durasi penggunaan sekitar satu jam per hari untuk menjaga keseimbangan. Namun, dalam penelitian tersebut, rata-rata pengguna menghabiskan waktu hingga dua setengah jam per hari di media sosial.
Lebih lanjut, Jan-Emmanuel De Neve menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial sesuai fungsinya, yaitu untuk berinteraksi dan membangun hubungan sosial. Dengan begitu, dampak negatif terhadap kesehatan mental dapat diminimalkan.







