• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Krisis Ekonomi Pakistan 2022–2024: Terburuk Sejak Kemerdekaan

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Desember 12, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Krisis Ekonomi Pakistan 2022–2024: Terburuk Sejak Kemerdekaan
222
SHARES
2.8k
VIEWS

KRISIS ekonomi yang melanda Pakistan pada periode 2022–2024 menjadi yang terparah sejak negara itu merdeka pada 1947. Kombinasi tekanan politik, tingginya harga energi global akibat invasi Rusia ke Ukraina, beban pinjaman luar negeri, hingga depresiasi tajam nilai tukar rupee memperdalam kontraksi ekonomi nasional.

Situasi semakin diperburuk oleh kelemahan struktural yang telah berlangsung lama, termasuk tata kelola yang buruk, produktivitas rendah, konsumsi domestik tinggi, serta beban proyek China–Pakistan Economic Corridor (CPEC). Kondisi tersebut membuat defisit perdagangan melonjak hingga 70 persen atau mencapai USD 35,4 miliar pada 2021–2022. Sementara itu, banjir besar pada 2022 merusak infrastruktur bernilai miliaran dolar dan memukul sektor ekonomi secara luas.

BACA JUGA :  Efektivitas Media Belajar Interaktif dalam Meningkatkan Minat Baca Anak Panti Asuhan

Kronologi Memburuknya Krisis

Akar krisis mulai terlihat sejak pandemi COVID-19, namun situasi makin memburuk setelah pencopotan Perdana Menteri Imran Khan pada April 2022. Ketidakstabilan politik membuat cadangan devisa Pakistan anjlok hingga hanya cukup untuk kebutuhan impor dua minggu pada Juni 2022.

Inflasi nasional kemudian melonjak hingga 37,97 persen pada Mei 2023, level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan penutupan sejumlah industri, termasuk kilang minyak Cnergyico dan beberapa pabrik farmasi. Protes massal merebak akibat kenaikan harga pangan dan listrik, sementara utang macet (circular debt) sektor energi membengkak hingga Rs 2,28 triliun.

Menjelang akhir 2023, Pakistan berada di ambang gagal bayar dengan total utang jatuh tempo mencapai USD 80 miliar hingga 2026.

BACA JUGA :  Fenomena AI dalam Kehidupan Sehari-hari: Peluang dan Tantangan

Respons Pemerintah dan IMF

Untuk meredam krisis, pemerintah Pakistan menaikkan suku bunga 100 basis poin menjadi 22 persen pada Juni 2023, menaikkan harga bahan bakar 16 persen, serta memangkas subsidi energi. Kebijakan ini ditempuh guna memenuhi persyaratan paket talangan IMF senilai USD 3 miliar yang disetujui September 2023.

Pemerintahan koalisi Shehbaz Sharif kemudian membentuk Special Investment Facilitation Council (SIFC) guna menarik investasi asing. Militer turut mendorong stabilisasi pemerintahan, meski situasi politik tetap rapuh.

Pemulihan Bertahap, Tantangan Berlanjut

Pakistan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan pertumbuhan PDB mencapai 2,5 persen pada 2024, inflasi turun ke bawah 20 persen, dan cadangan devisa meningkat. Namun tantangan besar masih mengintai, termasuk utang luar negeri sebesar USD 27,47 miliar yang jatuh tempo pada November 2024.

BACA JUGA :  Wagub Banten Dimyati Dorong Lulusan Unpam Serang Terus Berkarya dan Berkontribusi

Ketergantungan Pakistan pada pinjaman asing tetap menjadi risiko utama. Sementara itu, reformasi struktural yang berulang kali gagal, ditambah ketidakstabilan politik dan dampak bencana alam, membuat pemulihan ekonomi diperkirakan masih rapuh hingga 2025. Meski bantuan internasional membantu meredam tekanan, tingkat kemiskinan diproyeksikan tetap meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Penulis:
1. Aldiyas Roshan
2. Marisa Efrilianti Al-mansyur
3. Mira Marlepa Adu
4. Reyhan Aditya Fasyah
Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Akuntansi
Tags: Krisis Ekonomi Pakistan
Previous Post

KAI Gelar Promo 12.12, Tiket Eksekutif Diskon 20%

Next Post

Rebutan Kendali Pilkada: Quo Vadis Demokrasi Kita?

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Rebutan Kendali Pilkada: Quo Vadis Demokrasi Kita?

Rebutan Kendali Pilkada: Quo Vadis Demokrasi Kita?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com