JIKA diperhatikan banyak sekali orang yang kurang percaya diri terhadap dirinya sendiri, dan itu membuat rasa ragu, cemas, dan grogi muncul dalam diri ketika berada di hadapan publik. Diakui atau tidak, berbicara di depan orang banyak merupakan pekerjaan susah-susah gampang. Gampang bagi yang sudah profesional, tetapi susah bagi yang belum terbiasa berbicara.
Kurangnya rasa percaya diri akan membuat public speaking orang itu terhambat. Seperti yang diketahui, berbicara merupakan salah satu aktivitas komunikasi. Dan, yang namanya komunikasi di zaman yang serba modern ini sangatlah penting.
Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka berpikir positif dan dapat menerimanya.
Menurut Thantawy R. Dalam Kamus Istilah Bimbingan dan Konseling. Percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan suatu tindakan.
Seorang ahli, Dr. Robert Anthony, mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang yang diperoleh melalui monolog dengan dirinya sendiri yang bersifat internal, keyakinan mendukung pencapaian berbagai tujuan hidup untuk tidsak berputus asa walaupun menemui kegagalan.
Percaya diri akan tumbuh jika berhubungan dengan apa yang dimampu seseorang. Tidak perlu menjadi orang lain untuk memiliki rasa percaya diri, karena rasa percaya diri tumbuh pada seseorang berdasarkan keyakinan orang tersebut.
Mike Robbins menjelaskan “Be your self, because everyone is already taken.”
Kepercayaan diri tidak bisa tumbuh begitu saja. Terkadang butuh alternatif untuk memicunya keluar dari dalam diri sendiri seseorang. Dan alternatif paling ampuh untuk menumbuhkan rasa percaya diri salaah satunya dengan berbicara di depan publik.
Namun, tidak semua orang bisa berbicara di depan publik, butuh persiapan yang matang supaya tidak gugup nantinya. Dilansir dari buku berjudul Cara Pintar Berbicara Cerdas di Depan Publik, ada beberapa cara supaya pintar berbicara di depan publik antara lain seperti:
a. Manajemen Emosi
Menurut Munaya P. Khauri Anjali, langkah awal dalam mempersiapkan diri untuk berbicara di depan publik adalah manajemen emosi. Dari etimologi, emosi berasal dari asal kata bahasa latin movere yang berarti menggerakkan, bergerak. Kemudian ditambah dengan awal “e” untuk memberi arti “bergerak maju”. Makna inu menyiratkan kesan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.
b. Menguasai Materi yang Hendak Disampaikan
Langkah kedua yang perlu di lakukan untuk bisa berbicara di depan publik dengan baik dan sukses adalah menguasai materi yang hendak di sampaikan. Jadi, selain siap secara mental (manajemen emosi) untuk tampil di depan publik, juga harus menguasai yang akan disampaikan dalam forum.
c. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Kunci kesuksesan lainnya untuk bisa pintar berbicara cerdas di depan publik adalah meningkatkan kepercayaan diri. Bagi seseorang pembicara, rasa percaya diri itu penting. Mengapa penting? Sebab, rasa percaya diri dapat menghindarkan seseorang dari rasa takut, grogi, dan yang dapat membuat gagal.
d. Menghilangkan Grogi dan Cemas
Selain “wajib” meningkatkan rasa percaya diri seseorang juga “wajib” membunuh, menghilangkan, dan meminimalkan rasa grogi dan cemas dalan dirinya. Mengapa? Sebab keduanya tidak hanya membuat rasa percaya diri menjadi hancur, tetapi juga mempengaruhi sikap fisik (bahasa tubuh) pembicara di depan publik.
e. Menguasai Teknik- Teknik Berbicara Kelas Dunia
Yang dimaksud dengan teknik berbicara kelas dunia adalah sebuah teknik yang umum digunakan oleh para public speaking hebat kelas dunia dalam berbicara di depan publik, seperti: teknik the rule of three, anaphora dan hiperbola.
f. Menguasai Teknik Bahasa Tubuh
Teknik lain agar pintar berbicara di depan publik adalah teknik bahasa tubuh (gestur). Seorang pembicara harus menguasai gestur karena gestur merupakan komunikasi nonverbal (tanpa kata-kata) yang lebih dasyat dari pada bahas verbal. Bahasa tubuh ini juga berfungsi untuk memberi sinyal kepada audiens.
g. Menguasai Teknik Membuka dan Menutup Pembicaraan
Teknik ini merupakan salah satu teknik yang penting bagi seseoranag yang ingin berbicara adi hadapan publik. Seorang pembicara yang hebat akan membuat audiensnya terkagum- kagum sejak membuka pembicaraan.dan bagian penutup yang berfungsi memberi penekanan terhadap inti pesan yang di sampaikan pembicara kepada audiens.
Rasa percaya diri akan sangat membantu dalam melakukan berbagai aktivitas. Oleh karena itu, menumbuhkan rasa percaya diri adalah langkah mutlak yang harus dijalani seseorang untuk meraih kesuksesan.
Ditulis oleh:
Silvia Ghinayatul Fitriani, Prodi Akuntansi S-1, Universitas Pamulang







