• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 20, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno
226
SHARES
2.3k
VIEWS

“GENERASI stroberi,” “lembek,” “sedikit-sedikit burnout,” dan “susah diatur.” Label-label negatif ini seolah sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para pekerja dari Generasi Z (Gen Z). Di mata generasi senior, anak-anak muda yang lahir tahun 1997–2012 ini sering dicap manja hanya karena menolak lembur tanpa dibayar atau berani mempertanyakan kebijakan perusahaan yang tidak masuk akal.

Namun, benarkah Gen Z memandangi dunia kerja dengan mentalitas yang manja? Ataukah sebenarnya sistem dunia kerja warisan masa lalu yang sudah usang dan enggan beradaptasi dengan zaman?

Bukan Manja, Tapi Menghargai Batasan

Bagi Gen Z, bekerja bukan lagi sekadar ajang bertahan hidup demi mengisi rekening di akhir bulan, lalu mengorbankan kesehatan mental dan fisik. Hal ini sejalan dengan riset global dari Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey yang menunjukkan bahwa aspek kesehatan mental dan fleksibilitas kerja menjadi prioritas utama yang bahkan jauh lebih penting ketimbang sekadar besaran gaji belaka. Generasi ini tumbuh di era krisis global, pandemi, dan keterbukaan informasi yang masif. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana generasi sebelum mereka bekerja bagai robot hingga mengalami stres berat, namun bisa di-PHK begitu saja tanpa kompensasi yang layak saat krisis melanda.

BACA JUGA :  Drama Korea Start-Up: Inspirasi yang Mengubah Wirausaha di Dunia Nyata

Dari pengalaman itulah Gen Z belajar tentang work-life balance (keseimbangan hidup dan kerja). Ketika seorang pekerja Gen Z menolak dihubungi urusan kantor pada jam 9 malam di hari Minggu, itu bukan bentuk kemanjaan. Itu adalah batasan profesional (boundaries) yang sehat. Mereka tahu kapan waktu untuk produktif dan kapan waktu untuk memulihkan diri.

Dunia Kerja yang Usang

Ironisnya, banyak perusahaan masih menerapkan budaya kerja “kuno” yang menuntut loyalitas buta. Jam kerja kaku dari jam 9 pagi sampai 5 sore, birokrasi yang berbelit-belit, hingga budaya senioritas yang membungkam ide-ide kreativitas karyawan muda.

Padahal, Gen Z adalah generasi digital asli (digital natives). Mereka terbiasa dengan efisiensi. Mengapa harus terjebak macet 2 jam menuju kantor jika pekerjaan tersebut bisa diselesaikan dengan hasil yang sama baiknya dari rumah (remote work)? Mengapa harus rapat berjam-jam secara tatap muka jika hasilnya bisa diringkas dalam satu email atau pesan singkat yang jelas?

BACA JUGA :  Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar PKM di SMKN 60 Jakarta, Dorong Kompetensi Siswa Lewat Simulasi Manajemen Hotel Mini Berbasis Digital

Gen Z tidak malas bekerja; mereka hanya malas menghadapi proses yang tidak efisien dan kultur kerja beracun (toxic workplace). Mereka mencari lingkungan yang menawarkan fleksibilitas, transparansi, dan ruang untuk berkembang secara setara, bukan tempat kerja yang mengedepankan ego jabatan.

Solusi: Saatnya Berbenah dan Beradaptasi

Mengeluh tentang betapa “sulitnya mengatur anak muda zaman sekarang” tidak akan menyelesaikan masalah perusahaan. Alih-alih memberi cap negatif, dunia kerja dan para pemilik kebijakan sebaiknya mulai berbenah melalui langkah konkret berikut:

  • Terapkan Sistem Kerja Hybrid: Gabungan kerja di kantor dan di rumah terbukti menjaga produktivitas sekaligus kesehatan mental karyawan muda.
  • Fokus pada Output, Bukan Absensi: Ganti budaya kerja lembur dengan penilaian berbasis hasil kerja yang nyata (performance-based), bukan dari seberapa lama karyawan duduk di kubikel kantor.
  • Komunikasi Transparan: Buka ruang diskusi yang setara tanpa sekat senioritas yang kaku agar ide-ide segar bisa terus mengalir.

Kesimpulan

Mau tidak mau, dunia kerja harus menerima kenyataan bahwa komposisi tenaga kerja kini mulai didominasi oleh Gen Z. Pilihannya sekarang berada di tangan perusahaan: ingin tetap mempertahankan sistem lama yang kaku lalu kesulitan mencari talenta muda berbakat, atau mulai beradaptasi?

BACA JUGA :  Sosialisasi Kesadaran Digital dan Etika Online pada Remaja dan Anak-Anak

Jika ekosistem kerja ini enggan berubah, maka jangan kaget jika Gen Z lebih memilih “ganti arah” menjadi kreator konten, membangun startup, atau menjadi pekerja lepas (freelancer) yang punya kendali penuh atas hidup mereka. Kami tidak manja, kami hanya menolak diperas oleh sistem kuno yang tidak sehat.

Sumber Referensi

Deloitte. (2024). The Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey: Living with economic anxiety and prioritizing mental health. Deloitte Insights.

McKinsey & Company. (2023). How Gen Z is reshaping the workplace and what employers need to know. McKinsey Quarterly.

Pratiwi, A., & Handayani, S. (2022). Hubungan antara Budaya Organisasi Kaku dengan Burnout pada Karyawan Generasi Z. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 10(2), 45-58.

 

Penulis:

Tera Febianti
NIM: 231010502586
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang

Previous Post

Public Speaking: Keterampilan Penting untuk Berani Berbicara dan Bersaing di Era Modern

Next Post

Jalan Rawa Buntu Tangsel Dibongkar! Dua Titik Beton Rusak Diperbaiki, Pengendara Wajib Waspada

Related Posts

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Pembatasan Perdagangan: Tarif
DUNIA KAMPUS

Pembatasan Perdagangan: Tarif

Oktober 20, 2026
2.4k
Jenis-Jenis Pasar Modal
DUNIA KAMPUS

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Oktober 20, 2026
2.4k
Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan
DUNIA KAMPUS

Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
Jalan Rawa Buntu Tangsel Dibongkar! Dua Titik Beton Rusak Diperbaiki, Pengendara Wajib Waspada

Jalan Rawa Buntu Tangsel Dibongkar! Dua Titik Beton Rusak Diperbaiki, Pengendara Wajib Waspada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com