TANGSELXPRESS – Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mulai memasuki tahap penanganan struktur jalan setelah pengupasan lapisan aspal lama menemukan dua segmen kerusakan pada beton. Perbaikan diprioritaskan pada dua titik dengan total panjang sekitar 166 meter.
Pekerjaan yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) ini berada di jalur dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya menuju pertigaan Taman Tekno–Buaran, arah BSD menuju Pamulang.
Tahap pengupasan aspal atau scraping berlangsung pada Minggu (18/10/2026) malam hingga Senin (19/10/2026) dini hari. Proses yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB tersebut menggunakan cold milling machine untuk membuka lapisan aspal lama sekaligus memeriksa kondisi struktur jalan di bawahnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh, mengatakan pengupasan menjadi tahap awal untuk mengetahui kondisi jalan secara langsung sebelum menentukan penanganan teknis.
“Setelah lapisan tersebut terbuka, kondisi struktur di bawahnya dapat diperiksa dan ditangani sesuai hasil temuan di lapangan,” ujar Ahmad.
Dua Titik Kerusakan Beton Jadi Prioritas
Berdasarkan hasil pemeriksaan setelah pengupasan, petugas menemukan dua segmen kerusakan pada struktur beton yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Segmen pertama berada di sekitar lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU. Panjang kerusakan diperkirakan mencapai 45 meter dengan lebar sekitar 6 meter.
Sementara itu, segmen kedua berada di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya–Buaran, dengan panjang sekitar 121 meter dan lebar 6 meter.
Dengan demikian, total panjang kedua segmen yang menjadi prioritas perbaikan mencapai sekitar 166 meter.
Ahmad menjelaskan, kerusakan tersebut tidak cukup ditangani dengan pelapisan ulang aspal. Bagian struktur beton yang rusak harus dibongkar dan diperbaiki terlebih dahulu agar konstruksi jalan kembali berfungsi sesuai peruntukannya.
Beton K-350 Fast Track Digunakan untuk Percepatan Pekerjaan
Secara teknis, ruas jalan yang ditangani menggunakan sistem perkerasan kaku atau rigid pavement. Sistem ini mengandalkan beton sebagai struktur utama untuk menahan dan mendistribusikan beban kendaraan.
Di atas struktur tersebut terdapat lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) yang berfungsi sebagai lapisan pengikat dalam konstruksi perkerasan beraspal.
Pada bagian yang mengalami kerusakan, pekerjaan dilanjutkan dengan pembongkaran beton atau excavation. Setelah itu, struktur akan diperbaiki melalui pengecoran menggunakan beton mutu K-350 jenis fast track, sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.
Penggunaan beton fast track ditujukan untuk mendukung percepatan konstruksi. Masa pemeraman awal beton direncanakan sekitar tiga hari, tetapi kelanjutan pekerjaan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan hasil pemeriksaan kekuatan beton.
Dinas SDABMBK memperkirakan rangkaian pembongkaran hingga pengecoran pada dua segmen tersebut membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Durasi ini mencakup keseluruhan proses penanganan struktur beton, bukan hanya waktu pengeringan beton.
Setelah struktur memenuhi persyaratan teknis, pekerjaan dilanjutkan dengan pemulihan lapisan permukaan aspal AC-BC sesuai kebutuhan dan tahapan konstruksi.
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Sementara Tidak Rata
Selama proses rekonstruksi berlangsung, kondisi permukaan jalan mengalami perubahan. Pengupasan aspal menimbulkan perbedaan ketinggian antara bagian yang telah dikerjakan dan bagian yang belum ditangani.
Situasi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, apabila melintas dengan kecepatan tinggi atau melakukan pengereman mendadak.
Ahmad mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area proyek.
“Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan menjadi tidak rata dan terdapat perbedaan ketinggian. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” katanya.
Pengerjaan pada salah satu sisi lajur juga berpotensi membatasi ruang gerak kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas. Karena itu, pengendara diminta mematuhi rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dinas SDABMBK turut meminta masyarakat menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan menghindari manuver mendadak ketika melintasi lokasi pekerjaan.
Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel menjaga kualitas infrastruktur jalan. Perbaikan yang mencakup struktur beton dan lapisan permukaan diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan setelah pekerjaan selesai.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati selama proses pengerjaan berlangsung dan mengantisipasi kemungkinan perlambatan perjalanan di sekitar kawasan Rawa Buntu, terutama pada jalur menuju BSD dan Pamulang.







