MAHASISWA perlu memiliki keterampilan yang mendukung keberhasilan akademik dan persiapan memasuki dunia kerja. Selain pengetahuan akademik, public speaking dan manajemen keuangan merupakan dua keterampilan penting yang perlu dikembangkan.
Public speaking membantu mahasiswa menyampaikan gagasan dengan jelas dan percaya diri, sedangkan manajemen keuangan membantu mengatur uang secara bijaksana dan bertanggung jawab. Kedua keterampilan ini saling melengkapi dalam membentuk mahasiswa yang disiplin, mandiri, dan profesional.
PEMBAHASAN
Pentingnya Public Speaking bagi Mahasiswa
Public speaking menjadi salah satu keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam kegiatan akademik maupun dunia kerja. Selama kuliah, mahasiswa sering melakukan presentasi, mengikuti diskusi, menyampaikan pendapat, dan terlibat dalam kegiatan organisasi. Kemampuan berbicara yang baik membantu mahasiswa menyampaikan ide secara terstruktur sehingga mudah dipahami oleh orang lain.
Public speaking bukan hanya tentang keberanian berbicara di depan banyak orang, tetapi juga kemampuan menyusun materi, memilih bahasa yang tepat, memahami audiens, dan menyampaikan pesan dengan percaya diri. Keterampilan ini dapat dilatih melalui presentasi kelas, seminar, diskusi kelompok, serta kegiatan organisasi kampus.
Dalam dunia kerja, public speaking berguna ketika seseorang harus mempresentasikan hasil pekerjaan, menjelaskan laporan, melakukan negosiasi, atau menyampaikan ide kepada pimpinan. Mahasiswa yang terbiasa berbicara di depan umum akan memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi wawancara kerja dan berkomunikasi dengan rekan kerja.
Pentingnya Manajemen Keuangan bagi Mahasiswa
Manajemen keuangan merupakan kemampuan mengatur dan menggunakan uang secara terencana. Bagi mahasiswa, keterampilan ini penting karena uang yang dimiliki harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, seperti biaya kuliah, makan, transportasi, tugas akademik, tabungan, dan hiburan.
Tanpa pengelolaan yang baik, mahasiswa dapat mengalami kesulitan keuangan sebelum menerima uang berikutnya. Pengaruh media sosial dan tren gaya hidup juga dapat mendorong perilaku konsumtif, misalnya membeli barang hanya karena sedang populer atau mengikuti teman.
Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa perlu membuat anggaran bulanan, mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk tabungan. Kebiasaan ini dapat membantu mahasiswa menggunakan uang secara lebih bijaksana dan menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan.
Manajemen keuangan juga dapat mendukung pengembangan diri. Sebagai contoh, mahasiswa dapat menyisihkan uang untuk membeli buku, mengikuti seminar, atau mengikuti pelatihan yang bermanfaat bagi karier. Dengan demikian, uang tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk menunjang masa depan.
Hubungan Public Speaking dan Manajemen Keuangan
Public speaking dan manajemen keuangan memiliki hubungan yang erat dalam mendukung kemampuan profesional mahasiswa. Public speaking membantu mahasiswa menyampaikan informasi dan gagasan, sedangkan manajemen keuangan membantu mereka merencanakan penggunaan uang dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Contohnya, ketika mahasiswa melakukan presentasi tentang pengelolaan keuangan, mereka perlu memahami cara membuat anggaran dan mengatur pengeluaran. Selain itu, mereka harus mampu menjelaskan materi menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh audiens. Dengan menggabungkan kedua keterampilan tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan informasi secara jelas dan meyakinkan.
Hubungan ini juga terlihat dalam kegiatan organisasi kampus. Ketika menyelenggarakan sebuah acara, mahasiswa harus menyusun anggaran, menentukan kebutuhan dana, dan mengawasi pengeluaran. Kemampuan public speaking diperlukan ketika mereka mengajukan proposal sponsor, menjelaskan anggaran kepada anggota organisasi, dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
Dalam dunia kerja, seorang staf keuangan tidak cukup hanya mampu menghitung angka dan menyusun laporan. Ia juga harus dapat menjelaskan kondisi keuangan kepada pimpinan secara jelas. Sebaliknya, kemampuan berbicara yang baik perlu didukung oleh pemahaman materi dan data yang akurat. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi dan pengetahuan keuangan perlu dikembangkan secara seimbang.
Peran Kedua Keterampilan dalam Meningkatkan Profesionalisme
Profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan akademik, tetapi juga mencakup sikap disiplin, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Public speaking dan manajemen keuangan dapat membantu mahasiswa mengembangkan sikap tersebut.
Pertama, meningkatkan kepercayaan diri. Public speaking melatih mahasiswa untuk berani menyampaikan pendapat, mempresentasikan ide, dan berinteraksi dengan orang lain. Kepercayaan diri ini penting ketika mahasiswa memasuki lingkungan kerja yang menuntut komunikasi secara aktif.
Kedua, membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Manajemen keuangan mengajarkan mahasiswa menentukan prioritas serta menggunakan uang sesuai kebutuhan. Sikap tersebut juga diperlukan dalam pekerjaan, terutama ketika seseorang bertanggung jawab mengelola anggaran dan sumber daya perusahaan.
Ketiga, meningkatkan kemampuan mengambil keputusan. Mahasiswa yang terbiasa mengatur keuangan akan belajar mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum menggunakan uang. Apabila didukung kemampuan public speaking, keputusan tersebut dapat disampaikan dan dijelaskan secara logis kepada orang lain.
Keempat, memperluas peluang karier. Kemampuan komunikasi dan pengelolaan keuangan dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan, seperti staf keuangan, pemasaran, manajemen, dan kewirausahaan. Penguasaan kedua keterampilan ini dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika melamar pekerjaan maupun mengembangkan usaha sendiri.
Cara Mengembangkan Public Speaking dan Manajemen Keuangan
Mahasiswa dapat mengembangkan public speaking dengan aktif mengikuti presentasi, seminar, diskusi, dan organisasi kampus. Latihan secara rutin dapat meningkatkan keberanian, kejelasan berbicara, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Sementara itu, kemampuan manajemen keuangan dapat dikembangkan dengan membuat anggaran bulanan, mencatat pengeluaran, membatasi belanja yang tidak diperlukan, dan membiasakan diri menabung. Mahasiswa juga perlu mengevaluasi pengeluaran agar dapat mengetahui apakah uang telah digunakan sesuai rencana.
Kedua keterampilan ini dapat dilatih secara bersamaan melalui kegiatan presentasi bertema keuangan, seperti cara mengatur uang bulanan, pentingnya menabung, atau dampak perilaku konsumtif. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memahami materi keuangan sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum.
Selain itu, mahasiswa perlu membiasakan diri menerima masukan dan melakukan evaluasi. Dalam public speaking, evaluasi dapat dilakukan dengan memperbaiki cara berbicara dan penyampaian materi. Dalam manajemen keuangan, evaluasi dilakukan dengan memeriksa kesesuaian pengeluaran terhadap anggaran. Dengan latihan yang konsisten, kedua keterampilan tersebut dapat berkembang secara bertahap.
Penulis:
Triami Septianingsih
Mahasiswa Manajemen Ekonomi Bisnis Universitas Pamulang







