• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Jangan Asal Klik: Menjaga Uang di Tengah Maraknya Penipuan Digital

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 18, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Jangan Asal Klik: Menjaga Uang di Tengah Maraknya Penipuan Digital
223
SHARES
2.4k
VIEWS

Ketika Kemudahan Digital Menjadi Celah

Bayangkan menerima pesan yang mengatakan bahwa paket tertahan, rekening akan diblokir, atau kita memenangkan hadiah besar. Pesan itu terlihat meyakinkan dan meminta kita mengeklik tautan atau memberikan kode verifikasi. Dalam situasi panik atau terlalu senang, seseorang bisa bertindak tanpa berpikir panjang. Padahal, satu klik yang salah dapat membuka jalan bagi pelaku untuk mengambil alih akun atau menguras saldo.

Layanan keuangan digital membuat pembayaran dan transfer uang semakin praktis. Kita dapat membayar kebutuhan sehari-hari tanpa membawa uang tunai, memeriksa saldo melalui ponsel, dan mengirim uang dalam hitungan detik. Namun, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. Karena itu, menjaga keuangan saat ini bukan hanya tentang mengatur pengeluaran atau menabung, melainkan juga melindungi uang dan data pribadi saat bertransaksi.

Besarnya Risiko Penipuan Keuangan

Ancaman penipuan digital bukan sekadar dugaan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga 17 Agustus 2025, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 225.281 laporan penipuan. Pada periode yang sama, sebanyak 359.733 rekening terverifikasi dan 72.145 rekening telah diblokir. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp4,6 triliun, sedangkan dana yang berhasil diblokir sekitar Rp349,3 miliar (OJK, 2025). Angka ini memperlihatkan bahwa dampak penipuan dapat sangat besar dan menyentuh masyarakat dari berbagai latar belakang.

BACA JUGA :  Menuai Inspirasi dari Kesuksesan Grup K-Pop BTS

Modus yang digunakan pun semakin beragam. Pelaku dapat menyamar sebagai petugas bank, kurir, layanan pelanggan, teman, atau bahkan pihak berwenang. Ada pula tawaran investasi dengan keuntungan tidak masuk akal, lowongan kerja palsu yang meminta biaya pendaftaran, serta pesan berisi tautan yang menyerupai situs resmi. Biasanya, pelaku sengaja menciptakan rasa takut, terburu-buru, atau tergiur agar korban tidak sempat memeriksa kebenaran informasi.

Mengapa Kita Bisa Menjadi Korban?

Penipuan digital tidak selalu terjadi karena seseorang tidak memahami teknologi. Orang yang terbiasa memakai aplikasi keuangan pun dapat tertipu ketika sedang lelah, panik, atau percaya kepada pihak yang terlihat meyakinkan. Pelaku sering memanfaatkan informasi pribadi yang tersebar di internet agar pesan mereka terasa lebih nyata. Selain itu, keinginan memperoleh keuntungan cepat juga membuat sebagian orang mengabaikan risiko.

Oleh sebab itu, literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan literasi digital. Kita bukan hanya perlu memahami cara menggunakan layanan keuangan, tetapi juga mengetahui biaya, risiko, dan cara melindungi akses ke akun. Keputusan keuangan yang baik selalu membutuhkan waktu untuk memeriksa informasi, bukan sekadar mengikuti dorongan sesaat.

BACA JUGA :  Waspada Bias Manajer: Ketika Pemimpin Bisnis Terjebak dalam Kesalahan Pengambilan Keputusan

Langkah Praktis Melindungi Uang dan Data

Pertama, jangan pernah membagikan PIN, kata sandi, atau kode one-time password (OTP) kepada siapa pun. Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk akun penting, serta aktifkan verifikasi tambahan jika tersedia. Kedua, jangan langsung mengeklik tautan dari pesan yang mendesak. Jika menerima kabar bahwa rekening bermasalah, buka aplikasi resmi atau hubungi bank melalui kontak yang tercantum di situs resminya.

Ketiga, periksa legalitas penyedia layanan keuangan sebelum mengirim uang atau mengikuti tawaran investasi. Janji keuntungan besar dalam waktu singkat dengan risiko rendah patut dicurigai. Jangan mengambil keputusan hanya karena rekomendasi dari grup percakapan atau orang yang baru dikenal di media sosial. Keempat, jaga informasi pribadi seperti nomor identitas, foto dokumen, dan detail rekening. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun penipuan yang lebih meyakinkan.

Jika sudah terlanjur melakukan transfer kepada penipu, segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran untuk mengamankan akun dan transaksi. Simpan bukti transfer, nomor rekening tujuan, tautan, serta percakapan. Selanjutnya, laporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre di kanal resminya dan buat laporan kepada pihak kepolisian. OJK menjelaskan bahwa pelaporan perlu dilakukan secepat mungkin karena penanganan cepat dapat membantu upaya pemblokiran dana, meskipun pengembalian uang tidak dapat dijamin.

BACA JUGA :  Analisis Obligasi dalam Manajemen Investasi

Bijak Mengelola Keuangan di Era Digital

Menurut saya, kemampuan mengelola keuangan pada era digital tidak cukup diukur dari besarnya tabungan atau seberapa teratur seseorang membuat anggaran. Kemampuan tersebut juga terlihat dari cara kita menjaga uang agar tidak hilang akibat keputusan yang terburu-buru. Kita tetap dapat memanfaatkan teknologi untuk bertransaksi dengan praktis, selama selalu memeriksa sumber informasi dan memahami risiko.

Pada akhirnya, perlindungan keuangan dimulai dari kebiasaan sederhana: berhenti sejenak sebelum mengeklik, memeriksa kebenaran pesan, menjaga kode rahasia, dan tidak mudah tergiur keuntungan instan. Di dunia digital, satu keputusan ceroboh dapat berharga mahal. Jadi, sebelum percaya, memberikan data, atau mentransfer uang, pastikan kita sudah melakukan pemeriksaan. Menjaga uang bukan hanya tentang berapa banyak yang kita miliki, tetapi juga seberapa bijak kita melindunginya.

Daftar Pustaka

Otoritas Jasa Keuangan. (2025, 19 Agustus). Marak Penipuan Keuangan, OJK Bersama Pemerintah Luncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-Bersama-Pemerintah-Luncurkan-Kampanye-Nasional-Berantas-Scam-dan-Aktivitas-Keuangan-Ilegal.aspx

Indonesia Anti-Scam Centre. (n.d.). Tentang IASC dan pelaporan penipuan transaksi keuangan. https://iasc.ojk.go.id/

 

Penulis:

Karina Arifani

Mahasiswa S1 Manajemen, Konsentrasi Manajemen Keuangan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang

Previous Post

Tawuran di Stasiun Manggarai Kembali Pecah, Warung Dibakar

Next Post

Hubungan Public Speaking dan Manajemen Keuangan dalam Meningkatkan Kemampuan Profesional Mahasiswa

Related Posts

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Pembatasan Perdagangan: Tarif
DUNIA KAMPUS

Pembatasan Perdagangan: Tarif

Oktober 20, 2026
2.4k
Jenis-Jenis Pasar Modal
DUNIA KAMPUS

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Oktober 20, 2026
2.4k
Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan
DUNIA KAMPUS

Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan

Oktober 20, 2026
2.4k
Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno
DUNIA KAMPUS

Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno

Oktober 20, 2026
2.3k
Next Post
Hubungan Public Speaking dan Manajemen Keuangan dalam Meningkatkan Kemampuan Profesional Mahasiswa

Hubungan Public Speaking dan Manajemen Keuangan dalam Meningkatkan Kemampuan Profesional Mahasiswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com