• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Usia Segini Harusnya Sudah Apa? Ketika Gen Z Terjebak Career FOMO

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 22, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Usia Segini Harusnya Sudah Apa? Ketika Gen Z Terjebak Career FOMO
224
SHARES
2.5k
VIEWS

DUNIA kerja saat ini tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga menjadi ruang bagi seseorang untuk berkembang dan menunjukkan pencapaian. Bagi Generasi Z, perkembangan karier sering kali menjadi sesuatu yang cukup diperhatikan.

Apalagi dengan adanya media sosial, pencapaian orang lain dapat terlihat dengan mudah. Ada yang baru lulus sudah mendapatkan pekerjaan, ada yang sudah mendapatkan promosi, mengikuti banyak sertifikasi, bahkan ada yang sudah membangun bisnis sendiri.

Melihat pencapaian tersebut terkadang membuat muncul pertanyaan dalam diri, “Kok aku belum seperti mereka?” atau “Apakah karierku sudah tertinggal?” Perasaan takut tertinggal dalam perkembangan karier inilah yang dikenal dengan istilah Career FOMO (Fear of Missing Out).

Career FOMO sebenarnya bukan hanya tentang rasa iri terhadap pencapaian orang lain. Fenomena ini lebih kepada kekhawatiran seseorang bahwa dirinya tidak berkembang secepat orang lain dalam perjalanan karier. Ketika melihat teman sebaya mendapatkan kesempatan yang lebih baik, seseorang dapat merasa bahwa dirinya harus segera melakukan sesuatu agar tidak tertinggal.

Media sosial membuat fenomena tersebut semakin mudah terjadi. Hanya dengan membuka Instagram, TikTok, atau LinkedIn, kita dapat melihat berbagai pencapaian orang lain. Namun, yang sering dilupakan adalah bahwa media sosial hanya memperlihatkan sebagian dari perjalanan seseorang. Kita melihat hasil akhirnya, tetapi tidak selalu melihat proses, kegagalan, tekanan, dan perjuangan yang mereka jalani.

BACA JUGA :  Lebih dari Sekadar Angka: Akuntansi adalah Jantung Bisnis

Hal tersebut menjadi menarik ketika dikaitkan dengan Generasi Z yang saat ini mulai mendominasi dunia kerja. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Wahyuningsih dan rekan-rekan dalam Jurnal Manajemen Ekonomi dan Akuntansi membahas fenomena Career FOMO pada karyawan Generasi Z di BFI Finance. Penelitian tersebut melibatkan 100 karyawan Generasi Z di kantor pusat BFI Finance, Serpong, BSD. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Career FOMO, kepuasan kerja, dan stres kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keinginan pindah kerja, dengan kontribusi sebesar 55,1%. Artinya, ketiga faktor tersebut memiliki hubungan yang cukup besar dengan munculnya keinginan karyawan untuk berpindah pekerjaan. 

Menariknya, Career FOMO menjadi faktor yang paling dominan dalam penelitian tersebut. Career FOMO memiliki pengaruh positif terhadap keinginan pindah kerja. Artinya, semakin tinggi rasa takut tertinggal dalam perkembangan karier, semakin tinggi pula kecenderungan seseorang untuk memiliki keinginan berpindah pekerjaan. 

Fenomena ini sebenarnya cukup mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang karyawan merasa pekerjaannya tidak berkembang setelah melihat teman seusianya mendapatkan promosi. Kemudian muncul keinginan untuk mencari pekerjaan baru karena merasa perusahaan lain mungkin memberikan kesempatan karier yang lebih baik.

Namun, apakah berpindah pekerjaan selalu menjadi solusi?

BACA JUGA :  UMR Naik Setiap Tahun, Mengapa Hidup Tetap Terasa Berat?

Jawabannya tentu tidak sesederhana itu. Keinginan untuk berkembang dalam karier merupakan sesuatu yang wajar. Setiap orang tentu ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan kemampuan, dan memiliki masa depan yang sesuai dengan harapannya. Yang perlu diperhatikan adalah ketika pencapaian orang lain justru menjadi ukuran utama dalam menilai keberhasilan diri sendiri.

Selain Career FOMO, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap keinginan pindah kerja. Dengan kata lain, semakin tinggi kepuasan kerja seseorang, semakin rendah keinginannya untuk berpindah pekerjaan. Sebaliknya, stres kerja memiliki pengaruh positif terhadap keinginan pindah kerja. 

Hal ini menunjukkan bahwa persoalan karier Gen Z tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang melihat pencapaian orang lain. Kondisi di tempat kerja juga memiliki peran. Lingkungan kerja, beban pekerjaan, kesempatan berkembang, serta rasa puas terhadap pekerjaan dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk tetap bertahan atau mulai mencari peluang baru.

Bagi perusahaan, fenomena Career FOMO juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Perusahaan tidak cukup hanya memberikan pekerjaan dan gaji, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi karyawan untuk berkembang. Kesempatan belajar, pengembangan karier, komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan, serta lingkungan kerja yang sehat dapat membantu karyawan melihat bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk berkembang di dalam perusahaan.

BACA JUGA :  Peran Ekonomi Manajerial dalam Mendukung Pengambilan Keputusan dan Kinerja Perusahaan

Sementara bagi Gen Z sendiri, mungkin sudah waktunya untuk berhenti menjadikan perjalanan karier orang lain sebagai patokan utama. Setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing. Ada yang cepat mendapatkan pekerjaan, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang berkembang melalui promosi, sementara yang lain berkembang dengan mempelajari keterampilan baru.

Karier bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat sampai.

Melihat kesuksesan orang lain boleh menjadi motivasi, tetapi jangan sampai berubah menjadi tekanan. Daripada terus bertanya, “Kenapa aku belum seperti mereka?”, mungkin lebih baik mulai bertanya, “Apa yang bisa aku lakukan untuk mengembangkan diriku dari posisi sekarang?”

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan menjadi lebih cepat dari orang lain, tetapi terus berkembang menjadi versi diri yang lebih baik.

Sumber:

Wahyuningsih, I., Handayani, P. T., Sahdeli, A., Sigit, A. N., Setiawan, D. A., Ruslani, I. F., Ridho, M., & Rifkhan. (2026). Analisis Career FOMO, Kepuasan Kerja dan Stres Kerja Terhadap Keinginan Pindah Kerja Karyawan Generasi Z Di BFI Finance. Jurnal Manajemen Ekonomi dan Akuntansi, 2(3), 624–633. https://doi.org/10.63921/jmaeka.v2i3.478. 

 

Penulis:

Irma Wahyuningsih

Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Previous Post

Vape Rawan Disusupi Narkotika Cair, BNN Ungkap Temuan Etomidate hingga THC

Next Post

Skor TKA 2026 Berubah! Siswa SMA-SMK Kini Pakai Nilai 200-800, Cek Targetnya

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Skor TKA 2026 Berubah! Siswa SMA-SMK Kini Pakai Nilai 200-800, Cek Targetnya

Skor TKA 2026 Berubah! Siswa SMA-SMK Kini Pakai Nilai 200-800, Cek Targetnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com