TANGSELXPRESS– Membagi waktu antara pendidikan dan olahraga bukan perkara mudah. Namun, tantangan tersebut tak menyurutkan semangat Nur Anjani Rahdatul Aisyah, atlet Muaythai Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.
Atlet yang akan turun di kelas 52 kilogram putri itu mengaku persiapannya kini telah mencapai sekitar 95 persen. Menjelang pertandingan, Anjani mulai memusatkan perhatian pada pemeliharaan kondisi fisik, penguatan mental, serta pematangan teknik bertanding.
Targetnya pun sudah jelas: membawa pulang medali emas untuk Kota Tangsel.
“Karena sudah H-18 hari, sudah harus siap. Kalau dihitung-hitung mungkin sekitar 95 persen. Yang paling saya siapkan saat ini adalah bagaimana caranya bisa meraih medali emas di Porprov Banten 2026,” ungkap Anjani, Sabtu (31/10/2026).
Di balik ambisinya tersebut, ada perjuangan yang tidak ringan. Anjani harus pandai membagi waktu antara kegiatan sekolah dan jadwal latihan yang semakin intensif setiap hari.
Belum lagi tantangan menjaga berat badan agar sesuai dengan kelas pertandingan. Ia mengaku harus menurunkan sekitar empat kilogram untuk memenuhi ketentuan kelas 52 kilogram. Meski membutuhkan usaha ekstra, Anjani bersyukur target berat badannya kini sudah tercapai.
Memasuki masa persiapan akhir, program latihan mulai disesuaikan. Fokusnya bukan lagi sekadar meningkatkan kemampuan, melainkan menjaga kebugaran, memperkuat kesiapan mental, dan menyempurnakan teknik yang telah diasah selama latihan.
Namun, bagi Anjani, Porprov VII Banten 2026 bukan sekadar ajang untuk membuktikan kemampuan di atas ring. Lebih dari itu, ia ingin membawa kebanggaan sekaligus menunjukkan bahwa Kota Tangsel memiliki generasi muda yang mampu menorehkan prestasi.
“Saya mau memperbaiki nama Tangsel, biar Tangsel tidak dilihat yang jelek saja, tetapi Tangsel juga punya anak-anak berprestasi. Tangsel juga bisa melahirkan atlet-atlet besar,” tuturnya.
Semangat tersebut tak lepas dari dukungan keluarga, pelatih, dan teman-teman sesama atlet. Anjani menyebut keluarga menjadi salah satu motivasi terbesarnya untuk terus berjuang.
Ia juga mengapresiasi pendampingan Coach Irwan, Coach Rahmat, Ka Tria, serta rekan-rekan yang selalu memberikan dukungan selama menjalani proses latihan.
Dukungan orang-orang terdekat itu menjadi kekuatan tersendiri bagi Anjani untuk menjaga semangat dan konsistensi hingga pertandingan tiba.
Kini, target medali emas menjadi motivasi utama yang terus ia bawa dalam setiap sesi latihan. Anjani ingin membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan tekad generasi muda mampu mengharumkan nama daerah.
Bagi atlet muda Tangsel ini, kemenangan di Porprov nanti bukan hanya soal prestasi pribadi, tetapi juga tentang membawa nama Kota Tangerang Selatan berdiri di podium tertinggi.







