• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Apakah Penggunaan QRIS dan Dompet Digital Membuat Masyarakat Lebih Mudah Menentukan Pembelian?

Tinjauan Perilaku Konsumen, Teori Psikologi Ekonomi, dan Dampak Inklusi Finansial

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 18, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
Apakah Penggunaan QRIS dan Dompet Digital Membuat Masyarakat Lebih Mudah Menentukan Pembelian?
224
SHARES
2.4k
VIEWS

PERKEMBANGAN teknologi finansial di Indonesia telah mengubah wajah transaksi ekonomi secara mendasar. Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang digagas oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), berpadu dengan maraknya platform dompet digital seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay, telah menciptakan ekosistem pembayaran tanpa tunai (cashless) yang inklusif.

Pertanyaan krusial yang muncul di tengah pergeseran budaya transaksi ini adalah apakah kemudahan infrastruktur pembayaran digital secara nyata mempermudah masyarakat dalam menentukan keputusan pembelian.

Secara konseptual, proses penentuan keputusan pembelian melibatkan beberapa tahapan psikologis dan praktis, mulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, hingga tindakan mengeksekusi transaksi.

Sebelum era pembayaran digital berbasis respons cepat meluas, hambatan fisik dalam bertransaksi sering kali menjadi variabel penahan (friction). Konsumen harus memperhitungkan ketersediaan uang tunai di dompet, keberadaan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), hingga potensi kendala uang kembalian. Kendala operasional tersebut kerap memperpanjang durasi pertimbangan atau bahkan membatalkan niat beli di saat-saat terakhir.

Hadirnya QRIS dan dompet digital memangkas kerumitan teknis tersebut secara signifikan. Integrasi kode QR tunggal memungkinkan transaksi antar platform dilakukan dalam hitungan detik hanya dengan memindai layar smartphone. Dari sudut pandang efisiensi alur keputusan, konsumen tidak lagi terbebani oleh batasan jarak finansial fisik. Keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa dapat diambil dengan sangat cepat karena eksekusi pembayarannya serba praktis.

Sejumlah studi akademis mengonfirmasi hubungan erat antara kemudahan teknologi pembayaran dan preferensi keputusan konsumen. Dalam kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dipelopori oleh Fred Davis, persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness) merupakan dua pendorong utama yang membentuk perilaku pengguna.

BACA JUGA :  Mengapa Pendapatan Perkapita Indonesia Masih di Bawah Brunei?

Dalam konteks pembayaran digital di Indonesia, penelitian oleh Cahyani dan Abrianto (2025) mengenai perilaku transaksi cashless menunjukkan bahwa kemudahan transaksi menggunakan QRIS memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Konsumen merasa lebih percaya diri dan mantap menentukan pembelian ketika mereka tahu metode pembayaran yang tersedia sangat fleksibel, responsif, dan tidak membutuhkan proses rumit.

Selain faktor fleksibilitas operasional, integrasi dompet digital dengan program insentif pemasaran turut mempercepat mekanisme pengambilan keputusan. Fitur pendukung seperti potongan harga langsung, kembalian tunai (cashback), penukaran poin reward, hingga fasilitas bayar nanti (paylater) bertindak sebagai katalis dalam evaluasi manfaat oleh konsumen.

Ketika memilih antar alternatif produk, adanya nilai tambah ekonomis yang ditawarkan ekosistem dompet digital membuat konsumen lebih cepat menyimpulkan bahwa opsi tersebut menguntungkan secara finansial.

Namun, di balik kecepatan dan kemudahan penentuan pembelian tersebut, terdapat dimensi psikologis ekonomi yang kompleks. Konsep pain of paying yang digagas oleh pakar ekonomi perilaku Drazen Prelec dan George Loewenstein dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menjelaskan bahwa transaksi dengan uang tunai fisik memberikan hambatan rasa sakit psikologis saat melepaskan lembaran uang dari tangan. Sebaliknya, pembayaran digital memisahkan sensasi pengeluaran fisik dari tindakan konsumsi. Saat masyarakat memindai QRIS atau menekan tombol di aplikasi dompet digital, rasa sakit akibat berkurangnya kekayaan tidak langsung terasa secara empiris.

BACA JUGA :  Dampak Pemotongan PPh Pasal 21 terhadap Penghasilan Bersih Karyawan Ditinjau dari Manajemen Kompensasi dan Hubungan Industrial

Ketiadaan rasa sakit fisik ini membuat garis pemisah antara kebutuhan dasar dan keinginan spontan menjadi sangat tipis. Akibatnya, kemudahan dalam menentukan keputusan pembelian kerap bergeser menjadi kecenderungan pembelian impulsif (impulsive buying).

Penelitian yang menelaah dampak penggunaan pembayaran berbasis QR Code pada kalangan mahasiswa dan masyarakat urban mengungkapkan bahwa kecepatan akses transaksi digital sering kali mengeliminasi masa jeda berpikir rasional. Konsumen mengeksekusi pembelian tanpa melalui tahapan evaluasi manfaat jangka panjang yang matang.

Perubahan perilaku ini juga dipengaruhi oleh perubahan cara pandang masyarakat terhadap uang. Saldo di dalam dompet digital kerap dipersepsikan sekadar sebagai angka dalam layar aplikasi, bukan uang riil yang memerlukan usaha keras untuk didapatkan. Fenomena ini menurunkan ambang batas pertimbangan saat membeli produk-produk berskala mikro hingga menengah, seperti minuman kekinian, camilan, atau barang bergaya hidup.

Meski demikian, tidak wajar apabila kemudahan QRIS dan dompet digital semata-mata dipandang negatif. Dari sudut pandang pencatatan finansial dan transparansi, transaksi digital memberikan alat bantu keputusan yang jauh lebih terstruktur dibanding masa lalu. Setiap transaksi yang berhasil melalui QRIS langsung tercatat secara akurat di dalam riwayat mutasi rekening atau aplikasi. Data transaksi ini memungkinkan masyarakat yang disiplin untuk menganalisis pola pengeluaran mereka secara berkala.

Dengan kata lain, bagi konsumen yang berliterasi keuangan tinggi, QRIS dan dompet digital tidak hanya mempermudah eksekusi pembelian saat itu juga, tetapi juga mempermudah perencanaan pembelian di masa depan berbasis data transaksi historis.

BACA JUGA :  Bangkitnya Industri Musik Pasca Pandemi Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Inklusi keuangan yang didorong oleh standarisasi QRIS juga membawa dampak inklusif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemudahan masyarakat dalam mengambil keputusan beli pada akhirnya berdampak langsung pada akselerasi perputaran modal usaha kecil. Konsumen tidak ragu untuk singgah dan membeli di pedagang kaki lima atau kedai kecil karena ketiadaan uang tunai pas bukan lagi menjadi penghambat transaksi.

Kesimpulannya, penggunaan QRIS dan dompet digital terbukti secara nyata membuat masyarakat lebih mudah dalam menentukan dan mengeksekusi keputusan pembelian. Teknologi ini memangkas batas hambatan operasional, mempercepat alur evaluasi produk, dan memberikan kenyamanan tingkat tinggi dalam bertransaksi. Kendati demikian, kemudahan tersebut bertindak bagai pisau bermata dua. Tanpa diimbangi oleh literasi keuangan yang memadai dan kontrol diri yang kuat, kemudahan penentuan keputusan pembelian berisiko tergelincir menjadi dorongan konsumtif yang merugikan kondisi finansial pribadi. Oleh sebab itu, efisiensi teknologi pembayaran digital harus selalu beriringan dengan kesadaran finansial agar kemudahan yang tercipta dapat memberikan nilai kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.

 

Penulis:

1. Sintia Damayanti
2. Safannah Muslimatin Rinahandhani
3. ⁠Zakiyatun Nurhidayah
4. ⁠Septi Susiyanti Hutagaol
5. ⁠Sela Septiana
6. ⁠Shahnaz Zahira Virgi
Mahasiswa Manajemen Program Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang
Previous Post

Polusi Udara Jakarta Memburuk, AQI Tembus 180! Warga Diminta Waspada

Next Post

Dinamika Harga Komoditas dalam Perdagangan Internasional: Peluang dan Risiko bagi Perekonomian Indonesia

Related Posts

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Pembatasan Perdagangan: Tarif
DUNIA KAMPUS

Pembatasan Perdagangan: Tarif

Oktober 20, 2026
2.4k
Jenis-Jenis Pasar Modal
DUNIA KAMPUS

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Oktober 20, 2026
2.4k
Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan
DUNIA KAMPUS

Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan

Oktober 20, 2026
2.4k
Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno
DUNIA KAMPUS

Gen Z Tidak Manja, Sistem Kerjanya Saja yang Kuno

Oktober 20, 2026
2.3k
Next Post
Dinamika Harga Komoditas dalam Perdagangan Internasional: Peluang dan Risiko bagi Perekonomian Indonesia

Dinamika Harga Komoditas dalam Perdagangan Internasional: Peluang dan Risiko bagi Perekonomian Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com