• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Mahasiswa Unpam Gelar PKM di SMK Trimulia Jakarta, Dorong Kepemimpinan dan Kemandirian Finansial

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 15, 2026
in NEWS
Reading Time: 8min read
Mahasiswa Unpam Gelar PKM di SMK Trimulia Jakarta, Dorong Kepemimpinan dan Kemandirian Finansial
224
SHARES
2.4k
VIEWS

MAHASISWA Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang (UNPAM), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Trimulia Jakarta. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa kelas XII dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam bidang manajemen, kepemimpinan, pengelolaan keuangan, serta kewirausahaan sebagai persiapan menghadapi dunia kerja dan membangun usaha di masa depan.

Kegiatan PKM ini mengusung tema utama “Young to Manager: Membentuk Mindset Manajerial dan Jiwa Kepemimpinan Siswa SMK untuk Menghadapi Dunia Kerja dan Wirausaha.” Pelaksanaan kegiatan melibatkan dua kelompok mahasiswa yang memberikan materi dengan fokus berbeda, tetapi saling melengkapi. Kelompok pertama melaksanakan kegiatan di kelas XII MP1 dengan tema “Young to Manager: Membentuk Mindset Manajerial dan Jiwa Kepemimpinan Siswa SMK untuk Menghadapi Dunia Kerja dan Wirausaha”, sedangkan kelompok kedua melaksanakan kegiatan di kelas XII MP2 dengan tema “Kelas Mini Manajer Muda: Belajar Mengelola Uang, Bisnis, dan Masa Depan Sejak SMK”.

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pembimbing Fahmi Susanti, S.KM., dan Andri Septianto, S.T., M.M. Pelaksanaan PKM tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan kompetensi generasi muda, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Young to Manager: Membangun Pola Pikir Manajerial dan Jiwa Kepemimpinan

Kelompok XII MP1 diketuai oleh Nurul Miftah dengan anggota Sayyidina Ali dan Lukman Hakim. Melalui tema Young to Manager, kelompok ini menekankan pentingnya membangun pola pikir manajerial dan jiwa kepemimpinan sejak bangku sekolah.

Siswa SMK tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga kemampuan mengatur diri, menentukan prioritas, berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta menyelesaikan masalah. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting ketika siswa memasuki lingkungan kerja yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada pola pikir young manager mindset, yaitu cara berpikir yang mendorong seseorang untuk mampu merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan secara terarah. Pola pikir manajerial tidak harus menunggu seseorang menduduki jabatan sebagai manajer. Siswa dapat mulai menerapkannya melalui kebiasaan mengatur waktu belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, membagi tanggung jawab dalam kelompok, dan mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan.

Selain itu, siswa diperkenalkan pada konsep growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, latihan, pengalaman, dan evaluasi. Melalui pola pikir ini, kegagalan tidak dipandang sebagai akhir dari usaha, melainkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menemukan cara yang lebih baik.

Aspek kepemimpinan juga menjadi perhatian utama. Kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan kepada orang lain, tetapi juga mencakup keteladanan, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menghargai pendapat, dan kesediaan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Sikap tersebut dapat dilatih melalui kegiatan organisasi, kerja kelompok, kepanitiaan, maupun aktivitas sehari-hari di sekolah. Dengan membangun kebiasaan positif sejak dini, siswa diharapkan lebih percaya diri, mampu mengambil inisiatif, dan siap menghadapi tantangan ketika memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.

Kelas Mini Manajer Muda: Belajar Mengelola Uang, Bisnis, dan Masa Depan

Sementara itu, kelompok XII MP2 diketuai oleh Dinda Safitri dengan anggota Beta Kurnia Hadi Nordia Saputra, dan Fajar Priyansah. Kelompok ini mengangkat tema Kelas Mini Manajer Muda: Belajar Mengelola Uang, Bisnis, dan Masa Depan Sejak SMK, dengan fokus pada pengelolaan keuangan pribadi dan pengenalan dasar-dasar kewirausahaan.

BACA JUGA :  Trump Puji Pidato Prabowo di PBB: "You Did a Great Job”

Materi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah. Kemampuan mengelola uang menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan agar siswa mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, menentukan prioritas, dan mempersiapkan kebutuhan masa depan.

Dalam materi pengelolaan keuangan, siswa diperkenalkan pada cara membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur uang saku, menyusun rencana pengeluaran, serta menyisihkan sebagian uang untuk mencapai tujuan tertentu. Pemahaman ini juga berkaitan dengan perilaku konsumtif di era digital, ketika promosi, tren, dan kemudahan transaksi dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam menggunakan uang.

Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya tentang seberapa besar uang yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana uang digunakan secara bertanggung jawab. Kebiasaan sederhana, seperti membuat anggaran dan menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan, dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian finansial.

Selain pengelolaan keuangan pribadi, siswa juga diperkenalkan pada dasar-dasar perencanaan bisnis. Mereka diajak memahami bahwa peluang usaha dapat muncul dari kreativitas, kebutuhan masyarakat, dan potensi lingkungan sekitar. Untuk mengembangkan ide usaha, diperlukan kemampuan menentukan produk, mengenali calon konsumen, memperkirakan modal, menghitung biaya, serta menetapkan harga jual.

Kewirausahaan juga membutuhkan ketelitian, kreativitas, keberanian mencoba, dan kemampuan mengevaluasi hasil. Sebuah ide usaha yang menarik perlu didukung oleh perencanaan yang baik agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pemanfaatan media digital turut menjadi bagian dari wawasan kewirausahaan yang diperkenalkan. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana promosi, membangun identitas produk, dan menjangkau calon pelanggan. Namun, keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada promosi, melainkan juga pada kualitas produk, pelayanan kepada pelanggan, pengelolaan keuangan, serta kemampuan bekerja sama.

Melalui materi tersebut, siswa diharapkan memiliki pemahaman awal mengenai hubungan antara pengelolaan uang, perencanaan bisnis, dan pencapaian tujuan masa depan. Pengetahuan ini dapat menjadi bekal bagi siswa yang ingin bekerja setelah lulus maupun yang memiliki keinginan untuk membangun usaha secara mandiri.

Menghubungkan Ilmu Manajemen dengan Kehidupan Nyata

Kedua kelompok mengangkat materi yang saling berkaitan. Kelas XII MP1 berfokus pada pembentukan pola pikir manajerial dan kepemimpinan, sedangkan kelas XII MP2 menitikberatkan pada pengelolaan keuangan dan pengenalan bisnis. Keduanya memberikan pemahaman bahwa kesiapan menghadapi masa depan membutuhkan perpaduan antara pola pikir yang tepat, karakter yang kuat, serta keterampilan mengelola sumber daya.

Pembelajaran mengenai manajemen, kepemimpinan, keuangan, dan kewirausahaan relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Kemampuan menentukan prioritas dapat diterapkan ketika membagi waktu antara belajar dan kegiatan lainnya. Kemampuan bekerja sama dapat dilatih melalui tugas kelompok. Sementara itu, kebiasaan mengatur uang dapat dimulai dari pengelolaan uang saku, dan wawasan kewirausahaan dapat dikembangkan dengan mengamati kebutuhan di lingkungan sekitar.

Pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan relevan diharapkan membantu siswa memahami bahwa ilmu manajemen tidak hanya digunakan dalam perusahaan besar, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi, lingkungan sekolah, organisasi, dan usaha sederhana.

Mempersiapkan Generasi Muda yang Mandiri dan Kompetitif

Pelaksanaan PKM di SMK Trimulia Jakarta menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pamulang berkesempatan membagikan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan siswa sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

BACA JUGA :  Mangkir Panggilan Kedua, Siskaee Akhirnya Dijemput Paksa di Yogyakarta

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan siswa mengenai pentingnya kepemimpinan, kedisiplinan, komunikasi, pengambilan keputusan, pengelolaan keuangan, dan perencanaan usaha. Keterampilan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi siswa ketika melanjutkan perjalanan setelah lulus sekolah, baik dengan memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang usaha.

Pada akhirnya, keberhasilan dalam dunia kerja dan kewirausahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh pola pikir, tanggung jawab, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Melalui tema Young to Manager dan Kelas Mini Manajer Muda, siswa diharapkan mampu mulai membangun kebiasaan positif sejak bangku SMK agar lebih siap merencanakan masa depan secara mandiri, terarah, dan bertanggung jawab.

Pentingnya Pembekalan Sejak Bangku Sekolah

Pembekalan seperti ini penting diberikan sebelum siswa menyelesaikan pendidikan menengah karena masa transisi dari sekolah menuju dunia kerja atau perguruan tinggi sering kali membawa perubahan besar. Siswa mulai dihadapkan pada pilihan mengenai pekerjaan, pendidikan lanjutan, penghasilan, dan tanggung jawab pribadi. Dengan mengenali kemampuan diri serta memahami cara menetapkan tujuan, siswa dapat menyusun langkah yang lebih realistis. Mereka juga dapat belajar bahwa keberhasilan tidak selalu diperoleh secara instan, melainkan melalui proses, konsistensi, dan kemauan untuk memperbaiki diri.

Latihan Mengambil Keputusan dan Menyelesaikan Masalah

Pola pikir manajerial dapat diterapkan melalui langkah sederhana ketika siswa menghadapi masalah. Siswa dapat terlebih dahulu mengenali persoalan, mengumpulkan informasi yang diperlukan, mempertimbangkan beberapa pilihan, lalu memilih tindakan yang paling sesuai. Setelah tindakan dilakukan, hasilnya perlu dievaluasi agar siswa mengetahui hal yang berhasil dan bagian yang masih harus diperbaiki. Proses tersebut melatih siswa agar tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi atau tekanan dari lingkungan. Dalam kerja kelompok, misalnya, pembagian tugas yang jelas dan komunikasi terbuka dapat membantu mencegah kesalahpahaman serta memastikan setiap anggota berkontribusi.

Membangun Kebiasaan Finansial yang Bertanggung Jawab

Pengelolaan keuangan juga dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Siswa dapat mencatat uang masuk dan uang keluar untuk mengetahui ke mana uang digunakan. Setelah itu, mereka dapat menentukan batas pengeluaran harian, menyisihkan uang untuk kebutuhan yang telah direncanakan, serta menyiapkan tabungan untuk tujuan tertentu. Jika memiliki keinginan membeli barang, siswa dapat membandingkan manfaat barang tersebut dengan kebutuhan lain yang lebih penting. Kebiasaan menunda pembelian yang tidak mendesak dapat membantu mengurangi keputusan impulsif. Siswa juga perlu memahami pentingnya berhati-hati terhadap penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal serta menjaga data pribadi ketika melakukan transaksi digital.

Mengenali Peluang dan Tantangan Berwirausaha

Pengenalan kewirausahaan mendorong siswa untuk melihat lingkungan sekitar sebagai sumber ide. Kebutuhan teman sekolah, makanan yang diminati, jasa sederhana, atau produk kreatif dapat menjadi inspirasi untuk merancang usaha kecil. Namun, ide perlu diuji melalui pengamatan dan pertanyaan kepada calon konsumen agar produk yang dibuat benar-benar memiliki manfaat. Siswa juga perlu memahami bahwa modal bukan hanya uang, tetapi dapat mencakup waktu, keterampilan, peralatan, dan dukungan orang lain. Perhitungan biaya harus dilakukan dengan cermat supaya harga jual dapat menutup biaya dan memberikan keuntungan yang wajar. Apabila hasil awal belum sesuai harapan, pelaku usaha dapat mengevaluasi kualitas produk, harga, cara promosi, dan pelayanan sebelum menentukan langkah berikutnya.

BACA JUGA :  Makin Keren! Pinang Paylater Permudah Pelaku Usaha AgenBRILink Akses Permodalan

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Sekolah

Interaksi antara mahasiswa dan siswa dalam kegiatan PKM juga membuka ruang pertukaran pengalaman. Mahasiswa dapat menyampaikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, sementara siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal gambaran pembelajaran di perguruan tinggi dan penerapan ilmu manajemen. Kegiatan seperti ini dapat menjadi penghubung antara konsep yang dipelajari di kelas dengan situasi nyata. Materi akan semakin bermanfaat apabila siswa menerapkannya setelah kegiatan, misalnya melalui proyek kelompok, pencatatan uang saku, simulasi perencanaan usaha, atau keterlibatan dalam organisasi sekolah.

Harapan Setelah Kegiatan

Agar manfaat pembelajaran tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, siswa dapat mulai menerapkan satu atau dua kebiasaan sederhana secara bertahap. Mereka dapat membuat target mingguan, mengevaluasi penggunaan waktu, berlatih menyampaikan pendapat dengan sopan, atau menyusun anggaran pribadi. Bagi siswa yang tertarik berwirausaha, langkah awal dapat berupa mengamati kebutuhan calon pelanggan dan membuat rencana usaha sederhana. Dukungan guru, keluarga, dan lingkungan sekolah juga berperan dalam membantu siswa mempertahankan kebiasaan tersebut. Dengan latihan berkelanjutan, pengetahuan yang diperoleh dapat berkembang menjadi keterampilan yang lebih kuat dan bermanfaat dalam jangka panjang.

Penguatan Komunikasi dan Kerja Sama

Kemampuan berkomunikasi menjadi bagian penting dari kepemimpinan dan pengelolaan usaha. Siswa perlu berlatih menyampaikan gagasan secara jelas, mendengarkan masukan, dan menyelesaikan perbedaan pendapat tanpa merendahkan orang lain. Dalam sebuah tim, keberhasilan tidak hanya bergantung pada satu orang, tetapi juga pada kemampuan anggota memahami peran masing-masing dan saling membantu ketika menghadapi kendala. Sikap terbuka terhadap kritik dapat membantu siswa mengenali kekurangan sekaligus menemukan cara untuk berkembang. Kebiasaan ini akan berguna ketika mereka mengikuti wawancara kerja, bekerja dalam tim, berorganisasi, maupun melayani pelanggan.

Komitmen terhadap Pengembangan Diri

Pengembangan diri perlu dipandang sebagai proses yang berkelanjutan. Siswa dapat mengenali kekuatan dan hal yang masih perlu ditingkatkan, kemudian menetapkan target yang dapat dicapai secara bertahap. Target tersebut sebaiknya disertai tindakan nyata dan evaluasi berkala agar kemajuan dapat diketahui. Jika mengalami hambatan, siswa dapat meminta saran dari guru, teman, keluarga, atau orang yang memiliki pengalaman lebih dahulu. Dengan cara ini, mereka belajar bahwa meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari usaha mencari solusi. Komitmen untuk terus belajar akan membantu siswa menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Penerapan dalam Aktivitas Sehari-hari

Penerapan materi dapat dilakukan tanpa menunggu kesempatan besar. Siswa dapat memulai dengan datang tepat waktu, menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan, menggunakan uang secara terencana, dan bertanggung jawab atas keputusan sendiri. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten membantu membentuk disiplin dan kepercayaan diri. Kebiasaan tersebut menjadi fondasi untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar pada masa mendatang.

Penulis:

Nurul Miftah

Dinda Safitri

Beta Kurnia Hadi Nordia Saputra

Fajar Priyansah, Lukman Hakim

Sayyidina Ali

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang

Previous Post

Viral Bukan Segalanya: Membangun Public Speaking yang Beretika di Era Digital

Next Post

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Fokus Tangani Karhutla hingga Banjir

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Fokus Tangani Karhutla hingga Banjir

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Fokus Tangani Karhutla hingga Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com