• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Scroll, Klik, Beli: Apa yang Sebenarnya Memengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen di Era Digital?

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 3, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
UMKM go Digital

Ilustrasi UMKM go digital. Foto. pajak.com

234
SHARES
2.7k
VIEWS

PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen dalam mencari informasi maupun melakukan pembelian. Jika sebelumnya konsumen harus datang langsung ke toko untuk melihat dan membandingkan produk, saat ini proses tersebut dapat dilakukan melalui media sosial dan platform e-commerce hanya dengan menggunakan telepon pintar.

Aktivitas sederhana seperti scrolling di TikTok, Instagram, atau marketplace sering kali mempertemukan konsumen dengan produk yang sebelumnya tidak direncanakan untuk dibeli. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan pembelian di era digital menjadi semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebutuhan konsumen, informasi yang tersedia, hingga pengalaman pengguna lain.

Perkembangan perdagangan elektronik di Indonesia juga menunjukkan bahwa aktivitas belanja digital terus mengalami peningkatan. Melalui publikasi Statistik E-Commerce 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa e-commerce telah menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi digital Indonesia dan turut mengubah pola konsumsi masyarakat. Dengan semakin banyaknya transaksi yang dilakukan secara online, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian menjadi semakin relevan. 

Konsumen Tidak Selalu Membeli karena Iklan

Salah satu strategi yang banyak digunakan perusahaan untuk menarik perhatian konsumen adalah iklan digital. Berbagai platform media sosial menyediakan fitur periklanan yang memungkinkan sebuah produk menjangkau jutaan pengguna dalam waktu singkat.

Namun demikian, keberhasilan iklan dalam menarik perhatian tidak selalu berbanding lurus dengan keputusan pembelian. Banyak konsumen yang melihat iklan tanpa melakukan transaksi, sementara sebagian lainnya justru tertarik membeli setelah melihat ulasan atau pengalaman pengguna lain yang dianggap lebih relevan.

Hal ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan aspek visual atau kreativitas iklan, tetapi juga mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami manfaat produk secara lebih mendalam.

BACA JUGA :  Analisis Obligasi dalam Manajemen Investasi

Kebutuhan sebagai Dasar Keputusan Pembelian

Secara umum, keputusan pembelian diawali oleh munculnya kebutuhan. Ketika seseorang merasa membutuhkan suatu produk atau jasa, mereka akan berupaya mencari informasi yang dapat membantu menemukan solusi terbaik.

Media sosial dan marketplace memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membandingkan berbagai alternatif produk dalam waktu singkat. Konsumen dapat melihat spesifikasi produk, harga, foto, video, hingga ulasan pengguna tanpa harus mengunjungi toko secara langsung.

Oleh karena itu, produk yang mampu menunjukkan manfaat nyata dalam menyelesaikan kebutuhan atau masalah konsumen cenderung memiliki peluang lebih besar untuk dipilih dibandingkan produk yang hanya mengandalkan promosi.

Kepercayaan Lebih Penting daripada Viralitas

Fenomena viral sering dianggap sebagai faktor utama yang dapat meningkatkan penjualan suatu produk. Meskipun viralitas mampu meningkatkan eksposur dan kesadaran merek, keputusan pembelian tetap sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan konsumen.

Kepercayaan dapat dibangun melalui berbagai cara, seperti penyajian informasi yang jelas, pelayanan yang responsif, kualitas produk yang konsisten, serta transparansi dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Sebelum mengeluarkan uang, konsumen umumnya ingin memastikan bahwa produk yang dibeli sesuai dengan ekspektasi yang dimiliki.

Sebaliknya, produk yang viral tetapi memperoleh banyak ulasan negatif berpotensi kehilangan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, membangun reputasi yang baik menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan menjangkau audiens dalam jumlah besar.

Pengaruh Review dan Rekomendasi

Dalam lingkungan digital, review atau ulasan pelanggan menjadi salah satu sumber informasi yang paling sering digunakan sebelum melakukan pembelian. Konsumen biasanya membaca komentar, melihat rating, serta membandingkan pengalaman pengguna lain untuk mengurangi risiko kesalahan dalam memilih produk.

Ulasan dianggap lebih objektif karena berasal dari pengguna yang telah memiliki pengalaman langsung terhadap produk yang dibeli. Melalui review, calon pembeli dapat memperoleh gambaran yang lebih realistis mengenai kualitas produk, kelebihan, maupun kekurangannya.

BACA JUGA :  Ketidakadilan Penegak Hukum dalam Kacamata Sila Kelima Pancasila

Selain review, rekomendasi dari teman, keluarga, maupun kreator konten yang dipercaya juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Tingkat kredibilitas sumber informasi sering kali menentukan seberapa besar pengaruh rekomendasi tersebut terhadap konsumen.

Dengan demikian, keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh informasi yang disampaikan perusahaan, tetapi juga oleh pengalaman dan penilaian pihak lain yang dianggap lebih independen.

Konten yang Memberikan Nilai Lebih Mudah Menarik Konsumen

Perubahan perilaku konsumen juga mendorong perubahan strategi pemasaran digital. Konsumen saat ini tidak hanya mencari informasi mengenai produk, tetapi juga menginginkan konten yang dapat memberikan manfaat tambahan.

Konten edukatif yang berisi tips, panduan penggunaan, atau solusi atas masalah tertentu cenderung lebih menarik dibandingkan konten yang hanya berisi promosi. Sebagai contoh, brand skincare dapat memberikan edukasi mengenai cara merawat kulit sesuai jenisnya, sementara brand fashion dapat membagikan panduan memilih produk yang sesuai kebutuhan.

Konten yang informatif tidak hanya membantu konsumen memahami manfaat produk, tetapi juga meningkatkan kepercayaan terhadap merek.

Harga Bukan Satu-Satunya Faktor Penentu

Harga sering dianggap sebagai faktor utama dalam keputusan pembelian. Namun, dalam praktiknya konsumen tidak selalu memilih produk dengan harga paling murah.

Banyak konsumen bersedia membayar lebih tinggi apabila mereka meyakini bahwa produk tersebut menawarkan kualitas yang lebih baik, pelayanan yang memuaskan, serta reputasi merek yang terpercaya. Dengan kata lain, konsumen mempertimbangkan nilai yang diperoleh dari produk, bukan sekadar harga yang harus dibayarkan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu membangun keseimbangan antara harga, kualitas, dan pengalaman pelanggan agar mampu menciptakan nilai yang kompetitif di pasar.

BACA JUGA :  Mengapa GCG Bukan Lagi Sekadar "Buku Pedoman" di Era Digital

Dari Ketertarikan Menuju Pembelian

Proses keputusan pembelian biasanya terjadi melalui beberapa tahapan. Tahap pertama dimulai ketika konsumen menemukan sebuah produk melalui media sosial atau platform digital. Selanjutnya muncul ketertarikan yang mendorong konsumen mencari informasi lebih lanjut mengenai produk tersebut.

Setelah mengumpulkan informasi, konsumen akan membandingkan berbagai alternatif yang tersedia, membaca ulasan, mempertimbangkan manfaat produk, dan mengevaluasi kesesuaian produk dengan kebutuhan mereka. Jika hasil evaluasi tersebut sesuai dengan harapan, keputusan pembelian akan dilakukan.

Proses ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian merupakan hasil dari serangkaian pertimbangan rasional maupun emosional yang terjadi secara bertahap.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara konsumen mengambil keputusan pembelian. Aktivitas scroll, klik, dan membeli yang terlihat sederhana sesungguhnya melibatkan proses pertimbangan yang cukup kompleks.

Keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh iklan atau viralitas produk, tetapi juga oleh kebutuhan konsumen, tingkat kepercayaan terhadap merek, kualitas informasi yang tersedia, ulasan pelanggan, serta rekomendasi dari pihak yang dianggap kredibel. Selain itu, perkembangan e-commerce di Indonesia yang terus meningkat menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut semakin penting untuk dipahami oleh pelaku bisnis maupun akademisi. 

Dengan demikian, keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh besarnya jangkauan promosi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan, menyediakan informasi yang bermanfaat, dan menciptakan pengalaman positif bagi konsumen. Pada akhirnya, yang mendorong seseorang untuk membeli bukan sekadar klik yang dilakukan, melainkan keyakinan bahwa produk tersebut mampu memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan mereka.

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik E-Commerce 2023. Jakarta: BPS-Statistics Indonesia.

 

Penulis:

Novie Widyaastuti

Mahasiswa Universitas Pamulang

Previous Post

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026

Next Post

Andra Soni Dorong Mengaji Jadi Muatan Lokal Wajib di SMA-SMK Banten

Related Posts

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Pembatasan Perdagangan: Tarif
DUNIA KAMPUS

Pembatasan Perdagangan: Tarif

Oktober 20, 2026
2.4k
Jenis-Jenis Pasar Modal
DUNIA KAMPUS

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Oktober 20, 2026
2.4k
Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan
DUNIA KAMPUS

Kita Terlalu Sibuk Belajar Bicara, tetapi Lupa Belajar Mendengarkan

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
Andra Soni Dorong Mengaji Jadi Muatan Lokal Wajib di SMA-SMK Banten

Andra Soni Dorong Mengaji Jadi Muatan Lokal Wajib di SMA-SMK Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com