• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Zero Based Budgeting, Cara Anak Muda Lepas dari Jerat Pinjol

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 21, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Zero Based Budgeting, Cara Anak Muda Lepas dari Jerat Pinjol
231
SHARES
2.5k
VIEWS

PINJAMAN online (pinjol) kini bukan lagi sekadar alternatif pembiayaan, melainkan bagian dari keseharian banyak orang. Berdasarkan data OJK, outstanding pinjol yang pada Mei 2023 tercatat Rp51,46 triliun terus menanjak hingga mendekati Rp102 triliun pada April 2026. Dalam kurang dari tiga tahun, nilainya nyaris berlipat.

Sebagian besar penggunanya adalah anak muda. Menurut OJK, peminjam didominasi generasi Z dan milenial berusia 19-34 tahun, dengan outstanding Rp38,34 triliun per April 2025 dan sekitar 14 juta rekening pinjaman. Dana itu banyak dipakai untuk kebutuhan konsumtif, padahal pendapatan mereka relatif rendah. Kondisi ini mulai berdampak pada kemampuan membayar. Berdasarkan analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas, jumlah peminjam berusia 17-34 tahun yang pembayarannya tersendat atau macet lebih dari 30 hari meningkat 5,3 persen.

Angka-angka ini menjadi alarm bagi generasi muda. Di tengah kemudahan pinjol, kemampuan mengelola keuangan adalah benteng utama agar tidak terjebak dalam siklus utang sejak usia produktif. Karena itu, perbaikan perlu dimulai dari anak muda sendiri, dengan membangun literasi dan kebiasaan mengelola uang sejak dini.

BACA JUGA :  UMR Naik Setiap Tahun, Mengapa Hidup Tetap Terasa Berat?

Salah satu cara yang realistis, terutama bagi yang berpenghasilan terbatas, adalah menerapkan metode zero based budgeting. Prinsipnya sederhana: setiap rupiah pendapatan diberi tugas sejak awal, sehingga tidak ada uang yang hilang tanpa jejak. Kebutuhan pokok, seperti makan dan transportasi, didahulukan. Sisanya dibagi untuk dana darurat dan keinginan pribadi, misalnya self reward.

Sebagai gambaran, seorang pekerja di Jakarta dengan gaji setara upah minimum provinsi (UMP) 2026, yakni Rp5.729.876 atau sekitar Rp5,7 juta per bulan, dapat membaginya seperti contoh berikut: Rp1,8 juta untuk makan, Rp600 ribu untuk transportasi, Rp1,5 juta untuk kos, dan Rp400 ribu untuk listrik, pulsa, dan internet. Dari sisa Rp1,4 juta, Rp900 ribu dialokasikan sebagai dana darurat dan Rp500 ribu untuk self reward. Pada akhir perencanaan, tidak ada uang yang belum punya tujuan, atau dengan kata lain sisanya nol. Dengan pola ini, ketika muncul kebutuhan mendadak, kita punya dana darurat yang bisa diandalkan tanpa harus meminjam ke pinjol.

BACA JUGA :  Panduan Bijak Penggunaan Media Sosial untuk Anak-Anak di Taman Baca Peka

Mengelola keuangan dengan baik membawa manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. Pertama, pengelolaan yang teratur menjaga stabilitas harian, sebab kebutuhan pokok terpenuhi secara rutin dan defisit bulanan dapat dicegah. Kedua, keuangan yang tertata memberi rasa aman karena kita memiliki dana darurat yang siap dipakai, sehingga tekanan finansial berkurang. Ketiga, pengelolaan keuangan membantu mengendalikan utang. Kita terhindar dari cicilan yang melebihi kemampuan dan dari jerat bunga pinjol ilegal. Terakhir, kebiasaan ini mendukung masa depan, karena target seperti investasi lebih mudah tercapai. Dengan keuangan yang terkelola, risiko terjerat pinjol pun ikut menurun.

Karena itu, mari, sebagai anak muda, kita bijak dalam mengelola keuangan. Mari belajar mengelola uang sejak dini, tidak menunggu penghasilan besar atau terlanjur terlilit utang. Mari terapkan zero based budgeting agar setiap rupiah punya tujuan, biasakan mencatat pengeluaran, dan sisihkan dana darurat. Kita tetap boleh memberi self reward pada diri sendiri, asalkan ada batasnya dan tidak mengorbankan kebutuhan pokok maupun dana darurat.

BACA JUGA :  Seberapa Efektif Tindakan Laser untuk Bekas Jerawat

Mari juga bersikap kritis sebelum menekan tombol “ajukan pinjaman”, karena pinjol seharusnya menjadi solusi darurat, bukan kebiasaan. Mulailah hari ini, sebab masa depan finansial kita ditentukan oleh keputusan yang kita ambil sekarang.

Sumber:

  1. TrenAsia, “Alarm Bahaya OJK, Anak Muda Indonesia jadi Generasi Pengutang”: https://www.trenasia.id/read/alarm-bahaya-ojk-anak-muda-indonesia-jadi-generasi-pengutang
  2. Kompas.id, “Jutaan Anak Muda Kesulitan Bayar Pinjol”: https://www.kompas.id/artikel/jutaan-anak-muda-kesulitan-bayar-pinjol
  3. Jateng Aja, “OJK Ungkap Banyak Anak Muda Indonesia Terjebak Utang Pinjol”: https://jatengaja.com/read/ojk-ungkap-banyak-anak-muda-indonesia-terjebak-utang-pinjol
  4. Bisnis.com, “Sah! UMP DKI Jakarta 2026 Naik 6,17%, Tembus Rp5,72 Juta”: https://ekonomi.bisnis.com/read/20251224/12/1939424/sah-ump-dki-jakarta-2026-naik-617-tembus-rp572-juta
  5. Home Credit, “Kenapa Pengelolaan Keuangan Itu Penting untuk Kehidupan Sehari-hari”: https://www.homecredit.co.id/blog/kenapa-pengelolaan-keuangan-itu-penting-untuk-kehidupan-sehari-hari
  6. Sindo Makassar, “OJK Gencarkan Literasi Keuangan dan Waspada Investasi Ilegal di Bantaeng”: https://sindomakassar.com/read/ekbis/28315/ojk-gencarkan-literasi-keuangan-dan-waspada-investasi-ilegal-di-bantaeng-1789952974
  7. Kompas.com, “7 Manfaat Mengelola Keuangan dengan Baik” (2016): https://money.kompas.com/read/2016/11/15/052648726/7.manfaat.mengelola.keuangan.dengan.baik?page=all

 

Penulis:

Dian Rihadatul Aisy
NIM: 231010505385
Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang

 

Previous Post

Ketika Talenta Pergi, Organisasi Kehilangan Masa Depan

Next Post

Stunting dan Gizi Buruk di Indonesia, Ancaman Serius bagi SDM Generasi Mendatang

Related Posts

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
Gencarkan Upaya Promotif dan Preventif Guna Capai Target Prevalensi Stunting

Stunting dan Gizi Buruk di Indonesia, Ancaman Serius bagi SDM Generasi Mendatang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com