TANGSELXPRESS – Rasa haru dan bahagia dirasakan Endah Rahmah Dayati, guru kelas 2 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta, setelah mendapatkan reward keberangkatan umrah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya di sekolah.
Bagi Endah, keberangkatan kali ini menjadi perjalanan istimewa. Sebab, ini merupakan kali kedua dirinya berkesempatan mengunjungi Baitullah.
“Masya Allah ya, tidak bisa digambarkan oleh kata-kata. Sebetulnya ini kali kedua, insya Allah saya menuju ke Baitullah,” ujar Endah.
Menurutnya, meski seseorang telah berkesempatan mengunjungi Baitullah, kerinduan untuk kembali tidak pernah hilang. Karena itu, ia mengaku sangat bersyukur dan bahagia ketika kembali mendapatkan kesempatan tersebut melalui program reward dari badan usaha sekolah Madrasan Pembangunan UIN Jakarta.
“Orang bilang kan ke Baitullah cukup satu kali, katanya. Ini ternyata rindunya itu tidak pernah hilang. Saya sangat bersyukur sekali, bahagia sekali. Haru pastinya ketika mendapatkan reward ini dari badan usaha sekolah,” tuturnya.

Berangkat Bersama Putri yang Hafal 30 Juz
Hal lain yang membuat perjalanan umrah kali ini semakin spesial bagi Endah adalah dirinya akan berangkat bersama putri tercinta.
Kebahagiaan tersebut semakin lengkap karena sang putri telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz pada 1 Mei lalu.
“Dan yang lebih spesialnya lagi, untuk kali ini ibu berangkat bersama putri tercinta saya yang alhamdulillah pada tanggal 1 Mei lalu telah menyelesaikan 30 juz,” ungkapnya.
Endah berharap pencapaian putrinya tersebut tidak berhenti pada menyelesaikan hafalan, tetapi juga dilanjutkan dengan menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga apa yang sudah dia usahakan, dia bisa menjaga hafalannya dan menerapkan dalam kehidupannya sehari-hari,” harap Endah.
Reward Jadi Bentuk Apresiasi bagi Guru
Endah juga menyampaikan apresiasinya terhadap program reward yang diberikan badan usaha sekolah. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdian para guru.
Ia menilai apresiasi semacam itu memberikan motivasi tambahan bagi para pendidik untuk terus menjalankan tugas di madrasah.
“Sangat positif sekali. Kami dihargai, kami diapresiasi. Dedikasi dan pengabdian kami cukup diapresiasi, dihargai dan tambah bersemangat untuk melaksanakan tugas di madrasah tercinta ini,” pungkasnya.







