TANGSELXPRESS – Sebanyak 10 kapal masih dikerahkan untuk mencari delapan orang yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda. Di tengah operasi pencarian yang terus dilakukan, keluarga korban hanya berharap seluruhnya segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Desi, istri jurnalis kantor berita Antara M Bagus Khoirunnas, mengatakan pencarian masih dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal. Ia bersama keluarga dan rekan-rekan korban terus menunggu perkembangan terbaru dari lapangan.
“Masih melakukan pencarian, sudah ada 10 kapal yang melakukan pencarian dan juga tentunya kita semua mendoakan Mas Bagus bisa ditemukan dalam keadaan sehat,” kata Desi, Kamis (10/9/2026) dikutip dari Beritasatu.com.
Menurut Desi, informasi mengenai perkembangan pencarian juga diperoleh dari berbagai pihak, termasuk nelayan yang ikut bergerak menuju lokasi.
Keterlibatan nelayan menjadi salah satu informasi yang terus dipantau keluarga. Selain membantu pencarian, para nelayan dinilai memiliki pengetahuan mengenai kondisi perairan di sekitar wilayah operasi.
Desi berharap pencarian dapat menjangkau area-area yang sebelumnya belum tersentuh tim. Ia juga masih menunggu informasi terbaru dari Basarnas terkait perkembangan operasi pencarian di lapangan.
Terkait dukungan pemerintah, Desi mengatakan pihak keluarga telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Ia juga menerima informasi mengenai rencana penjemputan keluarga pada Jumat (11/9/2026).
Delapan Orang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau
Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian berada di kapal cepat Arupadhatu 1. Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni.
Sementara tiga orang lainnya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.
Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Rombongan berada di kawasan tersebut untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, setelah melakukan perjalanan menuju lokasi, kapal tersebut dilaporkan hilang kontak.
Hingga Kamis (10/9/2026), operasi pencarian masih terus dilakukan. Sebanyak 10 kapal bergerak menyisir wilayah perairan yang menjadi area pencarian.
Keluarga bersama rekan-rekan korban masih menunggu hasil operasi dan berharap delapan orang yang berada di Arupadhatu 1 segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Doa dan dukungan pun terus diberikan sembari keluarga menanti kabar terbaru dari tim SAR yang berada di lapangan.







