TANGSELXPRESS– Minuman bersoda dingin memang terasa menyegarkan, terutama setelah tubuh berkeringat dan kelelahan berolahraga. Namun, minum soda sebelum maupun setelah olahraga ternyata bukan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Asupan cairan memang penting sebelum, selama, hingga setelah olahraga untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, minuman bersoda umumnya mengandung gula sederhana dalam jumlah cukup tinggi.
Menurut data FoodData Central, dalam 100 mililiter minuman bersoda terdapat sekitar 10 gram karbohidrat dan gula. Konsumsi dalam jumlah banyak dapat membuat asupan gula meningkat secara signifikan.
Lantas, apa saja efek minum soda sebelum dan setelah olahraga?
1. Tidak memberikan nutrisi penting
Minuman bersoda memang mengandung gula yang dapat memberikan energi dengan cepat. Namun, soda tidak menyediakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang aktivitas fisik.
Padahal, asupan nutrisi yang tepat sebelum berolahraga dapat membantu mengoptimalkan performa sekaligus meminimalkan kerusakan otot.
Energi dari gula sederhana juga relatif cepat digunakan tubuh. Karena itu, mengandalkan soda sebagai sumber energi sebelum berolahraga bukan pilihan yang ideal.
2. Dapat memengaruhi kadar gula darah
Satu kaleng minuman bersoda berukuran sekitar 300 mililiter dapat mengandung kurang lebih 30 gram gula, tergantung jenis produknya.
Ketika dikonsumsi sebelum atau saat berolahraga, gula tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Tubuh kemudian merespons dengan memproduksi insulin untuk membantu mengatur kadar gula darah.
Pada sebagian kondisi, perubahan kadar gula darah yang cepat dapat membuat tubuh terasa lemas atau kurang nyaman selama maupun setelah berolahraga.
Karena itu, minuman tinggi gula sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan saat berolahraga.
3. Bisa membuat lebih mudah haus
Kandungan gula yang tinggi pada minuman bersoda juga dapat membuat minuman tersebut kurang ideal sebagai pengganti cairan selama berolahraga.
Jika seseorang mengandalkan soda untuk menggantikan cairan yang hilang melalui keringat, kebutuhan hidrasi tubuh belum tentu terpenuhi dengan baik.
Alih-alih menghilangkan rasa haus, konsumsi minuman tinggi gula dalam jumlah banyak justru dapat membuat seseorang kembali ingin minum.
Selain itu, konsumsi soda secara berlebihan juga dapat meningkatkan asupan gula harian. Jika berlangsung terus-menerus, pola konsumsi tinggi gula dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko obesitas dan diabetes.
4. Tidak menggantikan elektrolit yang hilang
Saat berolahraga, terutama ketika aktivitas dilakukan dalam waktu lama atau dengan intensitas tinggi, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat.
Elektrolit seperti natrium dan kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi otot dan saraf.
Minuman bersoda biasa tidak dirancang untuk menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat. Karena itu, soda bukan pilihan utama untuk rehidrasi setelah olahraga.
Untuk aktivitas fisik biasa, air putih umumnya sudah cukup untuk membantu mengganti cairan yang hilang. Sementara pada olahraga dengan durasi lama atau intensitas tinggi, minuman yang mengandung elektrolit dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
5. Memicu gangguan pencernaan
Karbonasi pada minuman bersoda dapat membuat sebagian orang mengalami perut kembung atau rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas olahraga, terutama jika soda dikonsumsi sebelum latihan.
Minuman bersoda juga dapat memperburuk gejala refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (GERD) pada orang yang memang rentan mengalami kondisi tersebut.
Gas dari karbonasi dapat meningkatkan rasa penuh dan tekanan pada lambung sehingga memicu ketidaknyamanan, terutama ketika tubuh sedang melakukan aktivitas fisik.
Lantas, Apa yang Sebaiknya Diminum Sebelum dan Setelah Olahraga?
Air putih merupakan pilihan sederhana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan sebelum, selama, dan setelah olahraga.
Selain cairan, tubuh juga membutuhkan asupan nutrisi yang sesuai dengan jenis dan intensitas olahraga. Karbohidrat dapat membantu menyediakan energi, sedangkan protein berperan dalam proses pemulihan dan pemeliharaan otot.
Untuk olahraga dengan durasi panjang atau intensitas tinggi, kebutuhan cairan dan elektrolit dapat lebih besar sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan jenis aktivitas.
Jadi, meskipun minuman bersoda terasa menyegarkan, sebaiknya jangan menjadikannya pilihan utama untuk hidrasi sebelum maupun setelah berolahraga.







