TANGSELXPRESS– Kabar gembira bagi wisatawan pencinta alam. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dijadwalkan kembali dibuka untuk umum mulai Kamis (20/8/2026) setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebakaran di kawasan TNBTS mulai terjadi pada 3 Agustus 2026. Kondisi vegetasi yang kering dan hembusan angin kencang membuat api sempat meluas di sejumlah wilayah kawasan taman nasional.
Pemerintah kemudian menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo mulai 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi petugas gabungan untuk melakukan operasi pemadaman.
Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat dan udara. BNPB sebelumnya mengerahkan dukungan operasi water bombing untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Pada 10 Agustus, BNPB melaporkan operasi udara telah dilakukan sebanyak sembilan rit dengan total 24.000 liter air.
Pembukaan TNBTS Setelah Api Dipastikan Padam
Pembukaan kembali kawasan wisata dilakukan setelah kondisi dinilai aman dan penanganan kebakaran selesai. Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa pembukaan kawasan tidak hanya bergantung pada padamnya api, tetapi juga memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Kepala BNPB pada 10 Agustus menyebut pemantauan tetap dilakukan setelah proses pemadaman untuk memastikan kawasan benar-benar aman sebelum kembali dibuka.
Dengan dibukanya kembali kawasan TNBTS pada 20 Agustus, wisatawan dapat kembali menikmati sejumlah destinasi favorit di kawasan Bromo dengan tetap memperhatikan ketentuan keselamatan dan aturan konservasi.
Empat Jalur Masuk Kembali Dibuka
Pembukaan kembali kawasan TNBTS juga menjadi angin segar bagi pelaku wisata yang selama penutupan terdampak, mulai dari pengemudi jip, pemandu wisata hingga pelaku usaha di sekitar kawasan.
Empat jalur akses utama yang selama ini digunakan wisatawan menuju kawasan Bromo meliputi Cemara Lawang di Probolinggo, Tumpang di Malang, Wonokitri di Pasuruan, dan Senduro di Lumajang.
Meski kawasan kembali dibuka, wisatawan tetap perlu mengikuti arahan petugas di lapangan. Kondisi kawasan konservasi pascakarhutla membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama terhadap potensi munculnya kembali titik api.
Wisatawan juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api di kawasan yang tidak diperbolehkan.
Sebelumnya, BNPB menegaskan bahwa kawasan TNBTS merupakan wilayah yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi karena menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Jawa Timur. Karena itu, keselamatan pengunjung dan perlindungan kawasan konservasi menjadi pertimbangan utama dalam penentuan pembukaan kembali akses wisata.







