• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Menkes Buka Suara soal Nakes Nyinyir ke Pasien BPJS: Kita Cek Masalahnya

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 7, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
Kasus Ibu dan Bayi Meninggal Usai Ditolak RS, Kemenkes Kirim Tim ke Papua

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. | Foto: Istimewa

232
SHARES
2.9k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah belum akan menjatuhkan sanksi terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang diduga menyampaikan komentar tidak berempati atau nirempati kepada seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Keputusan baru akan diambil setelah proses investigasi dan audit selesai dilakukan.

Menurut Budi, setiap dugaan pelanggaran etik maupun disiplin profesi harus diputuskan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh.

“Nanti kita lihat dahulu hasilnya seperti apa. Bagus kita cek dahulu masalahnya seperti apa,” kata Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terhadap dugaan komentar bernada sinis yang diunggah sejumlah tenaga kesehatan di media sosial dan ditujukan kepada seorang peserta BPJS Kesehatan. Kasus tersebut memicu perdebatan mengenai pentingnya empati dalam pelayanan kesehatan.

BACA JUGA :  Gempa Garut Tinggalkan Duka, 495 Rumah Dilaporkan Rusak

Budi mengaku prihatin atas dugaan tindakan tersebut. Menurutnya, tenaga kesehatan maupun profesi lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat wajib mengedepankan empati selain kompetensi profesional.

“Tenaga kesehatan dan tenaga-tenaga profesi yang melayani masyarakat harus memiliki empati yang baik. Kasihan masyarakat kalau kita nirempati seperti itu,” ujarnya.

IDI Diminta Lakukan Audit

Kementerian Kesehatan telah meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan verifikasi terhadap identitas dan status pihak-pihak yang diduga terlibat.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah yang bersangkutan masih berstatus mahasiswa kedokteran, peserta pendidikan profesi, atau telah menjadi tenaga kesehatan aktif.

Hasil audit tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran etik maupun disiplin profesi.

BACA JUGA :  Andra Soni Ungkap Program Pemerintah untuk Nelayan Banten: Ada MBG hingga BPJS

“Kami akan cek apakah yang bersangkutan statusnya pegawai atau masih pelajar. Yang satu statusnya masih pelajar. Sekarang tim IDI sudah saya minta turun untuk mengaudit, harusnya dalam minggu ini ada hasilnya,” jelas Budi.

KKI Periksa 10 Tenaga Kesehatan

Sebelumnya, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) mengungkapkan telah mengidentifikasi 10 tenaga kesehatan dan tenaga medis yang diduga menyampaikan komentar tidak berempati terhadap almarhum peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di media sosial.

Anggota Pimpinan KKI, dr Mohammad Syahril, mengatakan investigasi dilakukan bersama organisasi profesi, institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemerintah daerah.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan ada atau tidaknya pelanggaran kode etik, disiplin profesi, maupun ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA :  BRI Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan Sediakan Pembiayaan untuk Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Kesehatan di Indonesia

KKI juga menyebut jumlah tenaga kesehatan yang diperiksa masih berpotensi bertambah seiring berkembangnya proses investigasi.

Hasil investigasi KKI bersama audit yang dilakukan IDI nantinya akan menjadi dasar bagi Kementerian Kesehatan dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pemberian sanksi terhadap tenaga kesehatan yang terbukti melanggar ketentuan profesi maupun kode etik.

Tags: BPJS KesehatanidiKementerian KesehatanKKIkomentar nirempatiMenkes Budi Gunadi Sadikinpeserta JKNsanksi nakestenaga kesehatan
Previous Post

Mengenal Kopi Americano dan Beragam Manfaatnya bagi Kesehatan, Asal Tak Berlebihan

Next Post

Krisis Air Bersih di Tangsel Meluas, 222 KK Terdampak di 10 Titik

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Distribusi Air Bersih Terus Berjalan, Pemkot Tangsel Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Krisis Air Bersih di Tangsel Meluas, 222 KK Terdampak di 10 Titik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com