TANGSELXPRESS – Krisis air bersih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat sebanyak 222 Kepala Keluarga (KK) kini terdampak kekeringan yang tersebar di 10 titik pada dua kecamatan.
Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, sebelumnya kesulitan air bersih hanya terjadi di Kecamatan Setu. Namun, kondisi tersebut kini mulai meluas hingga ke Kecamatan Serpong.
“Berdasarkan catatan terbaru, terdapat 10 titik kekeringan. Sembilan titik di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sedangkan satu titik di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong,” ujar Essa Nugraha, Kamis (6/8/2026).
Menurut Essa, kondisi tersebut terjadi karena wilayah Tangsel telah memasuki musim kemarau yang menyebabkan minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi itu semakin terasa di sejumlah wilayah yang berada di dataran tinggi. Cadangan air warga mulai menipis hingga akhirnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Selain itu juga, sebagian besar warga setempat masih mengandalkan sumur gali atau sumur dangkal yang langsung berdampak ketika permukaan air tanah turun. Dari total 10 titik kekeringan tersebut, sebanyak 222 KK terdampak kesulitan air bersih,” jelasnya.
Distribusi Air Bersih Terus Dilakukan
Pemerintah Kota Tangsel melalui BPBD bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) terus melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Hingga Kamis (6/8/2026), tercatat sebanyak 206.050 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah lokasi yang mengalami krisis air.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Tangsel, Didin Sihabudin mengatakan, distribusi dilakukan setiap hari dengan volume sekitar 17.000 hingga 28.000 liter air.
“Air tersebut bersumber dari PDAM Tirta Traya Cisadane Serpong, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC), serta dukungan dari PT Sinar Mas Land BSD,” kata Didin.
Distribusi air bersih, lanjut Didin, akan terus dilakukan hingga kondisi sumur warga kembali normal dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga Diminta Koordinasi dengan RT/RW
BPBD Tangsel mengimbau warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat.
Pengurus lingkungan kemudian dapat mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD Kota Tangsel.
Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, terutama bagi warga yang paling terdampak kekeringan.
Dengan meluasnya wilayah terdampak dari Setu hingga Serpong, masyarakat diimbau tetap menghemat penggunaan air dan melaporkan kondisi kekurangan air bersih kepada pengurus lingkungan masing-masing.







