TANGSELXPRESS – Raffi Ahmad, Yovie Widianto, dan Gus Miftah tidak hadir dalam acara pembekalan atau retreat hari kedua di kediaman presiden terpilih Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (17/10/2024). Padahal, ketiganya termasuk dalam deretan tokoh yang sebelumnya dipanggil oleh Prabowo ke Kertanegara, Jakarta, pada Selasa (15/10/2024) lalu sebagai bagian dari calon menteri, badan, lembaga, atau staf khusus.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto, yang juga calon menteri Prabowo, mengonfirmasi bahwa ketidakhadiran Raffi, Yovie, dan Gus Miftah disebabkan oleh posisi mereka yang berbeda. Menurut Bima, kemungkinan besar mereka tidak termasuk dalam calon wakil menteri (wamen), melainkan akan bertugas sebagai utusan atau staf khusus presiden terpilih.
“Ya mungkin posisinya khusus ya. Saya dengar Raffi Ahmad staf utusan khusus, Yovie juga staf khusus,” kata Bima usai acara pembekalan di Hambalang.
Gus Miftah, menurut Bima, juga mendapatkan tugas khusus dari Prabowo, sehingga tidak harus mengikuti acara yang fokus untuk calon wakil menteri.
Diketahui, acara pembekalan hari kedua dihadiri oleh sekitar 59 calon wakil menteri, badan, dan lembaga dalam kabinet Prabowo-Gibran. Pembekalan berlangsung tertutup dari pukul 09.00 WIB hingga 15.30 WIB, dimulai dengan pengarahan dari Prabowo Subianto. Para peserta juga mendapatkan materi dari sejumlah pembicara ternama, termasuk:
- Michael Housman – dosen tetap di McCombs School of Business, University of Texas-Austin, yang membawakan materi tentang “Future of AI”.
- Ana Moraru – Campaign Manager Majoritas Academy, yang memberikan materi mengenai “Dealing with Journalists”.
- Riaz Shah – pemimpin bisnis terkenal yang membawakan tema “The Future of Work”.
- Maryam Hussain – partner di forensic and integrity services di Ernst & Young (EY), yang membahas tentang “Anti-Corruption”.
Yovie Widianto sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi staf khusus Prabowo di bidang ekonomi kreatif, terutama dalam pengembangan musik Indonesia. Sementara itu, Gus Miftah diberi tanggung jawab di bidang moderasi dan toleransi agama, sesuai tugas khusus yang diberikan oleh Prabowo. Demikian dikutip dari beritasatu.com.







