TANGSELXPRESS – Penemuan ratusan senjata, narkotika, dan berbagai barang terlarang di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan menjadi perhatian publik. Kasus ini bermula dari pergantian kepengurusan yayasan yang berujung pada pembukaan sejumlah ruangan yang sebelumnya terkunci.
Hingga kini, penyidik masih mendalami asal-usul barang-barang yang ditemukan, legalitas kepemilikannya, serta dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu.
Ketua Yayasan Diberhentikan
Peristiwa ini berawal pada 18 April 2026 ketika yayasan memberhentikan ketua pengurus berinisial IWD.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi, termasuk dugaan pembelian tanah menggunakan dana yayasan yang kemudian diatasnamakan istrinya.
Dalam waktu yang sama, istri IWD juga dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota pembina yayasan.
Setelah diberhentikan, IWD bersama sejumlah orang kepercayaannya meninggalkan lingkungan sekolah dengan membawa kunci beberapa ruangan penting. Akibatnya, pengurus baru tidak memiliki akses ke ruang kerja ketua yayasan maupun sejumlah ruangan lainnya.
Ruangan Pertama Dibuka, Ditemukan 995 Senjata
Pada 10 Juli 2026, pihak sekolah berencana memanfaatkan salah satu ruangan yang masih terkunci untuk kegiatan belajar mengajar.
Karena tidak memiliki kunci, pembukaan ruangan dilakukan dengan pendampingan personel Polres Metro Jakarta Selatan.
Saat ruangan dibuka pada 10 hingga 11 Juli 2026, pihak sekolah menemukan 995 senjata yang terdiri dari senjata api, air gun, airsoft gun, amunisi, serta berbagai aksesori senjata.
Seluruh temuan tersebut langsung dilaporkan kepada kepolisian dan diamankan ke Wasendak Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan.
Pihak sekolah juga meminta aparat melakukan uji forensik terhadap seluruh senjata guna memastikan jenis, status legalitas, serta kepemilikannya.
Penggeledahan Kedua Ungkap Narkotika dan Barang Terlarang
Pada Rabu (5/8/2026), pihak sekolah kembali membuka ruangan lain yang juga masih terkunci dengan pendampingan aparat kepolisian.
Ruangan tersebut semula direncanakan akan digunakan sebagai fasilitas bagi para guru. Namun, hasil penggeledahan kembali mengejutkan.
Di dalam ruangan ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal, antara lain:
- Laras senjata kaliber 5,56 mm;
- Pistol kaliber .40 dan 9 mm;
- Magazine Glock;
- Magazine M4;
- Magazine Walther;
- Alat pencetak atau pembuat peluru;
- Narkotika yang diduga jenis sabu-sabu;
- Dua linting ganja;
- Sekitar 25 keping VCD atau CD bermuatan pornografi.
Seluruh barang bukti tersebut kembali diserahkan kepada penyidik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Muncul Dugaan Ada Bunker
Selain senjata dan narkotika, pihak sekolah juga menemukan sebuah ruangan tertutup yang disebut menyerupai bunker.
Hingga saat ini ruangan tersebut belum dapat dibuka karena masih terkunci.
Pihak sekolah meminta kepolisian melakukan pembukaan serta pemeriksaan secara menyeluruh karena dikhawatirkan masih terdapat barang-barang lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Polisi Masih Dalami Kasus
Penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul seluruh barang yang ditemukan, kepemilikan senjata, serta kemungkinan keterlibatan pihak-pihak tertentu.
Sementara itu, ruangan yang diduga bunker menjadi fokus pemeriksaan lanjutan. Aparat akan memastikan apakah masih terdapat barang bukti lain yang dapat mengungkap lebih jauh rangkaian kasus tersebut.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Dugaan terhadap individu atau pihak tertentu belum dapat dianggap sebagai fakta hukum sampai ada hasil penyidikan dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.







